Jumat 02 Oktober 2020, 06:10 WIB

DPR AS Soroti Isu Xinjiang

DPR AS Soroti Isu Xinjiang

AFP
Sebuah bangunan pabrik di wilayah Xinjiang, Tiongkok

 

DEWAN Perwakilan Rakyat AS menyetujui rancangan undang-undang yang akan memaksa perusahaan di Amerika Serikat mengungkapkan produk yang berasal dari wilayah Xinjiang Tiongkok. 

Hal itu merupakan upaya terbaru untuk menghentikan kerja paksa yang meluas di Xinjiang seperti yang dituduhkan AS. RUU tersebut mengikuti undang-undang yang lebih luas yang disetujui seminggu sebelumnya yang bertujuan melarang impor dari Xinjiang.

Alasannya yaitu pelanggaran terhadap orangorang Uighur begitu meluas sehingga semuabarang dari wilayah tersebut harus dianggap dibuat dengan tenaga kerja budak.“Eksploitasi dan perbudakan warga Uighur harus dihentikan. Orang Amerika tidak ingin membeli barang yang dibuat dengan tenaga budak,” kata Jennifer Wexton dari PartaiDemokrat.

Undang-undang tersebut akan mewajibkan semua perusahaan publik untuk melapor ke Securities and Exchange Commission tentang apakah mereka terlibat di Xinjiang yang juga menjadi sumber utama benang industri tekstil global.

Berbeda dengan undang-undang yang lebih luas, yang disahkan hampir dengan suara bulat, Undang-Undang Pengungkapan Kerja Paksa Uighur itu mendapat tentangan dari sebagian besar politisi Partai Republik. 

Partai Republik mengajukan keberatan setelah muncul kekhawatiran yang disuarakan oleh Kamar Dagang AS bahwa peraturan tersebut memberlakukan beban yang mustahil pada perusahaan yang sah.

Patrick McHenry, seorang Republikan, mengatakan pendekatan yang lebih baik adalah dengan menjatuhkan sanksi kepada para pejabat Tiongkok seperti yang telah dilakukan pemerintahan Presiden Donald Trump.

Di sisi lain, Institut Kebijakan Strategis Australia dalam sebuah laporan baru-baru ini mengatakan telah mengidentifikasi lebih dari 380 fasilitas penahanan yang dicurigai. Tiongkok dituding telah menahan lebih dari satu juta orang Uighur dan orang-orang yang sebagian besar berbahasa Turki. (AFP/Van/X-11)

Baca Juga

AFP

Pekan ini, Armenia-Azerbaijan Bertemu dengan Menlu AS

👤MI 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 01:45 WIB
MINGGU ini, menteri luar negeri Armenia dan Azerbaijan akan bertemu secara terpisah dengan Menteri Luar Negeri AS Mike...
Dok. Twitter @Jokowi

Istana: Jalan Jokowi di UEA tak Pengaruhi Dukungan RI ke Palestina

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 01:31 WIB
Sejumlah pihak menduga UEA berupaya mempersuasi Indonesia mendukung UEA yang tengah berupaya menormalisasi hubungan diplomatik dengan...
AFP

Polisi Nigeria Pelaku Penembakan Demonstran di Lagos

👤MI 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 01:25 WIB
AMNESTY International mengatakan sejumlah pengunjuk rasa telah dibunuh pasukan keamanan Nigeria di Negara Bagian...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya