Jumat 02 Oktober 2020, 05:30 WIB

Tenaga Kesehatan Prioritas Utama Divaksinasi

Iam/Pra/X-7 | Humaniora
Tenaga Kesehatan Prioritas Utama Divaksinasi

Medcom.id
Ilustrasi

 

SELURUH tenaga kesehatan dan masyarakat yang bekerja pada fasilitas medis menjadi prioritas utama penerima vaksin covid-19. Setelah para garda terdepan itu, barulah masyarakat berisiko tinggi (high risk), yaitu pekerja berusia 18-59 tahun.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyampaikan hal itu saat rapat koordinasi persiapan program vaksinasi, Rabu (30/9).

“Hingga saat ini, kebutuhan vaksinasi mencapai 320 juta dosis. Dengan indeks pemakaian vaksin, kita harus bisa menyediakan 352 juta dosis vaksin,” tambahnya.

Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Luar Negeri, Kementerian BUMN, Kepala Badan POM, serta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) secara bersama-sama menyediakan vaksin covid-19.

Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin mengatakan, saat ini kapasitas penyimpanan vaksin yang dimiliki oleh BUMN mencapai 123 juta vaksin.

Karena itu, sedang dilakukan kerja sama antarlembaga BUMN, khususnya oleh Bio Farma dan Kimia Farma sebagai produsen obat, dalam pengadaan Cold Chain Equipment Inventory hingga memuat 300 juta vaksin.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia sudah melakukan berbagai diskusi dengan negara terkait pengadaan vaksin covid-19, yakni Tiongkok, Uni Emirat Arab, dan Inggris dalam komitmen penyediaan vaksin bagi Indonesia.

“Kami juga telah mengatur waktu pertemuan antarnegara untuk dapat meninjau lebih lanjut mengenai uji klinis serta produksi vaksin yang nantinya akan dikirim ke Indonesia,” tambahnya.

Secara terpisah, dalam rapat koordinasi Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi bersama kementerian lain, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menyiapkan dua puskesmas yang akan menjadi tempat simulasi pengadaan vaksin covid-19.

Dua tempat tersebut ialah Puskesmas Abiansemal Kabupaten Badung, Bali, serta Puskesmas Tanah Sereal Kota Bogor, Jawa Barat.

“Narasi simulasi vaksinasi ini akan dibuat oleh Kemenkes, yang nantinya akan dilengkapi oleh pihak terkait agar vaksinasi dapat berjalan dengan baik dan lancar,” tambahnya.

Sementara itu, dalam kunjungan kerjanya di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), kemarin, Presiden Joko Widodo menyampaikan angin
segar kepada para pelaku usaha mikro di daerah setempat.

Ia mengatakan situasi akan kembali normal ketika vaksinasi sudah dilakukan. Kegiatan ekonomi termasuk pariwisata akan kembali
menggeliat sehingga pendapatan masyarakat yang terlibat di industri tersebut juga akan terangkat.

“Semoga awal tahun depan, kita sudah mulai vaksinasi hingga keadaan mulai pulih kembali, keadaan menuju ke normal, pariwisata hidup lagi, hotel-hotel penuh lagi. Toko-toko akan mulai kedatangan pembeli sebanyak pada saat sebelum pandemi atau mungkin lebih baik dari itu,” ujar Jokowi saat membagikan bantuan modal kerja kepada pedagang kecil, masing-masing Rp2,4 juta. (Iam/Pra/X-7)

Baca Juga

Ilustrasi

Ivermectin Bisa Jadi Alternatif Pengobatan Pasien Covid-19

👤Syarief Oebaidillah 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 02:10 WIB
Sejumlah negara Amerika Selatan juga telah menggunakan Ivermectin sebagai pengobatan dan tindakan...
Dok. Pribadi

Kowani : Sumpah Pemuda juga Momen Perjuangan Perempuan

👤Syarief Oebaidillah 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 02:01 WIB
"Dua bulan setelah peringatan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928, para perempuan Indonesia menginisiasi pembentukan Perikatan...
Dok. Pribadi

Kemenpora : Potensi Pemuda Bangun Bangsa Harus Dioptimalkan

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 01:55 WIB
Zainuddin optimistis, pemuda Indonesia bisa mengembangkan potensi yang dimiliki untuk pembangunan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya