Jumat 02 Oktober 2020, 23:18 WIB

RUU Cipta Kerja Diharapkan Urai Persoalan Ketenagakerjaan

M. Ilham ramadhan Avisena | Ekonomi
RUU Cipta Kerja Diharapkan Urai Persoalan Ketenagakerjaan

MI/M. Irfan
Pembahasan RUU Cipta Kerja di Badan Legislasi DPR

 

KEBERADAAN Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja diharapkan bisa mengurai kompleksitas persoalan ketenagakerjaan di Tanah Air. Pandemi covid-19 dapat menjadi momentum untuk melakukan pembenahan dan penataan ulang atas berbagai persoalan di sektor ekonomi sehingga Indonesia tak kehilangan momentum untuk bangkit pascapandemi.

"RUU Cipta Kerja juga dirancang untuk menjadi solusi bagi persoalan fundamental yang menghambat transformasi ekonomi nasional, seperti obesitas regulasi, rendahnya daya saing, dan terus meningkatnya angkatan kerja yang membutuhkan lapangan kerja baru," tutur Susiwijono Moegorso, Sekretaris Kementerian Koordinator Perekonomian, Jumat (2/10).

"Jika sudah disahkan menjadi undang-undang dan berlaku efektif, UU Cipta Kerja diharapkan bisa memberikan kepastian dan kecepatan perizinan investasi, serta adanya kepastian hukum," sambung Susiwijono.

Ia mengatakan, Pemerintah menargetkan RUU Cipta Kerja bisa menjadi jalan bagi perbaikan drastis struktur ekonomi nasional sehingga bisa meraup angka pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,7% hingga 6%, melalui penciptaan lapangan kerja di kisaran 2,7 hingga 3 juta per tahun untuk menampung 9,29 juta orang yang tidak dan belum bekerja.

Dari RUU Cipta Kerja pula diharapkan akan terjad peningkatan kompetensi pencari kerja dan kesejahteraan pekerja, peningkatan produktivitas pekerja, yang berpengaruh pada peningkatan investasi dan pertumbuhan ekonomi. Produktivitas Indonesia saat ini di angka 74,4%, masih berada di bawah rata-rata negara ASEAN yang 78,2%.

Baca juga : DPR Tegaskan Tidak akan Tunda Pengesahan Omnibus Law RUU Ciptaker

Selain itu diharapkan pula RUU Cipta Kerja membawa peningkatan investasi sebesar 6,6% hingga 7,0% guna membangun usaha baru maupun mengembangkan usaha existing. Dus, diperkirakan akan menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan pekerja sehingga akan mendorong peningkatan konsumsi di level 5,4% hingga 5,6%.

Lalu, RUU Cipta Kerja juga dinilai dapat memberdayakan UMK-M dan Koperasi yang mendukung peningkatan kontribusi UMKM terhadap PDB menjadi 65% dan peningkatan kontribusi Koperasi terhadap PDB menjadi 5,5%.

"Tanpa pembenahan mendasar struktur ekonomi nasional yang dilakukan melalui RUU Cipta Kerja, risiko-risiko yang mengancam ekonomi Indonesia di masa mendatang seperti lapangan kerja akan pindah ke negara lain yang lebih kompetitif, daya saing pencari kerja relatif rendah dibanding negara lain, penduduk yang tidak atau elum bekerja akan semakin tinggi, dan Indonesia terjebak dalam middle income trap," urai Susiwijono.

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), per Februari 2020 jumlah angkatan kerja Indonesia tercatat sebanyak 137,91 juta orang. Dari jumlah itu, yang terserap lapangan kerja sebanyak 131,01 juta orang sementara 6,88 juta lainnya masih menganggur. Sedangkan 39,44 juta dari total orang yang bekerja merupakan pekerja paruh waktu dan setengah menganggur.

Oleh karenanya, RUU Cipta Kerja dinilai sebagai terobosan regulasi yang dapat mengurai masalah ketenagakerjaan yang makin kompleks dan mempermudah investasi. Setiap investasi diharapkan bisa membuka lapangan kerja baru, sehingga bisa menyerap angkatan kerja yang ada. (OL-7)

Baca Juga

DOK MANDIRI SYARIAH

BI Dorong Penggunaan Wakaf Lintas Negara untuk Bangun Ekonomi

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 08:29 WIB
Bank Indonesia (BI) menilai, wakaf yang tertata dengan baik dan didukung oleh teknologi diharapkan dapat mendorong mobilisasi dana...
Dok Kementan

PUPR Pastikan Irigasi di Food Estate Kalteng Mengalir Baik

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 08:16 WIB
Pengembangan food estate di Kalteng untuk tanaman padi di lahan aluvial seluas 165.000 hektare (Ha) yang merupakan lahan eks-Pengembangan...
Ist/Kementan

Kementan Apresiasi Ekspor Perdana Telur Tetas oleh CJ PIA

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 08:03 WIB
Ekspor yang dilakukan PT CJ PIA ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengembangkan ekspor komoditas...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya