Jumat 02 Oktober 2020, 14:45 WIB

Komoditas Pertambangan Alami Tren Positif karena Permintaan Global

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Komoditas Pertambangan Alami Tren Positif karena Permintaan Global

MI/Deny Susanto
Aktivitas alat berat di area pertambangan di Kalimantan Timur beberapa waktu lalu.

 

KEMENTERIAN Perdagangan menyebut komoditas produk pertambangan menunjukkan tren positif di tengah pandemi Covid-19. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Didi Sumedi menuturkan, penyebab meningkatnya komoditas produk pertambangan karena adanya permintaan dunia yang meningkat.

Didi menjelaskan, kondisi tersebut memengaruhi harga penetapan Harga Patokan Ekspor (HPE) produk pertambangan yang dikenakan bea keluar (BK) untuk periode Oktober 2020. Ketentuan ini ditetapkan dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 76 Tahun 2020 pada 30 September 2020.

Baca juga: H&M bakal Tutup Ratusan Gerai di Seluruh Dunia

“HPE produk pertambangan periode Oktober 2020 mengalami fluktuasi, antara lain komoditas konsentrat tembaga, konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat timbal, konsentrat seng, konsentrat pasir besi, konsentrat ilmenite, dan bauksit yang telah dilakukan pencucian mengalami kenaikan dibandingkan periode bulan lalu," ungkap Didi dalam keterangan resmi, Jumat (2/10).

Sejumlah produk pertambangan yang dikenakan BK adalah konsentrat tembaga, konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat pasir besi, pellet konsentrat pasir besi, konsentrat mangan, konsentrat timbal, konsentrat seng, konsentrat ilmenit, konsentrat rutil, dan bauksit yang telah dilakukan pencucian.

Didi menuturkan, perhitungan harga dasar HPE untuk komoditas konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat pasir besi, konsentrat mangan, konsentrat ilmenit, dan konsentrat rutil bersumber dari Asian Metal dan Iron Ore Fine Australian. Sementara itu, konsentrat tembaga, pellet konsentrat pasir besi, konsentrat timbal, konsentrat seng, dan bauksit bersumber dari London Metal Exchange (LME).

Dibandingkan periode sebelumnya, Didi menyampaikan, produk pertambangan yang mengalami kenaikan harga rata-rata pada periode Oktober 2020 adalah konsentrat tembaga dengan harga rata-rata sebesar US$ 2.903,62 atau naik sebesar 1,91% dan konsentrat besi (hematit, magnetit) dengan harga rata-rata sebesar US$ 110,14 atau naik 10,48%.

Ada pula konsentrat besi laterit (gutit, hematit, magnetit) dengan harga rata-rata sebesar US$ 56,28 atau naik sebesar 10,48%, konsentrat timbal dengan harga rata-rata sebesar US$ 792,89 atau naik sebesar 2,79%,konsentrat seng dengan harga rata-rata sebesar USD 643,04 atau naik sebesar 16,82%. Bauksit yang telah dilakukan pencucian (washed bauxite) dengan harga rata-rata sebesar US$ 23,62 atau naik sebesar 2,97%.

Sementara itu, Didi juga menjelaskan, produk yang mengalami penurunan dibandingkan HPE periode sebelumnya adalah konsentrat mangan dengan harga rata-rata sebesar US$ 211,43 atau turun sebesar 0,70% dan konsentrat rutil dengan harga rata-rata sebesar US$ 856,09 atau turun sebesar 0,03%. Adapun pellet konsentrat pasir besi (lamela, magnetit, ilmenit) dengan harga rata-rata US$ 117,98 tidak mengalami perubahan. (OL-6)

Baca Juga

Ciputra Group

Serah Terima Unit, Pengembang Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

👤Heryadi 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 13:12 WIB
Serah terima unit apartemen pengembang di Ciputra Group dilakukan dengan tetap mengikuti protokol kesehatan sesuai anjuran Pemprov DKI...
Antara/Ari Bowo Sucipto

Bangun Talenta Kaum Muda

👤Despian Nurhidayat 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 11:28 WIB
Daya saing pemuda Indonesia harus kuat sebagai generasi pemimpin masa depan serta andal dan unggul di negeri sendiri dan...
MI/Akhmad Safuan

UU Cipta Kerja Bidang Pelayaran Tingkatkan Daya Saing Kemaritiman

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 10:19 WIB
Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr. Marsetio, menyebut UU Cipta Kerja Bidang Pelayaran akan mampu mempercepat kemajuan di sektor...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya