Jumat 02 Oktober 2020, 06:53 WIB

KY Seleksi Hakim Agung secara Daring

Iam/P-5 | Politik dan Hukum
KY Seleksi Hakim Agung secara Daring

MI/ADAM DWI
Ketua Bidang Rekrutmen Hakim KY Aidul Fitriciada Azhari

 

KOMISI Yudisial (KY) akan menggelar seleksi kesehatan dan kepribadian untuk 30 calon hakim agung dan hakim ad hoc di Mahkamah Agung (MA). Seleksi itu juga akan meliputi asesmen kompetensi, kepribadian, rekam jejak, dan masukan dari masyarakat.

Guna mencegah penyebaran covid-19, asesmen akan dilakukan secara daring pada 19-24 Oktober dan seleksi kesehatan akan dilaksanakan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, pada 2-3 November 2020.

“Setelah KY mengkaji bermacam opsi pelaksanaan seleksi ini serta dengan memperhatikan situasi terakhir pandemi di Indonesia, asesmen kompetensi dan kepribadian diputuskan dilaksanakan secara daring. KY mementingkan keselamatan peserta dan pegawai KY sehingga opsi ini dirasa terbaik,” jelas Ketua Bidang Rekrutmen Hakim KY Aidul Fitriciada Azhari melalui keterangan tertulis yang diterima Media Indonesia, kemarin.

Aidul menegaskan, para calon yang akan menjalani seleksi ini diharuskan menandatangani pakta integritas untuk berprilaku jujur selama asesmen daring itu.

“KY juga meminta agar para peserta atau siapa pun yang terlibat langsung atau tidak langsung dalam seleksi kesehatan dan kepribadian ini tidak membocorkan atau menyebarluaskan proses atau hasil seleksi yang bersifat rahasia ini. Pelanggaran terhadap hal ini, termasuk pelanggaran UU ITE sehingga akan mengakibatkan konsekuensi hukum UU ITE,” tegas Aidul.

Lebih lanjut, Aidul menjelaskan peserta yang akan menjalani tes kesehatan jasmani dan rohani diwajibkan melaksanakan tes usap secara mandiri, paling lambat satu minggu sebelum pelaksanaan tes kesehatan atau setelahnya. Kemudian, peserta wajib meng irimkan hasil swab test tersebut kepada KY paling lambat diterima 28 Oktober 2020.

Peserta yang mendapat hasil swab test positif di kesempatan pertama, diberikan kesempatan untuk melakukan swab test kedua paling lambat pada 13 November 2020 dangan hasil negatif. Selanjutnya, peserta dapat mengikuti tes kesehatan jasmani dan rohani pada 19-20 November 2020.

“Peserta yang tidak hadir mengikuti tes kesehatan dan kepribadian dinyatakan gugur,” ucapnya.

Aidul menambahkan, KY memperoleh informasi terkait dengan rekam jejak para calon dari investigator, masyarakat, KPK, PPATK, dan lainnya.

“Selanjutnya kami akan gunakan informasi tersebut untuk dikonfirmasi ke calon secara tatap muka dan daring,” pungkas Aidul. (Iam/P-5)

Baca Juga

ANTARA/Asep Fathulrahman

Ada Wewenang Diskresi Kepala Daerah di UU Cipta Kerja

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 26 Oktober 2020, 10:08 WIB
UU Ciptaker juga mengamanatkan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat agar mempercepat penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah...
ANTARA/Kemal Tohir

Polri Tegaskan Penangkapan Sugi Nur Sesuai Prosedur

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Senin 26 Oktober 2020, 09:07 WIB
Sugi Nur ditangkap lantaran dianggap telah menyebarkan informasi untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan yang bermuatan SARA dan...
Dok MI

Psikolog Sebut Polisi Rentan Salah Gunakan Narkoba

👤Siti Yona Hukmana 🕔Senin 26 Oktober 2020, 08:34 WIB
Tuntutan menuntaskan kasus dengan cepat bisa membuat kesehatan jiwa polisi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya