Jumat 02 Oktober 2020, 10:01 WIB

Petani Sawit Aceh Lega Harga TBS Berpihak Pada Petani

Amiruddin Abdullah Reubee | Nusantara
Petani Sawit Aceh Lega Harga TBS Berpihak Pada Petani

ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas
Pekerja memanen kelapa sawit di Desa Rangkasbitung Timur, Lebak, Banten, Selasa (22/9/2020)

 

PETANI sawit di kawasan Kabupaten Aceh Utara bisa tersenyum karena harga tandan buah sawit segar berpihak pada petani. Sejak empat hari terakhir di Kecamatan Matangkuli, Pirak Timur, dan Kecamatan Paya Bakong, harga buah bahan baku minyak goreng berkisar Rp1.350 hingga Rp1.400 per kg. Harga tersebut lebih tinggi dari dua bulan lalu yang hanya Rp1.100 hingga Rp1.200 per kg.

"Bahkan pekan lalu harga tandan buah sawit segar itu kami jual sempat mencapai Rp1.600 per kg. Tapi kini turun sedikit, mungkin karena biaya yang harus dikeluarkan tengkulak untuk ongkos angkut dari tempat pembelian mahal. Itu akibat kondisi bandan jalan yang cukup rusak setelah diguyur hujan berturut-turut," kata Teungku Zakaria, petani kebun sawit di Desa Matang Peusangan, Kecamatan Matangkuli, Jumat (2/10).

Dikatakan Teungku Zakaria, semangat petani sangat tergantung dari harga hasil panen. Bila harga tinggi, motivasi petani untuk merawat kebun juga meningkat. Tapi kalau saat dijual semakin anjlok, pemilik kebun sawit juga terancam merugi sehingga membiarkan tanaman sawit mereka tidak terawat.

Pihaknya berharap harga tersebut bisa naik lagi. Alasannya yaitu harga Rp1.400 per kg ini baru menyentuh keuntungan petani sekitar Rp800.000 per hektare (ha). Adapun siklus panen itu 15 hari sekali dengan besaran produksi 1,5 ton hingga 2 ton per ha. Jadi jumlah produksi setiap bulan berkisar 3 ton hingga 4 ton per ha.

"Besaran produksi per bulan 3 ton sampai 4 ton. Kalau tiap kali petik selama 15 hari keuntungannya Rp800.000. Dalam satu bulan mendapat keuntungan petani Rp1,6 juta per ha," tutur Teung Zakaria yang juga Imam Besar Masjid Matang Peusangan.

baca juga: Poktan Sejati Nagori Simalungun Belajar Pemupukan Berimbang

Menurut Zakaria, dengan naik harga sawit itu cukup bermakna terhadap kebutuhan ekonomi petani di tengah pandemi covid-19 sekarang. Karena mereka tidak ada harapan selai dari hasil perkebunan sawit atau laham sawah.

"Paling satu keluarga ada 1 ha hingga 4 ha kebun sawit. Atau hanya setengah ha lahan padi sawah" tambah Muhammad Ali, tokoh Masyarakat Matangkuli. (OL-3)


 

Baca Juga

ANTARA

Satgas Covid-19 Mebidang Tetap Gencarkan Razia Prokes

👤Yoseph Pencawan 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 14:10 WIB
Satgas Covid Mebidang sempat mengalami serangan fisik secara brutal oleh kelompok preman saat merazia sebuah tempat usaha di Komplek Brayan...
DOK MI

Sudah 599 Jenazah Dimakamkan dengan Protokol Covid-19 di Gowa

👤Lina Herlina 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 13:56 WIB
Kota Makassar sebagai episentrum Covid-19 di Sulsel sudah tercatat masuk zona...
DOK MI

Bawaslu Bangka Belum Temukan Pelanggaran ASN

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 13:41 WIB
Belum ditemukan adanya aparatur sipil negara di Bangka Barat yang terlibat dalam kampanye pasangan calon dalam...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya