Jumat 02 Oktober 2020, 09:11 WIB

BPS: September NTP Naik dan Harga Gabah Terjaga

mediaindonesia.com | Ekonomi
BPS: September NTP Naik dan Harga Gabah Terjaga

MI/Bagus Suryo

 

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka Nilai Tukar Petani (NTP) nasional kembali mengalami peningkatan. Tercatat pada bulan September ini, NTP mencapai 101,66 naik 0,99% dibandingkan bulan sebelumnya. Tak hanya NTP, Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) juga naik menjadi 101,74 atau naik 0,90% dibandingkan bulan sebelumnya. NTP dan NTUP digunakan sebagai indikator tingkat kesejahteraan petani.

"Pergerakan NTUP dan NTP ini searah," kata Kepala BPS Suhariyanto, pada Kamis (1/10/2020).

Suhariyanto mengatakan kenaikan NTP didukung oleh kenaikan NTP perkebunan rakyat. September ini, NTP perkebunan rakyat naik 2,67% menjadi 105,76%. ''Kenaikan terjadi karena indeks yang diterima naik tinggi sejalan dengan kenaikan harga beberapa produk, seperti kelapa sawit, karet, kakao, kopi, dan tembakau,” sebutnya.

Baca Juga:  Kementan: Tidak Benar Stok Beras Menipis

Selain perkebunan, NTP tanaman pangan juga meningkat sebanyak 0,9%. Tercatat NTP tanaman pangan mencapai 101,53 karena indeks harga yang diterima mengalami kenaikan cukup tinggi yakni 0,85%, sebaliknya indeks yang dibayar turun.

Kenaikan NTP tanaman pangan juga diikuti peningkatan harga gabah di tingkat petani. Harga gabah kering panen sebesar Rp4.891 per kilogram atau mengalami kenaikan sebesar 1,53% secara month to month (mtm). "Kita bisa liat posisinya, harga gabah naik 1,53%. Ini berita menggembirakan,” ucap Suhariyanto.

Baca Juga: Orientasi Ekspor Beras, Kementan Bangun Kostraling

Stok beras tahun 2020 aman
Pada kesempatan berbeda, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian Kuntoro Boga Andri menyebutkan peningkatan NTP dan NTUP merupakan kerja keras para petani.

“Menteri Pertanian mengarahkan kawan-kawan di lapangan untuk mengawal petani dalam melakukan percepatan tanam sejak Mei kemarin. Kerja keras petani dalam melakukan percepatan tanam tersebut bisa dirasakan saat ini. Di banyak wilayah sekarang sudah mulai masuk panen,” ungkap Kuntoro.

Gerakan percepatan tanam padi yang digawangi oleh Kementan ini merespon arahan Presiden Joko Widodo dalam mengantisipasi krisis pangan. Food and Agriculture Organization (FAO) di awal pandemi memang sempat mengingatkan potensi krisis pangan. Tapi Kuntoro menyebutkan dengan gerakan percepatan tanam dan sejumlah strategi lainnya, stok beras tahun ini diperkirakan dalam kondisi aman.

Baca Juga: Diversifikasi Pangan, Kementan Dorong Penurunan Konsumsi Beras

Pada masa tanam pertama, yakni pada Januari hingga Juni 2020, gabah hasil produksi yang dihasilkan oleh lahan seluas 5,8 juta hektare tercatat sebanyak 29,02 juta ton. Adapun beras yang dihasilkan dari gabah itu mencapai 16,65 juta ton. Sementara pada periode Juli hingga Desember 2020, produksi beras yang dihasilkan petani sebesar 12,5-15 juta ton. “Berdasarkan perhitungan di atas, stok beras kita aman,” terang Kuntoro. (RO/OL-10)

Baca Juga

AFP/David Gray

Harga Emas Melonjak 14 Dolar Saat Optimisme Bantuan Covid-19 di AS

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 07:47 WIB
Optimisme investor meningkat bahwa paket bantuan virus korona AS akan diumumkan sebelum pemilihan presiden 3 November, memicu naiknya harga...
Dok Taspen

PT Taspen Raih Peringkat idAAA dengan Outlook Stabil

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 06:57 WIB
Peringkat yang diberikan pada 19 Oktober 2020 itu mencerminkan peran kunci perusahaan dalam menyediakan jasa asuransi sosial kepada ASN di...
ANTARA

Meningkatnya Pemimpin Perempuan di BUMN Wujud Inovasi

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 01:30 WIB
Kementerian BUMN berharap muncul talenta-talenta terbaik untuk memajukan kinerja dan performa...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya