Sabtu 03 Oktober 2020, 08:12 WIB

PTPN 2 Masuk ke Pasar Gula Ritel

Yoseph Pencawan | Ekonomi
PTPN 2 Masuk ke Pasar Gula Ritel

MI/Yoseph Pencawan
Proses pengemasan gula di PTPN 2.

 

PT Perkebunan Nusantara II atau PTPN 2 memulai penetrasi ke pasar gula ritel nasional dengan meluncurkan produk kemasan 1 kg yang pada tahap awal menyasar konsumen dari kalangan pegawai BUMN dan warga sekitar perkebunan.

Seremoni peluncuran gula ritel kemasan 1 kg dilakukan SEVP Operational PTPN 2 Iwan Perangin Angin dan SEVP Bussiness Support PTPN 2 Sahriadi Siregar di Pabrik Gula Kwala Madu, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, Jumat (2/10).

Sejumlah pejabat PTPN 2 juga turut hadir pada kesempatan itu termasuk Komisaris Independen Bambang, Sekretaris Perusahaan Kennedy NP Sibarani, serta Kasubag Humas Sutan Panjaitan.

Baca juga: Pemerintah Harus Serius Dorong Penggunaan Produk Dalam Negeri

"Sampai dengan akhir tahun ini, PTPN 2 akan menghabiskan 140 ton sisa stok untuk memproduksi gula kemasan 1 kg," ungkap SEVP Operational ,PTPN 2 Iwan Perangin Angin sebelum peluncuran produk.

Dia optimistis gula bermerek Walini ini dapat diserap dengan baik karena PTPN 3 dan 4 akan membantu memasarkan.

Dia menjelaskan, di semua PTPN yang memproduksi gula, terhitung mulai triwulan III dan IV 2020 diminta holding untuk menyiapkan gula ritel.

Khusus untuk PTPN 2 sebenarnya dijadwalkan pada September. Tetapi, karena sempat menghadapi kendala pengemasan, maka baru dapat dilaksanakan mulai Oktober.

Iwan mengungkapkan, sampai dengan 2021, PTPN 2 menargetkan protas rata-rata pertanaman tebu sebanyak 72,64 ton per hektare.

"Potensi kita ada. Beberapa kebun yang kami perhatikan, target itu bisa kita capai," ujarnya.

General Manager Tanaman Semusim PTPN 2 Madian Triwahyudi mengatakan produksi dan pemasaran gula 1 kg ini adalah yang pertama kalinya bagi PTPN 2, begitu juga pabrik Kwala Madu sejak beroperasi pada 1984.

Produksi gula kemasan 1 kg ini merupakan kebijakan holding PTPN Group, dengan PTPN 2 dipercaya memenuhi gula konsumen sebanyak 50 ton per bulan.

Pada tahap awal, prioritas pemasaran gula yang dibanderol di bawah harga pasar itu ditujukan bagi para karyawan BUMN serta warga sekitar kebun dan pabrik.

Dia optimistis volume produksi tersebut dapat berjalan berkesinambungan karena memiliki lahan tebu yang memadai sebagai bahan baku, serta kapasitas mesin pabrik mencapai 900 kg per jam.

Selain itu, PTPN 2 juga masih akan melakukan penanaman tebu sampai akhir tahun ini. Penanaman dilakukan di bagian dari lahan HGU No 2 Kwala Bingei seluas 206,74 hektare dan HGU No. 3 Kwala Bingei dengan luas 1.530,71 hektare. (OL-1)

Baca Juga

Ist/Medcom.id

Indonesia kian Berpengaruh di Indo-Pasifik

👤Medcom.id/Ant/P-2 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 04:44 WIB
(Kedatangan Pompeo) ini ialah (bukti) balance di...
Medcom.id/Rakhmat Riyandi

Sinergi Diperlukan untuk Jadi Produsen Industri Halal Dunia

👤Iam/X-10 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 03:50 WIB
Ekspor produk Indonesia ke negara berpenduduk mayoritas muslim tidak dapat dilepaskan dari peran produsen produk halal Indonesia, khususnya...
AFP/JUSTIN SULLIVAN

Tesla Berencana Tambah 52 Pusat Layanan di 2021

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 23:45 WIB
Produsen mobil listrik itu telah memperluas jaringan pusat layanan dan Supercharger untuk mengimbangi armadanya yang terus...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya