Kamis 01 Oktober 2020, 08:02 WIB

PBB Minta Semua Negara Bantu Pendanaan Vaksin Covid-19

Faustinus Nua | Internasional
PBB Minta Semua Negara Bantu Pendanaan Vaksin Covid-19

AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS
Seorang ilmuwan mengangkat tabung berisi vaksin potensial untuk covid-19.

 

SEKRETARIS Jenderal PBB Antonio Guterres, Rabu (30/9), mengatakan bahwa sudah waktunya bagi negara-negara untuk mulai menggunakan anggaran pemulihan covid-19 nasional untuk membantu mendanai rencana vaksin global Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Program ACT-Accelerator dan fasilitas COVAX-nya sejauh ini telah menerima US$3 miliar tetapi masih membutuhkan US$35 miliar lagi. Hal itu bertujuan memberikan 2 miliar dosis vaksin covid-19 pada akhir tahun depan dengan 245 juta perawatan dan 500 juta tes.

"ACT-Accelerator menyediakan satu-satunya cara yang aman dan pasti untuk membuka kembali ekonomi global secepat mungkin. Upaya vaksin nasional di beberapa negara tidak akan membuka pintu ke ekonomi global dan memulihkan mata pencaharian," kata Guterres.

Baca juga: Meski Kasus Covid-19 Melonjak, India Longgarkan Pembatasan

Guterres mengungkapkan program tersebut membutuhkan suntikan segera sebesar US$15 miliar untuk menghindari kehilangan peluang pembelian dan produksi di muka.

Selain itu, untuk membangun stok secara paralel dengan perizinan, meningkatkan penelitian, dan membantu negara-negara bersiap.

"Kami tidak dapat membiarkan kelambatan dalam akses untuk semakin memperluas ketidaksetaraan yang sudah sangat besar," katanya.

"Tapi mari kita perjelas, kami tidak akan sampai di sana dengan donor hanya mengalokasikan sumber daya hanya dari anggaran Bantuan Pembangunan Resmi. Kami perlu berpikir lebih besar. Sudah waktunya bagi negara-negara untuk menarik pendanaan dari respons mereka sendiri dan program pemulihan," lanjut Guterres

Guterres meminta semua negara meningkatkan bantuan dana mereka secara signifikan dalam tiga bulan ke depan. Dia mencatat negara-negara maju telah menghabiskan triliunan dolar untuk dampak sosial-ekonomi dari krisis.

"Jadi tentunya, kita dapat menginvestasikan sebagian kecil dari itu untuk menghentikan penyebaran penyakit di mana-mana," imbuhnya.

Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab pun mendesak negara lain untuk bergabung dalam upaya global. Dia mengatakan dalam pertemuan PBB bahwa ACT-Accelerator adalah harapan terbaik untuk mengendalikan pandemi. (CNA/OL-1)

Baca Juga

AFP/Eva Hambach

Lima Warga Korea Selatan Meninggal setelah Disuntik Vaksin Flu

👤Faustinus Nua 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 15:39 WIB
Para pejabat bulan lalu mengumumkan rencana untuk mendapatkan 20% lebih banyak vaksin flu untuk musim dingin daripada tahun...
Dita ALANGKARA/POOL/AFP)

PM Jepang: Selesaikan Konflik Laut China Selatan secara Damai

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 15:25 WIB
Yoshihide Suga menekankan bahwa Jepang menolak semua tindakan dan gerakan yang meningkatkan ketegangan di Laut China...
Biro Pers Setpres/Muchlis JR

PM Jepang Dukung ASEAN Outlook on Indo-Pasifik

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 14:38 WIB
Bagi Jepang, konsep Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka tidak ditujukan kepada negara-negara tertentu saja, tetapi terbuka dan bisa...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya