Kamis 01 Oktober 2020, 06:05 WIB

UMKM Perlu Diperkuat untuk Menggerakkan Ekonomi

Pra/RO/E-3 | Ekonomi
UMKM Perlu Diperkuat untuk Menggerakkan Ekonomi

MI/AGUS M
Para ojek daring mengantre untuk memesan Mo Tahu Aja! yang baru diluncurkan di kawasan Benhil, Jakarta Pusat, kemarin.

 

PRESIDEN Joko Widodo meminta seluruh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk terus bertahan di tengah pandemi. Meskipun omzet harian yang diperoleh menurun drastis, usaha harus tetap berjalan.

Pemerintah telah memberikan bantuan modal kerja sebesar Rp2,4 juta kepada jutaan pedagang mikro sebagai sti­mulus demi memperpanjang napas bisnis mereka.

“Usahakan tetap bertahan walaupun dengan omzet kecil. Jangan sampai nanti ketika keadaan normal, usahanya tutup. Itu nanti akan sulit untuk memulai lagi karena pasti ada pesaing yang mengisi,” ujar Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, kemarin.

Sebagai salah satu upaya menggerakkan UMKM tersebut, dua perusahaan kuliner besar berpola kemitraan, Mitra Boga Ventura (MBV) dan Kulo Group kembali melakukan kolaborasi untuk sebuah konsep baru. MBV dan Kulo Group menghadirkan gerobak kuliner Mo Tahu Aja!, yakni usaha berpola kemitraan untuk menjual tahu goreng dengan harga terjangkau.

“Saat ini banyak orang mencari pemulihan ekonomi masing-masing sehingga mereka mencari usaha dengan modal ringan agar bisa segera mendapatkan penghasilan,” ujar petinggi grup MBV, Michael Marvy Jonathan, pada peluncuran gerai gerobak pertama Mo Tahu Aja! di Bendungan Hilir, Jakarta, kemarin.

Marvy menjelaskan, selama pandemi, sebagian usaha makanan dan minuman masih bisa bernapas. Soalnya ketika ada pembatasan, banyak ­orang bosan terkunci di rumah, mereka memilih untuk jajan secara online.

Di sisi lain, banyak orang kehilangan pekerjaan karena bisnis ritelnya tutup, pabrik tidak berjalan, toko kelontong tutup, ataupun usaha penjualan pakaian yang gulung tikar, ingin mencari peluang baru lewat bisnis kuliner.

“Bisnis yang kami hadirkan ini menjual tahu dengan konsep gerobak, bukan booth sehingga biaya investasinya sangat kecil,” ujarnya.

MBV dan Kulo Group akan memberikan pelatihan kepada mitra, termasuk promosi ketika peluncuran setiap gerai, dan menyiapkan koneksi untuk Grabfood dan Gofood. Mitra tidak perlu repot, cukup membayar biaya kemitraan yang terjangkau dan siap berjualan.

Biaya investasi untuk memulai usaha Mo Tahu Aja! dinilai cukup terjangkau sebab hanya dengan modal Rp30 juta, mitra sudah bisa berjualan tahu dengan merek Mo Tahu Aja!. (Pra/RO/E-3)

 

Baca Juga

ANTARA/Raisan Al Farisi

Menaker: 18 Provinsi Sepakat Upah Minimum 2021 tidak Naik

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 11:58 WIB
Keputusan tidak menaikkan upah minimum itu karena pandemi covid-19 yang berdampak pada perekonomian dan kemampuan perusahaan dalam memenuhi...
Dok.PPI

BUMN Didorong untuk Berkolaborasi, Bukan Berkompetisi

👤Heryadi 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 10:51 WIB
Deputi Bidang SDM, Teknologi dan Informasi Kementerian BUMN Alex Denni mengatakan BUMN harus terus berkolaborasi bukan berkompetisi, baik...
DOK ASABRI

ASABRI Kolaborasi dengan 6 BUMN Rilis Program Kampung Milienial

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 10:46 WIB
Program ini dilaksanakan dengan kehadiran milenial di tengah-tengah masyarakat, dengan konsep keberlanjutan oleh kader-kader dari...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya