Jumat 02 Oktober 2020, 06:36 WIB

Penanganan Covid-19 di Provinsi Jadi Prioritas

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Penanganan Covid-19 di Provinsi Jadi Prioritas

AFP/ARYA MANGGALA
Petugas yang mengenakan kostum pocong melakukan sosialisasi bahaya covid-19 di pasar tradisional di Tangerang, Banten.

 

SATGAS Penanganan Covid-19 menerangkan alasan provinsi menjadi prioritas penanganan pandemi virus korona. Awalnya, hanya ada 8 provinsi prioritas dan saat ini sudah ada 10 provinsi prioritas dalam penanganan covid-19.

Kesepuluh provinsi itu adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Papua, Bali, dan Banten.

"Mengapa Banten? Karena provinsi itu kasus tertingginya berasal dari kabupaten/kota yaitu Tangerang, Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang," jelas Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito di Kantor Presiden, Kamis (1/10).

Baca juga: Obat Covid-19 Covifor Hambat Replikasi Virus

Pada tiga daerah di Banten itu kontribusinya 75% dari seluruh kasus yang ada di provinsi tersebut. Hal itu membuat Banten menjadi salah satu perhatian Satgas Penanganan Covid-19 karena provinsi itu menjadi bagian dari aglomerasi Jabodetabek.

Apabila daerah-daerah aglomerasi ini dikendalikan dengan baik, kontribusi penurunan kasusnya akan berdampak besar terhadap kasus nasional.

Lalu usulan terbaru agar Aceh menjadi prioritas penanganan karena Satgas telah meninjau langsung kondisi di sana.

"Kami baru saja ke Aceh, Minggu lalu, dan kami mendapatkan laporan bahwa di sana memerlukan bantuan karena kasusnya meningkat. Meningkat ini karena dengan adanya laboratorium PCR yang ada di 3 tempat, Litbangkes, Labkesda, dan RS Zainul Abidin dan menigkatkan deteksi kasus covid-19," lanjut Wiku.

Aceh merasa perlu mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat, khususnya Satgas Penanganan Covid-19, agar laboratoriumnya bisa ditambah, khususnya PCR di beberapa tempat tertentu. Misalnya di Aceh Utara, Aceh Tengah, dan Aceh Selatan. Dengan penambahan laboratorium PCR, bisa jadi terdeteksi kasus lebih banyak.

Wiku menekankan latar belakang banyaknya kasus di Aceh karena mobilitas penduduk yang datang dari luar Aceh. Makanya, pembatasan mobilitas itu sangat penting dalam pengendalian covid-19.

"Jadi tidak ada niat sedikit pun, darimana pun, termasuk pemerintah daerah untuk menutupi data. Sama sekali tidak. Justru dengan cara seperti ini, pemerintah pusat juga mengetahui kendala yang ada di sana termasuk kebutuhan ICU, ruang isolasi yang ada disana karena kasusnya meningkat," lanjut Wiku.

Mobilitas penduduk dan masyarakat ada yang belum menjalankan protokol kesehatan, itu juga bisa menjadi alasan kasus meningkat. Karenanya Satgas Penanganan Covid-19 akan memberikan bantuan masker dan menggerakkan ekonomi masyarakat di sana dengan memberikan bahan agar masyarakat disana bisa membuat masker kain sendiri dan dibagikan kepada masyarakat di sana. (OL-1)

Baca Juga

Ilustrasi

Ivermectin Bisa Jadi Alternatif Pengobatan Pasien Covid-19

👤Syarief Oebaidillah 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 02:10 WIB
Sejumlah negara Amerika Selatan juga telah menggunakan Ivermectin sebagai pengobatan dan tindakan...
Dok. Pribadi

Kowani : Sumpah Pemuda juga Momen Perjuangan Perempuan

👤Syarief Oebaidillah 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 02:01 WIB
"Dua bulan setelah peringatan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928, para perempuan Indonesia menginisiasi pembentukan Perikatan...
Dok. Pribadi

Kemenpora : Potensi Pemuda Bangun Bangsa Harus Dioptimalkan

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 01:55 WIB
Zainuddin optimistis, pemuda Indonesia bisa mengembangkan potensi yang dimiliki untuk pembangunan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya