Kamis 01 Oktober 2020, 13:10 WIB

Fisikawan Tunjukkan Penjelajahan Waktu Memungkinkan

Abdillah Marzuqi | Weekend
Fisikawan Tunjukkan Penjelajahan Waktu Memungkinkan

Unsplash/ Zulfa Nazer
Secara teori penjelajahan waktu dimungkinkan namun manusia tetap tidak bisa mengubah peristiwa fundamentalnya.

ILMUWAN di Australia mengklaim perjalanan waktu secara teoritis dimungkinkan setelah memecahkan logika paradoks. Fisikawan dari Universitas Queensland menggunakan pemodelan matematika untuk menggabungkan teori relativitas umum ala Einstein dengan dinamika klasik. Tubrukan antara kedua sistem itu berada dibalik kelemahan perjalanan lintas masa yang dikenal dengan paradoks kakek.

Teori Einstein mengungkap kemungkinan seseorang menggunakan putaran waktu untuk kembali ke masa lalu untuk membunuh kakek mereka. Namun, prinsip dinamika klasik menyatakan urutan peristiwa setelah kematian kakek akan berujung pada penjelajah waktu yang tidak ada sejak awal.

“Sebagai fisikawan, kami ingin memahami hukum alam semesta yang paling mendasar dan mendasari dan selama bertahun-tahun saya bingung tentang bagaimana ilmu dinamika dapat sejalan dengan prediksi Einstein,” kata ketua tim peneliti Germain Tobar sebagaimana dilansir The Independent (1/10). “Apakah perjalanan waktu memungkinkan secara matematis?” tambahnya

Peneliti menggunakan perhitungan pandemi virus korona sebagai model untuk mengetahui apakah kedua teori dapat berdampingan. Mereka membayangkan seorang penjelajah waktu mencoba untuk kembali dan mencegah pasien nol terinfeksi covid-19.

“Dalam contoh pasien nol pasien virus korona, Anda mungkin mencoba dan menghentikan pasien nol terinfeksi, tetapi dengan melakukan itu Anda akan tertular virus dan menjadi pasien nol, atau malah orang lain,” jelas Tobar. Hal ini menjelaskan bahwa peristiwa fundamental akan tetap terjadi dan tidak akan bisa diubah. Meski begitu, penjelajahan waktu memang bisa terjadi.

“Rentang proses matematika yang kami temukan menunjukkan bahwa perjalanan waktu dengan keinginan bebas dimungkinkan secara logis di alam semesta kita tanpa paradoks,” tambahnya.

Penelitian itu diterbitkan dalam jurnal Classical and Quantum Gravity. Fisikawan Fabio Costa yang mengawasi penelitian tersebut juga mengungkapkan perhitungan itu mirip fiksi ilmiah. "Perhitungan matematika - dan hasilnya adalah fiksi ilmiah," pungkas Costa.(M-1)

Baca Juga

AFP

WFH Membuat Kebutuhan Internet Naik, Inilah Cara Berhemat

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 18:30 WIB
Pemakaian internet memang naik tajam sejak pandemi virus Korona di Indonesia, banyak orang yang harus tetap berada di dalam rumah untuk...
 MI/PANCA SYURKANI

5 Spot Diving Terbaik di Sulawesi

👤Indrastuti 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 15:45 WIB
Banyak dokumentasi National Geographic difilmkan di Selat...
Antara/AGI/Innersloth/Indonesian Digital Report 2020/Tim Riset MI-NRC

Popularitas Gim di Tengah Pandemi

👤Sumber: Antara/AGI/Innersloth/Indonesian Digital Report 2020/Tim Riset MI-NRC 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 05:55 WIB
GIM tampaknya telah menjadi hiburan utama bagi sebagian masyarakat selama pandemi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya