Kamis 01 Oktober 2020, 20:21 WIB

Jelajahi Angkasa, Amerika Bikin Roket Bertenaga Nuklir

Wisnu AS | Teknologi
Jelajahi Angkasa, Amerika Bikin Roket Bertenaga Nuklir

AFP/Heuler Andrey
.

MILITER Amerika Serikat bertujuan meluncurkan dan menjalankan roket termal nuklir. Ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuannya memantau kejadian di luar angkasa. Dapat dibilang ini merupakan salah satu upaya AS ingin menguasai angkasa terlebih dulu.

Mengutip dari Space.com, The Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) baru saja memberikan tugas senilai US$14 juta (sekitar Rp207,5 miliar) kepada Gryphon Technologies, perusahaan berbasisi di Washington DC yang menyediakan solusi teknik untuk organisasi keamanan nasional.

Dana tersebut akan mendukung program DARPA bernama Demonstration Rocket for Agile Cislunar Operations (DRACO). Program ini ingin mendemonstrasikan sistem propulsi termal nuklir di orbit Bumi.

Sistem propulsi termal nuklir menggunakan reaktor fisi untuk memanaskan propelan seperti hidrogen ke suhu ekstrem. Dari proses ini lahirlah gas melalui nozel untuk menciptakan daya dorong.

Pejabat DARPA dalam deskripsi program DRACO tersebut menulis bahwa teknologi ini menawarkan rasio dorong terhadap berat sekitar 10.000 kali lebih tinggi daripada sistem propulsi listrik dan impuls spesifik atau efisiensi propelan sekitar 2-5 kali lipat dari roket kimia tradisional.

Peningkatan teknologi propulsi semacam itu diperlukan untuk memahami domain antariksa di ruang cislunar, yakni ruang antara Bumi dan Bulan. "Kami bangga mendukung DRACO serta pengembangan dan demonstrasi propulsi termal nuklir sebagai kemajuan teknologi yang signifikan dalam upaya mencapai pemahaman ruang cislunar," kata CEO Gryphon PJ Braden.

Administrator NASA Jim Bridenstine memuji potensi teknologi, misalnya, untuk eksplorasi Mars berawak. Alasannya, pesawat luar angkasa bertenaga propulsi termal nuklir dapat membawa astronaut ke Planet Merah hanya dalam 3-4 bulan atau sekitar setengah waktu yang dibutuhkan dengan roket kimia tradisional.

"Itu benar-benar mengubah permainan yang coba dicapai NASA," kata Bridenstine dalam pertemuan Dewan Antariksa Nasional tahun lalu. NASA sedang bekerja untuk membawa astronaut ke Planet Merah pada 2030-an. (OL-14)

Baca Juga

MI/RAMDANI

WhatsApp Business Luncurkan Tombol yang Mengarahkan ke Katalog

👤Siti Retno Wulandari 🕔Jumat 23 Oktober 2020, 22:39 WIB
WhatsApp pun memberikan fitur tambahan untuk membantu para pelaku bisnis dan konsumen berniaga melalui...
Istimewa

Tokocrypto Resmi Perdagangkan Token Sandbox

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 23 Oktober 2020, 18:39 WIB
SANDBOX kini resmi terdaftar di bursa aset kripto teregulasi di Indonesia, yaitu Tokocrypto. Sandbox adalah token utilitas di bawah...
Bosch Indonesia

Bosch Nexeed Industrial Application System Solusi Saat Pandemi

👤RO 🕔Jumat 23 Oktober 2020, 02:43 WIB
Nexeed Industrial Application System dari Bosch memungkinkan pemantauan lini-lini produksi di sebuah pabrik otomotif tidak perlu lagi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya