Jumat 02 Oktober 2020, 16:43 WIB

Penyaluran Bansos di DKI Masih Bermasalah di Lapangan

Hilda Julaika | Politik dan Hukum
Penyaluran Bansos di DKI Masih Bermasalah di Lapangan

ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Penyaluran bansos di kantor sekretariat RW 03 Kelurahan Pela Mampang, Jakarta

 

PERKUMPULAN Inisiatif masih menemukan penyaluran bantuan sosial (bansos) warga DKI Jakarta bermasalah di lapangan. Ari Nurman dari Perkumpulan Inisiatif telah melakukan sejumlah monitoring pelaksanaan bansos di lapangan.

Pihaknya menemukan masih terjadi penyaluran bansos tidak tepat sasaran hingga isi bansos tak cukup memenuhi kebutuhan satu keluarga selama PSBB. “Bansos memang respon cepat pemerintah, ini kita hargai. Namun, responnya belum sempurna alias masih banyak permasalahan di lapangan. Sekarang bahkan teknis penyaluran bansos langsung ke rumah sudah semakin berkurang hanya 30-40% saja,” kata Ari dalam diskusi secara virtual, Jumat (2/10).

Lebih lanjut dipaparkan, pihaknya menemukan masih adanya duplikasi bansos di lapangan. Ia menyebutkan masih ada 50% warga yang mendapatkan bansos lebih dari dua jenis. Bisa dari bansos PSBB, Bantuan Presiden (Banpres), atau dari Kementerian Sosial (Kemensos). Namun, hal ini justru menyebabkan banyak warga yang tak kebagian hak perlindungan sosialnya ini.

Temuan berikutnya dari isi bantuan yang perlu disoroti. Karena isi dari bansos tak sesuai dengan kebutuhan saat pandemi. Misalnya hanya ada satu sabun untuk satu keluarga dalam saru masa bansos sehingga tentu saja ini tidak cukup. Dari bahan makanan yang ada di bansos pun disebut tidak memperkuat imun tubuh karena hanya berisi kandungan karbohidrat, lemak, dan sedikit protein.

“Jadi dari segi isi ini inim memperkuat tubuh karena hanya karbohidrat, lemak dan sedikit protein gak ada vitamin. Jumlah sebagian besar bansosnya itu kurang isinya dan habis dalam kurang dari sepekan saja,” keluhnya.

Sementara itu, warga DKI pun diketahui lebih memilih untuk mendapatkan uang cash yang ditransfer ke rekening masing-masing. Pilihan ini lebih diambil bila dibandingkan bantuan dalam bentuk bansos sembako.

Sehingga ia meminta Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan evaluasi penyaluran bansos ini. Seperti melakukan perbaikan basis data penyaluran bansos, rutin memperbaharui data penerima, hingga memastikan bansos ini harus sesuai dengan kebutuhan warga. Dengan begitu program PSBB bisa berhasil dan berkontribusi dalam penekanan aksus covid-19. (OL-4)

Baca Juga

ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Anggota Wantimpres Mardiono Pastikan Calonkan Diri Jadi Ketum PPP

👤Fachri Audhia Hafiez 🕔Minggu 01 November 2020, 08:15 WIB
Mardiono mengaku masih harus mempersiapkan diri sebelum melakukan konsolidasi, khususnya melapor ke Presiden Joko Widodo...
ANTARA/Teguh prihatna

Kemendagri Tegur 67 Pemda Terkait Pelanggaran Netralitas ASN

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 01 November 2020, 06:17 WIB
Kepala Daerah yang tidak menindaklanjuti rekomendasi tersebut akan dikenai sanksi, mulai dari sanksi moral hingga hukuman...
Dok.MI/Rommy

Kasus Siti Fadilah Jadi Pembelajaran

👤Cah/Ant/P-1 🕔Minggu 01 November 2020, 05:10 WIB
Menteri kesehatan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu diserahterimakan dari pihak Rutan Kelas I Pondok Bambu ke kuasa hukumnya, yakni...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya