Jumat 02 Oktober 2020, 05:20 WIB

Sekolah Bisa Hilangkan Kebosanan Siswa

Syarief Oebaidillah/H-1 | Humaniora
Sekolah Bisa Hilangkan Kebosanan Siswa

ANTARA FOTO/Novrian Arbi
Seorang siswa mengikuti pelajaran secara daring di Bandung, Jawa Barat, Rabu (9/9).

 

BELUM adanya kepastian kapan sekolah mengakhiri ‘liburan’ akibat pandemi covid-19 membuat Nurul, warga Kota Tangerang, cemas. Anak semata wayangnya yang kini duduk di kelas IV SD lebih banyak tidur dan menghabiskan waktu dengan bermain gim.

“Tugas dari guru melalui WA ada, tapi anak enggak mau mengerjakannya dengan alasan bosan. Terpaksa saya yang mengerjakannya,” ujar Nurul.

Berbulan-bulan kegiatan monoton yang diakrabi Iqbal, menurut Nurul, tidak baik bagi perkembangan kognisi dan kejiwaan sang anak. Namun, Nurul mengaku pasrah.

“Anak-anak tetangga juga mengalami. Saya pun tidak tahu bagaimana pendidikan yang benar di saat kondisi seperti ini,” ucap Nurul kepada Media Indonesia.  

Apa yang dirasakan Nurul dipastikan juga dialami banyak orangtua lain, terutama anaknya, yang duduk di bangku SD hingga SLTA. Mereka harus legowo terkait pembelajaran.

Kebijakan pemerintah memberi pulsa kuota internet hanya sedikit membantu. Belum ada perubahan pembelajaran secara signifikan dari sekolah.  

Lain halnya jika sekolah punya kreativitas menghadapi pandemi ini. “Kami melakukan konseling ke siswa untuk menghilangkan rasa bosan. Anak-anak kita beri tugas bebas, tetapi berunsur mendidik, misalnya, mengeksplor kemampuan diri tentang apa saja dan mengirim kegiatannya dalam bentuk video, seperti buat puisi, main musik, memasak, dan olahraga,” ujar Encin Kuraecin Guru BK SMPN 52 Jakarta.

Untuk pembelajaran tetap dilakukan secara daring melalui aplikasi WA dan zoom meeting. Encin menambahkan pihak sekolah juga menjalin komunikasi dengan orangtua siswa. Dampaknya, orangtua kini tidak segan-segan mengomunikasikan kendala PJJ.

Potret pembelajaran sekolah yang beragam itu, menurut praktisi pendidikan dari UPI Ifa Misbach, harus diantisipasi oleh dinas pendidikan. “Saat situasi pandemi yang terpenting tetap memastikan kesejahteraan mental (wellbeing) siswa,” ujarnya. Menurutnya, jangan sampai siswa menjadi sakit karena overload terbebani tugas.(Syarief Oebaidillah/H-1)

Baca Juga

MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI

Kemensos Gandeng Instansi dan Daerah Antisipasi Bencana

👤Suryani Wandari Putri Pertiwi 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 14:25 WIB
Dari sejumlah kawasan rawan, Provinsi DKI Jakarta dinilai perlu mendapat perhatian paling...
ANTARA/PUSPA PERWITASARI

Nadiem: Bangkit di Tengah Pandemi Lewat Peringatan Sumpah Pemuda

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 13:45 WIB
Nadiem mengungkapkan, dalam setahun terakhir lebih dari 272 ribu kerja sama telah terjalin antara SMK dengan dunia usaha dan...
Antara

'Gilang' Mudahkan Peserta JKN-KIS Segmen PPU PN Perbarui Datanya

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 13:22 WIB
Per 1 November 2020 pemerintah berencana melakukan Program Registrasi Ulang (Gilang) bagi sebagian peserta JKN-KIS dari segmen Pekerja...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya