Jumat 02 Oktober 2020, 14:10 WIB

PBSI Antisipasi Padatnya Turnamen di Musim Depan

Rifaldi Putra Irianto | Olahraga
PBSI Antisipasi Padatnya Turnamen di Musim Depan

ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA
Pebulu tangkis ganda putra Fajar Alfian (kanan) dan Muhammad Rian Ardianto berlatih jelang All England 2020.

TAHUN depan dipastikan akan menjadi musim yang sangat sibuk bagi olahraga bulu tangkis. Pasalnya, Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) telah menunda sejumlah kejuaraan tahun ini ke 2021. Misalnya, Piala Thomas & Uber, juga turnamen seri Asia yang terdiri dari turnamen Asia Open I, Asia Open II dan World Tour Finals.

Selain itu, penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020 juga diundur ke pertengahan  2021. Pada kalender BWF juga tertera dua kejuaraan penting yang dijadwalkan digelar 2021 yaitu Piala Sudirman dan kejuaraan dunia.

Baca juga: Turnamen Bulu Tangkis Tertua All England Alami Krisis Finansial

Kendati BWF belum menetapkan tanggal pasti terkait jadwal turnamen untuk musim 2021, Sekretaris Jenderal BWF Thomas Lund mengatakan bukan tidak mungkin untuk menyelenggarakan major events tersebut di tahun depan.

"Ini merupakan tantangan buat kami, tapi kami yakin bahwa semuanya mungkin. Kami akan mengatur ulang jadwal dan kalender kejuaraan tahun depan untuk membuat event-event ini bisa dilangsungkan," ujar Lund dalam keterangan resminya.

"Kami tidak bisa menjanjikan apapun pada 2021, meskipun sudah banyak prediksi seperti adanya vaksin, bagaimana dunia akan berjalan normal kembali tahun depan. Inilah yang kami monitor terus sehingga kami bisa merencanakan berbagai skenario dan pilihan untuk menyelenggarakan turnamen sesegera mungkin," imbuhnya.

Sementara itu, PBSI mengantisipasi padatnya kalender kejuaraan pada 2021 dengan menentukan apa saja yang menjadi goal utama. Penerapan skala prioritas juga berlaku dalam pengiriman pemain ke turnamen.

"Banyak turnamen yang tidak memungkinkan untuk dilaksanakan tahun ini dan kami menghargai keputusan BWF karena pertimbangan utama pasti kesehatan dan keselamatan atlet," jelas Susy dalam keterangan pers yang diterima.

"Antisipasi dari PBSI adalah pengaturan penetapan target dan pengiriman pemain, mana saja yang harus diutamakan. Terutama mereka yang masih butuh poin ke olimpiade, tentu akan beda dengan mereka yang sudah amankan ke olimpiade, seperti Kevin (Sanjaya Sukamuljo)/Marcus (Fernaldi Gideon), misalnya," tuturnya.

Susy juga mengatakan bahwa para atlet pun harus mengantisipasi padatnya jadwal pertandingan di tahun depan dengan menjaga kondisi dan mempersiapkan diri sebaik mungkin khususnya jelang turnamen-turnamen penting tahun depan.

Jika diurutkan, prioritas utama PBSI saat ini adalah olimpiade, Piala Thomas & Uber, Piala Sudirman serta kejuaraan dunia dan All England. (Rif/PBSI/A-1)

Baca Juga

AFP

Juara Dunia 100 Meter, Coleman Terancam Absen di Olimpiade Tokyo

👤Rifaldi Putra Irianto 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 15:47 WIB
Juara dunia lari 100 meter Christian Coleman terancam absen pada Olimpiade Tokyo 2021, setelah Unit Integritas Atletik menetapkan bahwa ia...
AFP/HELMUT FOHRINGER / APA

Djokovic Sebut Bintang Tenis Generasi Berikutnya Telah Tiba

👤Rifaldi Putra Irianto 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 10:58 WIB
Djokovic menyebut nama-nama seperti Alexander Zverev, Stefanos Tsitsipas, Jannik Sinner, dan Andrey Rublev sebagai para...
ANTARA/GALIH PRADIPTA

Ajak Anak Muda Hidup Sehat dengan Lomba Lari dan Bersepeda

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 09:20 WIB
Ajang yang terbuka untuk umum dan gratis itu dibagi menjadi 2 kategori, yakni kategori lari dengan minimum jarak tempuh 42 km dan sepeda...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya