Jumat 02 Oktober 2020, 13:45 WIB

Bank Indonesia Dorong Dimulainya Pertanian Digital di Kupang

Palce Amalo | Nusantara
Bank Indonesia Dorong Dimulainya Pertanian Digital di Kupang

MI/PALCE AMALO
Seorang petani membajak sawah menggunakan traktor di Persawahan Oepoi, Kota Kupang, Nusa Tenggara.

 


BANK Indonesia bergerak di kalangan petani. Di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, mereka menyasar Kelompok Tani  Kaifo Ingu di Airbauk, Kelurahan Babau, Kecamatan Kupang Timu.

"Kelompok ini kami siapkan menjadi pilot project pertanian digital (digital farming)," ujar Deputi kepala Perwakilan BI NTT, Eddy Junaedi,  Jumat (2/10).

Persiapan ditandai dengan pemasangan sensor tanah dan cuaca yang dilanjutkan dengan sosialiasi penggunaan aplikasi RiTx Bertani, yaitu aplikasi berbasis android yang digunakan petani untuk melakukan pencatatan kegiatan bertani.

Eddy mengungkapkan pemasangan sensor tanah dan cuaca akan memperkuat basis data dan informasi yang dimiliki kelompok tani sehingga membantu mereka dalam penentuan perlakuan yang tepat untuk lahan yang ada.

Hal ini sejalan dengan best practice pelaksanaan good agriculture serta mendeteksi, mengukur, serta mencatat data secara akurat tentang kondisi cuaca pertanian (agro-climate) dan tanah pertanian (soil) yang dapat dikontrol melalui aplikasi (RiTX Bertani) secara real time oleh pengguna smartphone.

Menurutnya, sensor tanah dan cuaca mampu mendeteksi 12 (dua belas) parameter antara lain arah angin, kecepatan angin rata-rata, kecepatan angin max, kekeruhan air, curah hujan per jam, suhu udara, kelembaban udara, tekanan udara, suhu tanah, kelembapan tanah, EC tanah, dan pH tanah.

"Implementasi digital farming tersebut dilakukan dalam rangka pengembangan ekonomi Provinsi NTT," ujar Eddy.

Pemasangan sensor tanah dan cuaca di kelompok tani binaan KPw Bank Indonesia Provinsi NTT ini merupakan tindak lanjut atas perjanjian kerja sama PT Mitra Sejahtera Membangun Bangsa, salah satu satu start-up mitra penyedia teknologi smart farming 4.0 dalam rangka implementasi pilot project digital farming dari sisi hulu.

Setelah itu, kegiatan dillanjutkan dengan sosialisasi penggunaan aplikasi RiTx Bertani oleh PT. MSMB kepada kelompok tani yang turut dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari Dinas Pertanian Kabupaten Kupang.

Baca juga: Embung dari Kementan Bantu Peternakan di Kabupaten Indramayu

Dia menyebutkan, rangkaian pemasangan sensor tanah dan cuaca serta sosialiasi Aplikasi RiTx Bertani selama dua hari dilakukan dengan mengedepankan protokol kesehatan, antara lain dengan penggunaan masker dan hand sanitizer serta dengan pelaksanaan social dan physical distancing guna mencegah penularan covid-19.

"Sebagaimana diketahui, pembagian terbesar struktur PDRB Provinsi NTT saat ini berasal dari sektor pertanian. Terlebih dengan rencana Presiden Jokowi dalam melakukan perluasan lumbung pangan nasional atau food estate di Provinsi NTT, implementasi digital farming akan mendorong kapasitas produksi pertanian dan mengakselerasi digitalisasi industri pertanian," katanya.

Dia menambahkan, antusiasme anggota kelompok tani dalam mengikuti kegiatan dimaksud menjadi bukti keseriusan mereka dalam implementasi digital farming yang baru pertama kali dilaksanakan di NTT tersebut. Ke depannya melalui sinergi dengan dinas dan otoritas terkait serta penguatan kapabilitas dari kelompok tani, diharapkan dapat mengoptimalkan peran sektor pertanian sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi NTT. (N-2)

 

Baca Juga

DOK MI

Warga Kota Sukabumi Diimbau tidak Bepergian saat Libur Panjang

👤Benny Bastiandy 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 00:45 WIB
Peningkatan kasus baru di Kota Sukabumi akhir ini terjadi pada klaster keluarga. Kondisi itu juga lantaran tak sedikit dipicu perjalanan ke...
DOK MI

Pemkab Subang akan Lakukan Tes Covid-19 kepada Pengunjung Sariater

👤Reza Sunarya 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 00:10 WIB
Satgas covid-19 Subang akan melakukan rapid tes dan swab tes secara acak kepada para wisatawan yang berkunjung ke objek...
DOK MI

Polisi Usut Penyelundupan Sabu ke Lapas Kuala Tungkal

👤Solmi 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 23:30 WIB
Kasus penyelundupan sabu ke dalam lapas terungkap berkat kejelian petugas Lapas saat memeriksa titipan makanan pempek jenis kapal selam...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya