Jumat 02 Oktober 2020, 22:41 WIB

Cegah Covid-19, Jaga Imunitas Tubuh dengan Olahraga & Asupan Gizi

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Cegah Covid-19, Jaga Imunitas Tubuh dengan Olahraga & Asupan Gizi

Antara/fauzan
Warga berolahraga di alun-alun Kota tangerang untuk mendapatkan imunitas tubuh di tengah pandemi Covid-19

 

SEKRETARIS Tim Mitigasi Dokter dalam Pandemi Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dr Ekasakti Octohariyanto memprediksi, kasus pandemi Covid-19 di Indonesia masih panjang. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat untuk menjaga diri dengan meningkatkan imunitas atau sistem kekebalan tubuh.

"Karena pandemi ini masih panjang, fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan masih seperti ini, jumlahnya terbatas. Kita berusaha semaksimal mungkin, tetapi kalau kita tidak menjaga diri ya bisa jadi masuk ke ranah yang sakit. Masuk ke rumah sakit dan meninggal sekarang sudah banyak, jadi harus menjaga diri agar tidak sakit," kata Eka di Gedung Graha BNPB, Jakarta, Jumat (2/10).

Menurutnya, tubuh manusia adalah konstruksi yang paling cerdas. Tanpa ada penambahan suplemen atau vitamin, asalkan melakukan kegiatan berolahraga yang sesuai, makan makanan yang memenuhi kebutuhan gizi, dan berpikir positif secara otomatis sistem kekebalan tubuh akan meningkat.

"Jadi selain aktivitas fisik, dan makanan yang bergizi perlu dijaga, kita juga harus siap-siap berpikir positif karena perjalanan kita masih panjang," sebutnya.

Eka menyarankan masyarakat untuk melakukan aktivitas olahraga, setidaknya tiga kali sepekan dalam waktu 30 menit agar denyut nadi meningkat. Olahraga itu, juga diluar aktivitas fisik yakni berjalan setiap harinya.

Baca juga : Tarif Batas Atas Pemeriksaan PCR Rp900 Ribu

"Kita tahu ada makanan yang disebut junk food, ada juga yang terlalu banyak mengandung gula. Itu akan mengakibatkan kelainan metabolisme tubuh. Jadi asupan gizi dari makanan harus sesuai," lanjutnya

Dia menambahkan, seseorang perlu memperhitungkan usia dalam menentukan kebutuhan asupan gizi tubuh. Tubuh manusia sebenarnya tidak memerlukan terlalu banyak karbohidrat. Karena itu, dia menyarankan cukup makan nasi dua atau tiga kali sehari.

"Nasi yang kita makan sebenarnya akan menjadi gula. Karena itu sebenarnya kita tidak memerlukan tambahan gula dari kopi atau teh yang manis karena akan terlalu banyak gula. Kalau memang suka minum kopi atau teh dengan gula, ya, kadar nasinya dikurangi," lanjutnya.

Selain nasi sebagai sumber karbohidrat, asupan gizi dari makanan juga harus mengandung protein. Karena itu, Eka menyarankan jangan hanya makan nasi dengan lauk seadanya. Selain itu, tubuh juga memerlukan asupan lemak.

"Tetapi jangan terlalu banyak mengonsumsi gorengan karena mengandung asam lemak tidak jenuh yang susah diurai dan jadi sumber penyakit. Harus seimbang kalau perlu tambah dengan susu atau vitamin sebagai asupan suplemen itu tidak masalah, malahan bagus ya," pungkasnya. (OL-7)

Baca Juga

ANTARA FOTO/FB Anggoro

Faskes Diminta Patuhi Ketentuan Tarif Swab Tes

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 11:14 WIB
Fasilitas kesehatan pun sudah diingatkan berkali-kali agar mematuhi ketentuan soal harga tes usap...
ANTARA/Muhammad Iqbal

BATAN Kembangkan Radioisotop dan Radiofarmaka untuk Kesehatan

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 10:18 WIB
Kebutuhan dalam negeri terhadap radioisotop dan radiofarmaka, saat ini, terus meningkat seiring dengan berkembangnya pemanfaatan iptek...
MI/ANDRI WIDIYANTO

Macet Sejak Lama, Tunjangan Kinerja Karyawan TVRI Akhirnya Turun

👤Syarief Oebaidillah 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 09:01 WIB
Setelah berjuang selama tiga bulan, Direktur Utama TVRI Iman Brotoseno berhasil menyelesaikan tunggakan tunjangan kinerja karyawannya...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya