Sabtu 03 Oktober 2020, 07:06 WIB

Bareskrim Periksa Rekening Petugas Kebersihan

Ykb/Medcom/P-5 | Politik dan Hukum
Bareskrim Periksa Rekening Petugas Kebersihan

Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono

 

BARESKRIM Polri tengah memeriksa rekening petugas cleaning service Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait dengan penyidikan pelaku pembakaran gedung utama Kejagung. Petugas kebersihan itu disebut memiliki rekening sampai Rp100 juta.

“Kemarin beberapa waktu yang lalu Bareskrim turun untuk ke bank yang bersangkutan meminta rekening koran yang bersangkutan,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, kemarin.

Awi mengatakan penyidik tidak langsung memercayai isu yang beredar tentang kepemilikan uang Rp100 juta. Polisi, kata dia, harus memastikan ke pihak bank.

“Kita ini membangun konstruksi hukum adalah berdasarkan fakta-fakta hukum, fakta-fakta di lapangan yang kita temukan. Jadi, kita tidak
bisa istilahnya (informasi di luar) dengan demikian kita langsung kaitkan,” ungkap Awi.

Awi menyebut polisi juga tidak bisa langsung menuduh petugas kebersihan itu terlibat dalam pembakaran gedung Kejagung walau dia memiliki uang dengan jumlah yang tidak sesuai dengan pendapatan.

“Itu perlu pendalaman, harus ada fakta-fakta hukumnya, harus ada benang merahnya yang masuk bukti-bukti dan alat bukti yang kita kumpulkan untuk menuduh seseorang itu terlibat atau tidak terlibat dalam kasus itu,” papar Awi.

Meski demikian, Awi mengaku polisi juga tidak tutup telinga dengan informasi yang beredar. Menurut dia, informasi yang beredar bisa menjadi bekal polisi dalam mengusut pelaku pembakar gedung Kejagung.

“Apa pun informasi yang ada dari luar, masukan-masukan dari luar, tentunya itu menjadi masukan untuk tim penyidik mendalami dan ada kaitannya atau tidak,” tutur Awi.

Sebelumnya, pada rapat DPR, anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan meminta klarifikasi soal petugas cleaning service yang menjadi saksi insiden kebakaran di Gedung Utama Kejagung. Pasalnya, petugas itu memiliki akses ke lantai 6 Gedung Utama Kejagung, yang kebetulan menjadi titik awal kebakaran. Selain itu, terdapat informasi bahwa petugas itu selalu didampingi anak buah mantan jaksa agung muda (JAM) dalam setiap pemeriksaannya.

Sebagaimana diketahui, kebakaran yang terjadi di Kejaksaan Agung pada Sabtu (22/8) malam itu berasal dari lantai 6 dan diduga disebabkan open flame (nyala api terbuka). Pelaku nantinya bakal dijerat dengan Pasal 187 KUHP dan/atau 188 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal kurungan penjara selama 15 tahun. (Ykb/Medcom/P-5)

Baca Juga

ANTARA/Teguh prihatna

Kemendagri Tegur 67 Pemda Terkait Pelanggaran Netralitas ASN

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 01 November 2020, 06:17 WIB
Kepala Daerah yang tidak menindaklanjuti rekomendasi tersebut akan dikenai sanksi, mulai dari sanksi moral hingga hukuman...
Dok.MI/Rommy

Kasus Siti Fadilah Jadi Pembelajaran

👤Cah/Ant/P-1 🕔Minggu 01 November 2020, 05:10 WIB
Menteri kesehatan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu diserahterimakan dari pihak Rutan Kelas I Pondok Bambu ke kuasa hukumnya, yakni...
MI/Ramdani

Kreativitas Penting untuk Atasi Krisis Pangan

👤Cah/P-1 🕔Minggu 01 November 2020, 05:00 WIB
Ibu Megawati memberikan perhatian terhadap alam dan tanaman. Melalui gerakan menanam pohon kepada para kepala daerah yang berasal dari PDIP...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya