Kamis 01 Oktober 2020, 19:52 WIB

Suzuki Marine Ciptakan Alat Pengumpul Sampah Plastik Mikro

RO | Otomotif
 

PRODUSEN mesin perkapalan, Suzuki Marine, berinisiatif menciptakan alat pengumpul plastik mikro pertama di dunia yang dapat dipasang di mesin tempel. Ide ini muncul dari gerakan peduli lingkungan laut  Suzuki Clean Ocean Project yang sudah dijalankan selama 10 tahun oleh Suzuki.  

Sampah sudah lama menjadi masalah serius yang mengancam kerusakan ekosistem laut. Salah satu jenis sampah yang perlu diwaspadai saat ini adalah plastik mikro yang bisa sangat membahayakan dan menjadi perhatian oleh salah satu unit bisnis Suzuki ini. 

“Suzuki sangat peduli terhadap kelestarian ekosistem dan biota laut. Dengan fakta bahwa Indonesia adalah salah satu negara penyumbang sampah terbesar di dunia, kami membuat inovasi dengan mengembangkan sebuah alat yang dapat mengumpulkan plastik mikro di lautan," ungkap Departement Head of Suzuki Marine PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Kensuke Ikeda, Kamis (1/10). 

Ikeda menjelaskan bahwa alat yang terpasang pada mesin tempel ini sama sekali tidak mempengaruhi kinerja mesin. Di saat yang bersamaan, alat ini mampu menyedot plastik-plastik kecil yang ada di jalur kapal.

Saat mesin dihidupkan dan kapal melaju, mesin tempel akan memompa air laut untuk mendinginkan mesin. Air laut tersebut akan melewati saringan yang ada di dalam alat pengumpul plastik mikro dan menyaring sampah sekaligus membersihkan air yang akan mengalir kembali ke laut.

Alat yang diproduksi di Jepang ini dikembangkan untuk dapat mengumpulkan limbah plastik mikro di sekitar permukaan laut hanya dengan menyalakan mesin kapal. Suzuki telah melakukan uji coba di empat lokasi di Jepang yaitu Danau Hamana, Mikawa Mito, Kumamoto, dan Toyama, serta tiga negara lain yaitu Tiongkok, Filipina, dan juga Indonesia. 

Suzuki Clean Ocean Project merupakan salah satu kontribusi dan komitmen Suzuki terhadap lingkungan dan masyarakat. Gerakan ini juga gencar menjalankan Clean-Up the World Campaign, yaitu kampanye untuk membersihkan laut, sungai, danau, dan perairan lainnya. 

Dimulai pada 2010 di Hamamatsu, Jepang, saat ini sudah lebih dari 8.000 orang dari 26 negara yang ikut dalam kegiatan tersebut. Di Indonesia sendiri, gerakan Clean Up The World sudah dilaksanakan sebanyak tujuh kali sejak 2014. Pada 2019 pelaksanaan kegiatannya dilakukan di dua lokasi, yaitu di Pulau Bali dan di Pulau Pari, Kepulauan Seribu, Jakarta.

Selain itu, Suzuki Marine juga berkomitmen mengurangi plastik untuk kemasan material dan suku cadang mesin dengan mengadopsi bahan kemasan alternatif. Langkah ini diestimasi mampu mengurangi sekitar 2,3 ton plastik/tahun jika semua kemasan suku cadang asli Suzuki Marine menggunakan bahan ramah lingkungan. 

“Alat pengumpul sampah plastik mikro ini adalah bagian dari Suzuki Clean Ocean Project untuk membantu menyelesaikan masalah sosial yang tercantum dalam SDGs (Sustainable Development Goals). Gerakan ini juga merupakan wujud dari komitmen Suzuki di aspek lingkungan dalam menerapkan slogan perusahaan yaitu ‘The Ultimate Outboard Motor’. Kami berharap pengembangan alat pengumpul plastik mikro ini dapat membawa dampak positif terhadap lingkungan dan juga masyarakat Indonesia,” tutup Ikeda.  (S-4)

Baca Juga

MMKSI

Mitsubishi Rilis Xpander dan Xpander Cross Edisi Spesial

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 15:58 WIB
Dua model spesial ini hadir sebagai pilihan yang cocok untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan konsumen yang menyukai...
Toyota

Toyota Segarkan Tampilan Fortuner dan Kijang Innova

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 19 Oktober 2020, 22:14 WIB
Penyegaran tidak hanya di sektor eksterior dan interior, tetapi juga fitur yang menyertai...
MG Motor Indonesia

Program Khusus MG ZS di Octoberfest

👤RO 🕔Senin 19 Oktober 2020, 21:22 WIB
Di Octoberfest juga menawarkan kemudahan untuk memiliki MG ZS dengan uang muka ringan 20%, cicilan ringan mulai dari Rp3 jutaan, hingga...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya