Kamis 01 Oktober 2020, 05:50 WIB

Pencairan Klaim Pasien Covid-19 Dipercepat

Atalya Puspa | Humaniora
Pencairan Klaim Pasien Covid-19 Dipercepat

ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Terawan Agus Putranto, Menteri Kesehatan.

 

KEMENTERIAN Kesehatan mempercepat penyelesaian klaim biaya perawatan pasien covid-19 untuk memastikan arus kas keuangan rumah sakit tetap terjaga agar bisa memberikan pelayanan optimal.

“Kami melakukan percepatan pembayaran klaim kepada rumah sakit yang melayani dan merawat pasien covid-19, tentunya untuk menjaga cashflow dan mutu layanan rumah sakit,” kata Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, kemarin.

Plt Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Abdul Kadir menjelaskan saat ini rumah sakit (RS) yang telah mengajukan klaim sebanyak 1.356 rumah sakit. Dijelaskan, prosedur klaim dimulai dari pengajuan klaim oleh rumah sakit, pengajuan tersebut kemudian diverifikasi oleh BPJS Kesehatan, Kemenkes dan Dinas Kesehatan kabupaten/kota.

“Selanjutnya dilakukan pembayaran uang muka oleh Kemenkes. Setelah proses verifikasi selesai dilakukan pelunasan klaim oleh Kemenkes, pembayaran diterima di rumah sakit,” kata Kadir.

Adapun upaya yang sudah dilakukan Kemenkes dalam percepatan klaim antara lain diterbitkannya Kepmenkes No. HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (Covid-19). Sosialisasi Kepmenkes ini dilakukan secara daring dan serial ke institusi terkait (Dinas Kesehatan Provinsi/Kab/Kota, Rumah Sakit, Organisasi Profesi dan stakeholder lainnya.

Juga diterbitkan Kepmenkes No HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Petunjuk Teknis Klaim Penggantian Biaya Pelayanan Pasien Penyakit Infeksi Emer­ging Tertentu bagi RS yang menyelenggarakan pelayanan covid-19. Juga membentuk Tim Dispute Kemenkes, dan koordinasi dengan pemangku kepentingan terkait dalam hal percepatan proses klaim.

Kementerian Kesehatan juga menerbitkan petunjuk khusus terkait prosedur yang harus dilakukan apabila ada klaim yang bermasalah sehingga harus ada penyelesaian yang dilakukan pihak RS maupun tim verifikasi dari pemerintah.

Langkah yang harus dilakukan antara lain BPJS Kesehatan melakukan verifikasi terhadap klaim yang diajukan, jika terdapat masalah, maka dilakukan revisi, hingga dua kali, untuk diajukan kembali ke BPJS Kesehatan setelah rumah sakit melakukan perbaikan.

Dibayar

Percepatan pembayaran klaim untuk perawatan pasien covid-19 sebelumnya juga disampaikan Wakil Ketua Komite Kebijakan Pengendalian Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan saat rapat koordinasi bersama para gubernur, BPJS Kesehatan di Jakarta, Selasa (29/9).

Dirut BPJS Kesehatan Fahmi Idris dalam kesempatan itu menuturkan pihaknya sudah membayar klaim sebesar Rp4,4 triliun ke RS di sebelas provinsi prioritas. “Ada Rp2,8 triliun nilai klaim yang sedang dalam proses verifikasi,” ungkapnya.

Adapun Gubernur DKI Anies Baswedan mengungkapkan bahwa di wilayahnya kendala pengajuan klaim rumah sakit. Kendala itu antara lain belum tersedianya petunjuk teknis untuk klaim pembiayaan kasus covid-19 dengan penyakit penyert­a yang tidak berhubungan.

Dalam menanggapi pernyataan Gubernur DKI ini, dengan tegas Menko Luhut meminta kepada Dirut BPJS Fahmi Idris agar terapi obat bagi pasien covid-19 seperti yang dimaksud Anies dapat diklaimkan.(Ins/H-1)

Baca Juga

dok.medcom

Vaksin Sinovac untuk Covid-19 Masuki Tahap Uji Klinis Fase 3

👤Andhika prasetyo 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 14:35 WIB
GURU Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran, Prof. Cissu Rachiana Sudjana menjamin keamanan Vaksin Sinovac untuk Covid-19 yang...
Antara/Septianda Perdana

Muslimat NU Diminta Respons Kebutuhan Dakwah Milenial

👤Suryani Wandari Putri Pertiwi 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 14:24 WIB
Menteri Agama berharap Muslimat NU terus melakukan penerjemahan atas kebutuhan dakwah dan pendidikan agama di tengah kaum...
AFP/Vincenzo Pinto

Vaksin Covid-19, Pakar: Kalau tak Aman, Uji Dihentikan Sejak Awal

👤Atalya Puspa 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 12:59 WIB
Guru Besar Fak Kedokteran Unpad Cissy mengatakan apabila vaksin Sinovac ditemukan tidak aman atau menimbulkan efek samping berbahaya...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya