Jumat 02 Oktober 2020, 06:30 WIB

Hari Batik Nasional, Banyak Motif Nyaris Punah

Putri Rosmalia | Weekend
Hari Batik Nasional, Banyak Motif Nyaris Punah

Dok. Komarudin Kudiya
Motif Sirah Gajah.

HARI ini bangsa Indonesia kembali merayakan Hari Batik Nasional. Ditetapkan pada November 2009 melalui Keppres 33 tahun 2009, Hari Batik Nasional lahir menyusul penetapan batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi oleh UNESCO pada 2 Oktober 2009.

Sejak saat itu euforia masyarakat Indonesia terhadap batik meningkat pesat. Busana batik tidak hanya sebagai pakaian formal melainkan juga untuk acara nonformal dan menjadi bagian fesyen masa kini.

Namun sementara batik populer kembali bagaimanakah dengan pelestarian motif-motif tradisional? Ketua Umum Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik Indonesia, Komarudin Kudiya, ketika dihubungi, Senin, (28/9), mengungkapkan jika banyak motif lawas yang nyaris punah. 

"Sepertinya banyak bila kita serius untuk mencarinya. Salah satu contohnya batik-batik Keraton Cirebon yang di pasaran hanya sekitar 30-an yang masih umum dibuat oleh masyarakat Cirebon. Setelah saya melakukan riset dan pembuatan disertasi ternyata masih ada 40 motif lama Keraton Cirebon yang sudah tidak dikerjakan oleh perajin batik sekarang," ujar Komarudin. 

Pemilik Batik Komar, Bandung, yang juga dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung ini mengatakan, setelah ditemukannya 40 motif yang hampir punah itu, proses penyelamatan segera dilakukan. Langkah penyelamatannya adalah dengan dilakukan revitalisasi batik-batik lama. Dari mulai proses pencarian, pengumpulan, rekonstruksi motif, hingga produksi batik tersebut.

"Kemudian sosialisasi batik-batik lama tersebut. Kini batik lama Keraton Cirebon menjadi 70 motif yang bisa di selamatkan," ujar Komarudin.

Beberapa motif batik yang berhasil direvitalisasi itu antara lain motif batik dari daerah Pegajahan Cirebon, yakni Sirah Gajah Wadasan, Balong Gajah, Kandang Gajah, dan Lunglungan Pegajahan. 

Pada jenis batik Keraton Cirebon beberapa motif yang berhasil direvitalisasi antara lain motif Lawang Gada, motif Bendera Kacirebonan, motif Kembang Khatilan, motif Keblekan, motif Oyod Mingmang, motif Simbar Anggur, motif Sumping Tresna Galaran, motif Wadas Mantingan, motif Kerang Bungkem, dan motif Majnun Ilallah.

Bila ditelusuri lebih lanjut, diperkirakan masih sangat banyak, puluhan atau mungkin ratusan motif batik dari berbagai daerah yang telah hilang dan tak sempat terdokumentasi. Akibatnya, upaya revitalisasi menjadi sulit untuk dilakukan. 

Saat ini, diperkirakan ada puluhan ribu motif batik di seluruh Indonesia. Karena setiap perajin umumnya selalu memiliki motif batik hasil karyanya sendiri. Namun, umumnya banyak motif-motif yang tidak mereka daftarkan secara resmi ke pusat-pusat pendataan batik.

"Bila pertanyaannya berapa jumlah motif batik yang telah di daftarkan, kemungkinan masih dibawah 10 ribu motif," ujar Komarudin. Pada tahun 2015, situs pendataan budaya-indonesia.org sempat merilis bahwa Indonesia hingga saat itu memiliki sebanyak 5.849 motif batik. (M-1)

Baca Juga

Netflix

Emily in Paris jadi Kiblat Baru Fesyen

👤Putri Rosmalia 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 12:16 WIB
Siapa yang penasaran dengan bucket hat yang dikenakan Emily? Atau baret merahnya yang mengingatkan pada Anggun C Sasmi saat...
Unsplash.com/Aaron Blanco Tejedor

Ini Tiga Cara untuk Mengendalikan Marah

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 11:00 WIB
Jika sudah mengetahui bahwa akan memunculkan pikiran negatif sebaiknya jauhkan diri dari situasi yang bisa memicu...
Screenshoot

Ideafest Tahun ini Digelar Virtual

👤Fathurrozak 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 10:15 WIB
Tahun ini, Restart menjadi tema Ideafest berkaca dari situasi pandemi yang sudah berjalan kurang lebih selama delapan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya