Kamis 01 Oktober 2020, 17:03 WIB

Diduga Mata-Mata, 4.000 Pelajar Tiongkok Ditargetkan Otoritas AS

Faustinus Nua | Internasional
Diduga Mata-Mata, 4.000 Pelajar Tiongkok Ditargetkan Otoritas AS

AFP/Olivier Douliery
Bendera nasional AS berkibar dekat Lincoln Memorial di Washington DC.

 

OTORITAS Amerika Serikat (AS) mengambil tindakan terhadap 4.000 pelajar Tiongkok. Itu sekitar 1% dari total pelajar Tiongkok di Negeri Paman Sam yang mencapai 400.000 orang.

Langkah ini mengantisipasi upaya Tiongkok yang diduga mengumpulkan informasi terkait AS. Wakil Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Matt Pottinger menyebut sebagian besar mahasiswa Tiongkok disambut baik.

Namun, kebijakan pengawasan penting dilakukan untuk melindungi AS dari ancaman Tiongkok. "Presiden Trump telah mengambil tindakan untuk menargetkan 1% dari jumlah besar itu. Termasuk, menargetkan peneliti Tiongkok yang berafiliasi dengan militer,” ungkap Pottinger.

Baca juga: Dunia Tidak Boleh Didominasi Konflik AS-Tiongkok

Pemerintah juga mengawasi individu yang datang untuk mendapatkan akse teknologi dan informasi AS. "Teknologi yang akan berguna untuk kemajuan militer Tiongkok atau penindasan rakyat mereka sendiri,” pungkasnya.

Lebih lanjut, Pottinger mengatakan mayoritas mahasiswa Tiongkok cukup disenangi di negaranya. Banyak yang menetap dan memulai usaha di AS.

Baca juga: Kasus Melonjak, Sudah 7 Juta Warga AS Terinfeksi Covid-19

Hubungan AS dan Tiongkok jatuh pada titik terendah dalam beberapa tahun terakhir. Dua ekonomi raksasa dunia terlibat konflik karena sejumlah persoalan. Mulai dari perdagangan, isu hak asasi manusia (HAM), hingga covid-19.

Bulan ini, otoritas AS mencabut visa terhadap 1.000 pelajar dan peneliti Tiongkok, yang dianggap memiliki riisko keamanan. Tidak terima, otoritas Tiongkok menyebut kebijakan itu sebagai pelanggaran HAM.

Di lain sisi, banyaknya mahasiswa Tiongkok yang belajar di AS memberikan keuntungan bagi sejumlah universitas. Namun, pandemi covid-19 menghambat pelajar Tiongkok untuk kembali ke kampus pada musim gugur ini.(CNA/OL-11)

Baca Juga

AFP/Angela Weiss

Jika Terpilih, Biden Janjikan Vaksin Covid-19 Gratis di AS

👤Nur Aivanni 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 11:15 WIB
Begitu kami memiliki vaksin yang aman dan efektif, itu harus gratis untuk semua orang, baik Anda yang memiliki asuransi atau...
Dok Ist

Mengenal Dokumen Abu Dhabi dalam Pertemuan JK-Paus Fransiskus

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 10:13 WIB
Dokumen Abu Dhabi ini disebutkan menjadi peta jalan yang sungguh berharga untuk membangun perdamaian dan menciptakan hidup harmonis di...
AFP/Vincenzo Pinto

Uji Coba Vaksin Covid-19 AstraZeneca Kembali Dilanjutkan di AS

👤Nur Aivanni 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 09:48 WIB
Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) hari ini mengizinkan dimulainya kembali di AS, menyusul dimulainya kembali uji coba di negara lain...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya