Sabtu 03 Oktober 2020, 08:03 WIB

Bentrokan Armenia Azerbaijan Mengguncang Kawasan

Nur Aivanni | Fokus
Bentrokan Armenia Azerbaijan Mengguncang Kawasan

AFP/TOFIK BABAYEV/Vahan Stepanyan; 123rf
Seorang prajurit pasukan pertahanan diri Nagorno-Karabakh membawa senjata di wilayah Martakert, Azerbaijan, Selasa (7/7).

PERTEMPURAN antara Azerbaijan dan Armenia di Nagorno-Karabakh terus berlanjut. Peristiwa ini tetap terjadi meski seruan internasional untuk gencatan senjata telah dikumandangkan.

Armenia mencatat 104 kematian personel militer dan 23 warga sipil.

Kementerian pertahanan Azerbaijan mengatakan pasukannya telah menewaskan 2.300 tentara separatis Karabakh dan menghancurkan 130 tank, 200 unit artileri, 25 unit antipesawat, 5 depot amunisi, 50 unit antitank, 55 kendaraan militer.

Armenia mengklaim bahwa Azerbaijan kehilangan 130 tentara sementara 200 lainnya luka-luka. “Angkatan bersenjata Armenia menghancurkan 29 tank dan kendaraan lapis baja,” kata juru bicara kementerian pertahanan.

Pertempuran tersebut telah menimbulkan kekhawatiran internasional. Rusia, Prancis, dan Amerika Serikat yang menjadi mediator di Grup Minsk menyerukan gencatan senjata segera. PBB, Jerman, dan Inggris juga telah bergabung dengan seruan untuk berhenti bermusuhan.

Pengerahan senjata pertahanan buatan Rusia itu diungkap Kementerian Pertahanan Azerbaijan yang bersumber dari data intelijen. “Menurut informasi intelijen kami, sistem rudal antipesawat S-300 yang mempertahankan wilayah udara Yerevan telah dipindahkan dari tugas tempur dan bergerak ke arah wilayah pendudukan,” kata kepala layanan pers Kementerian Pertahanan Azerbaijan, Kolonel Vagif Dargahli, seperti dikutip Anadolu, Rabu (30/9).

Dia menegaskan bahwa sistem rudal itu akan bernasib sama dengan peralatan militer lainnya yang dihancurkan oleh tentara Azerbaijan di daerah Upper Karabakh.

Militer Armenia maupun pasukan yang mengontrol Nagorno-Karabakh belum mengonfirmasi laporan pengerahan sistem rudal S-300 buatan Rusia tersebut. Dargahli mengatakan bentrokan baru-baru ini sekali lagi telah mengungkap mitos bahwa tentara Armenia adalah kekuatan yang tak terkalahkan.

Dia mengatakan tentara Azerbaijan telah menetralkan satu tank Armenia lagi dalam pertempuran di sekitar Desa Goyarkh di Distrik Aghdara, Nagorno-Karabakh, yang diduduki Armenia.

Perwira itu mengatakan operasi Azerbaijan telah benar-benar mendemoralisasi resimen tentara Armenia di Madagiz. “Tentara mereka panik. Banyak dari mereka, termasuk (tentara) cadangan yang baru tiba, menolak ikut pertempuran dan meninggalkan daerah pertempuran,” kata Dargahli.

Parlemen Azerbaijan mengumumkan keadaan perang di beberapa daerah, dan pihak berwenang kemudian mengumumkan mobilisasi militer parsial.

Turki dan Rusia

Konflik tersebut semakin diperumit dengan masuknya Turki. Negara itu merupakan sekutu dekat Azerbaijan, yang mengakui kemerdekaan pada 1991.

Mantan Presiden Azerbaijan Heydar Aliyev pernah menggambarkan keduanya sebagai ‘satu bangsa dengan dua negara’. Keduanya berbagi budaya dan populasi. Bahkan dalam kepemimpinan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, ‘negeri sufi’ itu menjanjikan dukungan bangsanya untuk Azerbaijan.

Apalagi Turki tidak memiliki hubungan resmi dengan Armenia. Pada 1993 Turki menutup perbatasannya dengan Armenia untuk mendukung Azerbaijan selama perang di Nagorno-Karabakh.

Sebaliknya Armenia memiliki hubungan baik dengan Rusia. Ada pangkalan militer Rusia di Armenia, dan keduanya adalah anggota aliansi militer Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO).

Pada 2018, Armenia mengalami revolusi damai, menyapu rezim Serzh Sargysan dari kekuasaan. Kepemimpinan kini dijalankan oleh Perdana Menteri Nikol Pashinyan setelah pemilu bebas tahun itu.

Pashinyan setuju dengan Presiden Azerbaijan Ilham Aliev untuk mengurangi ketegangan dan mendirikan hotline militer pertama di antara kedua negara. Pada 2019, kedua negara mengeluarkan pernyataan yang menyatakan perlunya ‘mengambil tindakan konkret untuk mempersiapkan penduduk untuk perdamaian’.

Perang kedua negara menyalakan kembali kekhawatiran tentang stabilitas di Kaukasus Selatan. Apalagi daerah ini merupakan lokasi koridor pipa yang membawa minyak dan gas ke pasar dunia. (Nur/Aljazeera/CNBC/I-1)

Baca Juga

Antara

Semua Bisa pada Waktunya

👤MI/AGUNG WIBOWO 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 01:15 WIB
BERKEMBANGNYA teknologi digital telah merobohkan tembok yang selama ini menjadi penghalang akses informasi dan komunikasi bagi beberapa...
123RF

Berebut Jatah Bandwidth

👤 (Jek/M-4) 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 00:50 WIB
Penjatahan bandwidth menjadi isu tersendiri bagi para penyedia jasa layanan telekomunikasi di tengah meningkatnya penetrasi layanan...
123RF

Perlu Regulasi Spesifik Atur Layanan Streaming

👤FATHURROZAK 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 00:40 WIB
KEMENTERIAN Komunikasi dan Informatika sempat mencanangkan Rancangan Peraturan Menteri (RPM) Layanan Konten empat tahun...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya