Jumat 02 Oktober 2020, 15:00 WIB

Kementan Aktivasi KostraTani di Food Estate Kalteng

Surya Sriyanti | Nusantara
Kementan Aktivasi KostraTani di Food Estate Kalteng

Dok: Pusluhtan
Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi dan Kapusluh Leli Nuryati bersama penyuluh di BPP Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau, Kalteng

 

BADAN Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) bergerak cepat mendukung peningkatan kapasitas SDM pertanian, khususnya penyuluh pertanian pada Balai Penyuluhan Pertanian selaku pengusung Komando Strategis Pembangunan Pertanian (KostraTani).

Apalagi, olah tanah seluas 1.474 hektar dan salur benih untuk 1.921 hektar pada lima kecamatan di Kabupaten Pulang Pisau oleh Kementerian Pertanian RI telah rampung pada September 2020. Guna mendukung program lumbung pangan (food estate) di Provinsi Kalimantan Tengah.

Begitu pula target tanam di Kabupaten Kapuas mulai Oktober 2020, targetnya 9.541 hektar dan 10.459 hektar pada November mendatang untuk Food Estate Kalteng.

Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi memimpin langsung aktivasi BPP Kahayan Hilir bersama Wakil Bupati Pulang Pisau, Pudjirustati Narang di Pulang Pisau, Kamis (1/10) .

Pada hari yang sama, Dedi Nursyamsi melanjutkan aktivasi KostraTani di Kabupaten Kapuas, yakni BPP Kapuas Timur dan BPP Tamban Catur setelah audiensi dengan Wakil Bupati Kapuas, Nafiah Ibnor di Kapuas, dalam keterangan persnya, Jumat (2/10) .

Langkah tersebut sejalan instruksi dan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo adalah program pemerintah pusat, untuk menjaga ketahanan pangan, mengantisipasi terganggunya produksi pertanian, penurunan daya beli masyarakat terhadap produk pertanian dan terganggunya distribusi pangan.

"Pengembangan Food Estate Kalteng bukan program sembarangan, tetapi upaya serius pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan nasional," kata Mentan Syahrul saat meninjau progress penyiapan lahan food estate di Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, beberapa waktu lalu.

Dedi Nursyamsi mengatakan KostraTani dan Food Estate Kalteng adalah program prioritas Kementan, sangat penting sebagai transformasi untuk membangun pertanian dari hulu ke hilir

"Pemerintah selalu berpihak kepada petani dengan berbagai program yang sangat mendukung mereka. Untuk itu, diperlukan sinergi dan dukungan dari berbagai pihak," kata Dedi Nursyamsi didampingi Kepala Pusat Penyuluhan
Pertanian (Pusluhtan BPPSDMP) Leli Nuryati.

Menurut Wakil Bupati Pudjirustati Narang, Pulang Pisau lahan luas yang siap tanam 148.000 hektar sementara untuk food estate tahap pertama seluas 19.000 hektar dan tahap berikutnya 56.000 hektar.

"Kami ucapkan terima kasih kepada Kementan yang sudah membuat petani semakin mencintai profesinya," kata Pudjirustati didampingi Kadistan Slamet Untung.

Wakil Bupati Nafiah Ibnor mengatakan potensi lahan sawah di Kapuas mencapai 164.000 hektar. Kapasitas produksi maksimal delapan ton per hektar dari varietas Hibrida. Konsep pertanian bergerak dari konvensional menuju modern. Memanfaatkan Alsintan sehingga indeks pertanaman (IP) meningkat dari IP200 menjadi IP300.

"Secara khusus kami menyambut gembira kehadiran Kostratani di Kapuas. Program ini tentu akan bagus bagi pertanian Kapuas, apalagi Food Estate mulai dijalankan," kata Nafiah Ibnor saat menerima kunjungan Dedi Nursyamsi didampingi Kapusluh Leli Nuryati.

Dedi Nursyamsi mengatakan food estate dan KostraTani akan membuat pertanian di daerah, khususnya Pulang Pisau dan Kapuas siap menyongsong pertanian maju, mandiri dan modern.

"KostraTani simbol kedaulatan pangan Indonesia. Program ini mengoptimalkan peran penyuluh pertanian beserta seluruh elemen petani," ujarnya.

KostraTani mengusung lima peran yakni pusat dari data dan informasi, gerakan pembangunan, pembelajaran, konsultasi agribisnis dan pengembangan kemitraan pertanian.

"Semua harus tahu kalau Kostratani dan food estate menjadi program super prioritas. Sangat penting untuk membangun pangan dari hulu sampai hilir. Kehadiran Kostratani dan food estate menjadi bentuk transformasi pertanian. Muaranya tentu menaikan produktivitas. Kami optimistis target itu akan tercapai. Optimistis itu modal penting," kata Dedi. (OL-13)

Baca Juga: Tito Dorong Paslon Manfaatkan Covid-19 untuk Gaet Pemilih

Baca Juga

 ANTARA FOTO/Arnas Padda

Kasus Covid-19 di Sulsel Mulai Tinggalkan Zona Merah

👤Lina Herlina 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 11:35 WIB
Kasus covid-19 di Sulawesi Selatan memang mulai membaik, karena telah meninggalkan zona merah  namun warga harus tetap mematuhi...
MI/Kristiadi

Tiga Alat Deteksi Dini Longsor Rusak, Warga Harus Siaga

👤Akhmad Safuan 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 11:12 WIB
Ada tiga alat peringatan dini untuk tanah bergerak dalam keadaan rusak, maka saat hujan datang diharapkan warga tinggal di perbukitan di...
MI/Denny Susanto

Bambu Produk HHBK yang Menjanjikan

👤Denny Susanto 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 10:31 WIB
Dinas Kehutanan Kalsel telah mengembangkan sekitar 16 jenis Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) seperti berbagai jenis madu, olahan bambu (tusuk...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya