Sabtu 03 Oktober 2020, 09:51 WIB

Pertama dalam Sejarah, Api Abadi Mrapen Padam

Akhmad Safuan | Nusantara
Pertama dalam Sejarah, Api Abadi Mrapen Padam

ANTARA/Yusuf Nugroho
Anggota BPBD mengecek kondisi situs Api Abadi Mrapen yang padam di Desa Manggarmas, Godong, Grobogan, Jawa Tengah.

 

API abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, untuk pertama kali dalam sejarah padam. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun memerintahkan agar dilakukan penyelidikan secara mendalam mengenai hal itu.

Api Abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan tiba-tiba menjadi perhatian warga dan pemerintah daerah, karena sejak Jumat (25/9) lalu untuk pertama kali dalam sejarah padam secara total.

Puluhan warga terlihat mendatangi lokasi Api Abadi Mrapen yang banyak dimanfaatkan untuk acara keagamaan, olahraga, dan pariwisata yakni menyalakan obor PON, Asian Games, dan lainnya. Mereka penasaran, karena dalam sejarah, api abadi itu baru kali ini padam secara total.

Baca juga: 4 Kecamatan di Cianjur Dilanda Banjir dan Tanah Longsor

"Dulu, pada 1996, Api Abadi Mrapen ini pernah redup tetapi tidak sampai padam total seperti sekarang ini," kata Kepala Seksi Energi ESDM Wilayah Kendeng Selatan Sinung Sugeng Arianto.

Pada saat itu, lanjut Sinung, di pusat api dilakukan pengeboran kembali untuk menutup sumbatan sedalam 20 meter dan keluar gas cukup besar hingga api kembali berkobar. Karenanya, dia sangat optimistis Api Abadi Mrapen dapat kembali menyala.

Padamnya api abadi tersebut juga mengundang perhatian berbagai pihak termasuk Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang langsung memerintahkan dilakukannya penelitian dan penyelidikan. Pasalnya, Api Abadi Mrapen ini merupakan aset yang cukup berharga.

"Saya sudah perintahkan Divas ESDM melakukan penelitian dan penyelidikan terhadap padamnya api abadi itu. Selain itu diupayakan untuk kembali dipulihkan seperti sedia kala," kata Ganjar.

Padamnya Api Abadi Mrapen itu, ujar Ganjar Pranowo, diperkirakan karena adanya gangguan yang terjadi di sekitar lokasi tersebut, seperti ada yang membangun hingga tanpa sengaja merusak atau mengganggu jalur gas alam yang mengalir, sehingga mengakibatkan kebocoran dan api di pusat api Mrapen padam.

Meskipun padam saat ini, lanjut Ganjar, dia sangat optimis api dapat kembali dihidupkan. Hal itu setelah dilakukan perbaikan pada jalur gas menuju ke Mrapen tersebut.

"Petugas sedang melakukan penelitian untuk segera dilakukan perbaikan," pungkasnya. (OL-1)

Baca Juga

MI/Gabriel Langga

Menkop Teten Luncurkan Digitalisasi UMKM Kopdit Obor Mas

👤Gabriel Langga 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 21:12 WIB
Teten juga mengakui ada tiga problem dasar yang dialami oleh pelaku UMKM yang ketika memasukan produknya di market...
MI/Widjajadi

Legislator Nasdem Eva Yuliana Pantau Program E-Policing di Solo

👤Widjajadi 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 21:01 WIB
Politisi dari Dapil V Jawa Tengah ini berharap program inovatif telah diterapkan dan...
Dok MI

Global Exposure Penting Bagi Pengembangan SDM

👤Yoseph Pencawan 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 20:53 WIB
Global Exposure, terang Muryanto Amin, merupakan pengembangan mental yang berupaya meningkatkan pembangunan manusia berdasarkan pemahaman...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya