Kamis 01 Oktober 2020, 23:50 WIB

Bupati Intan Jaya Klarifikasi Keberadaanya Saat Insiden Penembakan

Thomas Harming Suwarta | Nusantara
Bupati Intan Jaya Klarifikasi Keberadaanya Saat Insiden Penembakan

MI/Marcel Kelen
Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni

 

BUPATI Intan Jaya Natalis Tabuni menyayangkan beredarnya berita bahwasannya dia mengendalikan pemerintahan dari luar daerah, terutama pada saat terjadi konflik berdarah di daerah tersebut.

“Saya mau memberikan klarifikasi karena beredar beredar berita miring bahwa saya mengendalikan pemerintahan dari luar daerah. Ini sama sekali tidak benar. Terus terang saya sesalkan sekali, karena saat kami sedang berupaya jatuh bangun berupaya mengendalikan situasi keamanan di Intan Jaya malah dapat berita seperti ini,” kata Natalis melalui rekaman yang diterima Media Indonesia, di Jakarta, Kamis (1/10) malam.

Ditegaskan Natalis, dirinya sempat meninggalkan daerah beberapa waktu lalu karena harus memenuhi undangan dari Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara.

“Itu karena ada undangan dari Pak Menteri PAN –RB lalu karena situasi Covid juga terpaksa harus tertahan. Kejadian penembakan Pendeta Yeremias di Hitadipa tanggal 19 September, tanggal 20 saya sudah langsung berada di Intan Jaya,” tegasnya.

Dia juga menyayangkan pernyataan Menko Polhukam Mahfud MD yang menyampaikan berita tidak benar kepada publik yang menuding seakan-akan Natalis tidak berada di Sugapa, INtan Jaya dan mengendalikan pemerintahan dari luar daerah.

“Terus terang saya kecewa juga karena Pak Menko Polhukam harusnya bertanya kepada kami terlebih dahulu sebelum membuat pernyataan yang tentu saja tidak benar,” ungkap Natalis.

Baca juga : Situasi Keamanan di Intan Jaya Berangsur Normal

Terkait langkah-langkah pemulihan keamanan di Intan Jaya pascakejadian, kata dia, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan semua pihak baik dari kepolisian, TNI, Tokoh Adat dan Gereja termasuk juga saksi-saksi yang mengetahui langsung kejadian penembakan tersebut. Bahkan sejak kejadian penembakan terhadap Pendeta Yeremias di Hitadipa, pihaknya sudah melakukan dua pertemuan besar di Kantor BUpati Intan Jaya di Sugapa.

“Yang intinya sama agar kita memastikan betul siapa pelaku penembakan dan apa motifnya. Kami saat ini juga sedang berusaha memastikan keamanan jadi kami berharap agar tidak lagi membuat kegaduhan dengan menyebarkan berita-berita yang tidak benar,” pungkasnya.

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud Md menyebut situasi di Intan Jaya, Papua, saat ini aman terkendali. Namun Mahfud meminta Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni mengawasi secara langsung situasi keamanan di daerahnya.

"Di Intan Jaya, situasi aman-terkendali seperti biasa. Aparat keamanan sudah berjalan seperti biasa, cuma kita mengimbau pemerintah, dalam hal ini Bupati, supaya mengendalikan Intan Jaya itu secara langsung. Jangan dikendalikan dari luar," kata Mahfud kepada wartawan melalui konferensi secara virtual, Kamis (1/10).

Mahfud mengaku mendapat laporan bahwa Natalis tidak berada di Kabupaten Intan Jaya untuk melakukan tugasnya. Dia akan mengecek kebenaran kabar itu. (OL-7)

Baca Juga

Antara

Ingin Liburan Naik Kereta Baiknya Dirapid Tes Dulu

👤Nurul Hidayah 🕔Senin 26 Oktober 2020, 19:10 WIB
CALON pengguna kereta api di libur panjang akhir bulan ini disarankan untuk melakukan rapid tes sehari sebelum...
ANTARA

Gempa Pangandaran Rusak Puluhan Rumah di Ciamis

👤Kristiadi 🕔Senin 26 Oktober 2020, 19:08 WIB
Kerusakan rumah di Ciamis akibat gempa di Pangandaran tersebar di 10 kecamatan dan tiga orang warga mengalami luka setelah getaran...
DOK MI

10 KPPS di Sumut Belum dapat Rapid Test Kit

👤Yoseph Pencawan 🕔Senin 26 Oktober 2020, 18:54 WIB
Berdasarkan peraturan KPU, semua anggota KPPS wajib menjalani pemeriksaan rapid test sebelum menjalankan tugasnya dalam tahapan pemungutan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya