Jumat 02 Oktober 2020, 08:14 WIB

Pemprov Apresiasi Keikutsertaan Sekolah Adiwiyata Saat Pandemi

Denny Susanto | Nusantara
Pemprov Apresiasi Keikutsertaan Sekolah Adiwiyata Saat Pandemi

MI/Bagus Suryo
Guru sedang mengamati tanaman di ruang khusus SMAN 10 Malang yang merupakan sekolah adiwiyata.

 

PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan mengapresiasi pihak sekolah yang berpartisipasi sebagai calon Sekolah Adiwiyata Provinsi (CSAP) 2020. Kendati masih dalam kondisi pandemi covid-19, di Kalsel tercatat lebih dari 500 sekolah sudah berstatus sekolah Adiwiyata atau sekolah berwawasan lingkungan.

"Pemerintah daerah sangat mengapresiasi sekolah yang mau berpartisipasi dalam Program Adiwiyata tahun ini. Hal itu membuktikan keinginan sekolah untuk membina dan menanamkan cinta lingkungan pada peserta didik," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana, Jumat (1/10).

Tahun ini, tercatat 32 sekolah yang menyatakan siap dilakukan penilaian secara daring. Sekolah itu terbagi dari 10 SD/MI, 16 SMP/MTs, dan SMA/SMK sederajat 6 sekolah yang berasal dari 8 kabupaten/kota se Kalsel yakni Kabupaten Banjar, Tabalong, Barito Kuala, Hulu Sungai Selatan, Tanah Laut, Tanah Bumbu, dan Kotabaru serta Kota Banjarmasin. Sedangkan lima daerah lainnya menyatakan tidak siap menyertakan CSAP 2020 karena berbagai kendala yang dihadapi. Termasuk kondisi pandemi virus korona. 

"Meskipun penilaian tidak bisa dilakukan secara langsung, minimal kita bisa berbuat sesuatu dalam situasi sulit sekarang. Dan ini juga sebagai persiapan mengikuti penilaian sekolah adiwiyata  tingkat nasional tahun depan," pesan Hanifah.

Adiwiyata merupakan salah satu program Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan Kemendikbud untuk mendorong terciptanya pengetetahuan dan kesadaran warga sekolah terhadap pelestarian lingkungan hidup. Hingga kini lebih 500 sekolah berstatus sekolah Adiwiyata mulai tingkat provinsi, nasional dan mandiri

.Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Limbah B3 dan Kemitraan, Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLH) Provinsi Kalsel, Benny Rahmadi menyebut sejak 2015-2018 tercatat 330 sekolah masuk kelompok sekolah adiwiyata tingkat provinsi, 109 sekolah adiwiyata tingkat nasional dan 38 sekolah adiwiyata mandiri. Jumlah ini belum termasuk sekolah adiwiyata tingkat kabupaten/kota yang jumlahnya mencapai ratusan sekolah.

baca juga: Program Sekolah Adiwiyata di Kalsel Berhasil

Pada 2019 ada 87 sekolah yang mengajukan untuk dinilai sebagai adiwiyata provinsi. Program Adiwiyata ujar Benny tidak hanya ditujukan sebagai suatu kompetisi atau lomba, lebih diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada sekolah yang mampu melaksanakan upaya peningkatan pendidikan lingkungan hidup secara benar, sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. (OL-3)
 

Baca Juga

MI/Martinus Solo

Sebanyak 2020 KPM di Maybrat Terima Bansos PKH

👤Martinus Solo 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 08:51 WIB
Sebanyak 2020 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Maybrat, Papua Barat akan menerima bantuan sosial berupa beras dari Program...
MI/Gabriel Langga

Pelaku UMKM di Sikka Terbantu Dana LPDB

👤Gabriel Langga 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 08:42 WIB
Program pemerintah yang digulirkan melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) melalui Kementerian Koperasi dan UMKM sangat membantu...
MI/Heri Susetyo

Warga Keluhkan Bau Busuk di TPS Pergudangan Safe N Lock

👤Heri Susetyo 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 07:12 WIB
TPS  tersebut awalnya hanya untuk pembuangan sampah kering seperti kardus dan plastik. Namun kemudian banyak sampah basah ikut...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya