Sabtu 03 Oktober 2020, 02:10 WIB

Rusia dan Turki Koordinasi Stabilkan Nagorno-Karabakh

Haufan Hasyim Salengke | Internasional
Rusia dan Turki Koordinasi Stabilkan Nagorno-Karabakh

AFP
Warga Azeri menyambut prajurit Azerbaijan yang mengendarai truk militer melalui Kota Beylagan untuk menuju medan perang

 

RUSIA mengatakan, Kamis (1/10), Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov dan mitranya dari Turki Mevlut Cavusoglu telah mengonfirmasi dalam panggilan telepon mereka siap untuk ‘berkoordinasi erat’ guna menstabilkan situasi di Nagorno-Karabakh.

Kementerian Rusia mengatakan keduanya mengonfi rmasi kesiapan untuk koordinasi yang erat dari tindakan Rusia dan Turki untuk menstabilkan situasi dengan tujuan mengembalikan penyelesaian konflik Nagorno-Karabakh kesaluran pembicaraan damai.

Sebelumnya Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres telah mendesak Azerbaijan dan Armenia untuk segera mengakhiri bentrokan bersenjata di wilayah NagornoKarabakh. Departemen Luar Negeri Amerika Serikat dalam sebuah pernyataan juga meminta kedua negara untuk segera mengakhiri bentrokan.

“Amerika Serikat khawatir dengan laporan aksi militer skala besar di sepanjang Garis Kontak di zona konfl ik Nagorno-Karabakh yang telah mengakibatkan korban jiwa yang signifikan, termasuk warga sipil. Kami menyampaikan belasungkawa kami kepada keluarga mereka yang tewas dan terluka,” kata pernyataan itu.

Rusia telah meminta Azerbaijan dan Armenia untuk segera mengakhiri bentrokan di wilayah Nagorno-Karabakh yang diduduki. “Kami menyerukan para pihak untuk segera menghentikan tembakan dan memulai negosiasi guna menstabilkan situasi,” kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan, Minggu lalu.

Hubungan antara kedua nega ra bekas Soviet itu tegang sejak 1991 ketika militer Armenia menduduki Upper Karabakh atau wilayah Nagorno-Karabakh, wilayah Azerbaijan yang diakui secara internasional.

Empat Dewan Keamanan PBB dan dua resolusi Majelis Umum PBB serta banyak organisasi internasional menuntut penarikan pasukan pendudukan Armenia. OSCE Minsk Group diketuai bersama oleh Prancis, Rusia dan AS dibentuk pada 1992 untuk menemu kan solusi damai untuk konflik tersebut, tetapi tidak berhasil.


Tidak miliki peran

Turki mengatakan tiga kekuatan OSCE Minsk Group tidak memiliki peran dalam negosiasi perdamaian antara Armenia dan Azerbaijan.

OSCE Minsk Group diketuai bersama oleh Prancis, Rusia, dan Amerika Serikat dibentuk pada 1992 untuk menemukan solusi damai untuk konflik tersebut, tetapi tidak berhasil. Namun, gencatan senjata disepakati pada 1994.

“Hal ini mengingat AS, Rusia, dan Prancis telah mengabaikan masalah ini selama hampir 30 tahun, tidak dapat diterima mereka terlibat dalam pembicaraan solusi gencatan senjata,” kata Presiden Recep Tayyip Erdogan kepada parlemen Turki, Kamis (1/10), tak lama sebelum pernyataan bersama dirilis.

Erdogan mengatakan gencatan senjata yang langgeng hanya dapat dicapai jika Armenia yang men duduki wilayah Azerbaijan menarik diri dari area yang disengketakan. Sementara itu, OIC Youth Indonesia menanti langkah nyata pemerintah Indonesia untuk mengambil peran mendamaikan negara-negara muslim yang berkonflik, seperti Kashmir (India-Pakistan), Rohingya (Myanmar), dan Nagorno-Karabakh (Armenia-Azerbaijan), selain Palestina tentunya.

Sekretaris Jenderal OIC Youth Indonesia, Astrid Nadya Rizqita, me yoroti peran Indonesia yang masih sangat minim dalam masalah sejenis. Padahal, keanggotaan Indonesia sebagai DK PBB terbilang singkat yang hanya sampai 2020 dari 2018.

“Indonesia harusnya turun tangan sebagai solusi perdamaian sehingga ketegangan tidak berlarut-larut sebagaimana agresi oleh Armenia terhadap Azerbaijan pada Juli 2020 lalu,” ujarnya, diku tip Jumat (2/10). (Ahramonline/DW/I-1)
 

Baca Juga

BPMI Setpres

Jokowi: Kunjungan PM Suga Bawa Harapan di Tengah Pandemi

👤Andhika Prasetyo 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 22:07 WIB
"Kunjungan PM Yoshihide Suga merefleksikan komitmen bersama untuk terus memperkokoh kemitraan strategis antara Jepang dan...
Biro Pers Sekretariat Presiden

Jepang Kucurkan Bantuan Rp7 Triliun untuk Penanganan Korona

👤Andhika Prasetyo 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 19:36 WIB
Selain meminjamkan dana segar, pemerintah Jepang juga akan memberikan bantuan peralatan medis guna memperkuat lembaga pengkajian kesehatan...
Ilustrasi

520 Juta Jarum Suntik Diamankan UNICEF

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 18:35 WIB
Pengadaan tersebut merupakan bagian dari dorongan yang lebih luas untuk mengakumulasi 1 miliar jarum suntik sampai 2021 untuk membantu...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya