Rabu 30 September 2020, 23:41 WIB

Ekspor Ikan Indonesia Capai 158 Negara, KKP Harmonisasi Kerja Sama

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Ekspor Ikan Indonesia Capai 158 Negara, KKP Harmonisasi Kerja Sama

Antara/Dhedhez Anggara
Hasil tangkapan nelayan di Indramayu

 

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) menyebut ekspor produk perikanan Indonesia telah mencapai 158 negara dari 193 negara anggota PBB. Untuk menjaga mutu ekspor, KKP harmonisasi kerja sama dengan negara mitra dan negara tujuan ekspor.

"Pengakuan jaminan mutu Indonesia dengan beberapa negara diproses melalui bilateral arrangement dengan saling bertukar sistem dan dan dilakukan inspeksi. Aelanjutannya setelah substansi sesuai, maka dilakukan kesepakatan harmonisasi MoU," jelas Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendali Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Rina dalam keteranganya, Jakarta, Rabu (30/9).

Sasaran ekspor ikan Indonesia, katanya, ialah Amerika Serikat, Tiongkok, Jepang dan Australia, serta sejumlah negara di Amerika Latin, Uni Eropa dan Timur Tengah.

Rina mengungkapkan, harmonisasi tersebut menjadi penting lantaran dari sisi karantina terdapat perubahan tren dan isu perdagangan global yang diikuti juga dengan semakin ketatnya berbagai persyaratan yang harus dipenuhi.

Perubahan tersebut di antaranya persyaratan bebas penyakit, lingkungan, traceability, biosecurity dan persyaratan teknis tertentu sebelum komoditas ikan dilalulintaskan.

Baca juga : Anggaran Penanganan Covid-19 Sudah Tersalur Rp304 Triliun

"Hal ini menunjukkan bahwa komoditas ikan yang akan diperdagangkan, tidak cukup hanya bebas penyakit pada saat akan diekspor, tetapi memang dalam keadaan sehat mulai dari awal produksi hingga saat akan dikirim," terang Rina.

Ia juga menyebut, sistem jaminan terhadap kesehatan ikan secara menyeluruh, mulai awal hingga akhir proses, menjadi sangat penting. Selain itu, dari sisi konsumen juga terdapat tuntutan pelayanan yang semakin cepat.

Pada kondisi tersebut, Rina menuturkan. tantangan besar ialah pengendalian penyakit ikan dan tuntutan pelayanan yang semakin baik adalah inefisiensi dan proses sistem yang tidak berbasis analisis risiko.

Guna mengantisipasi perkembangan global sekaligus memenuhi berbagai tuntutan persyaratan agar komoditas ikan Indonesia dapat diterima pasar dan memenangkan persaingan, Rina menyebut BKIPM telah menyiapkan pengembangan Cara Karantina Ikan yang Baik (CKIB).

Sistem CKIB ini pada dasarnya adalah suatu cara/pendekatan terkontrol untuk mendorong setiap instalasi karantina ikan mampu memproduksi ikan yang berkualitas, bebas penyakit dan bermutu. (OL-7)

Baca Juga

Antara

Dukung Program PEN, PPI Tingkatkan Nilai Produk UMKM

👤Heryadi 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 10:52 WIB
PPI mengamati perkembangan UMKM, dan mendukung produk yang dihasilkan dengan memberikan inovasi-inovasi agar meningkatkan nilai ekonomi...
MI

PUPR Gunakan Aspal Buton Sepanjang 793 Km di 25 Provinsi

👤Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 09:42 WIB
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pemanfaatan asbuton untuk pembangunan dan penanganan jalan merupakan bagian dari pelaksanaan...
DOK KEMENTAN

Jokowi Ajak Pemuda Tekuni Pertanian, Mentan Dorong Modernisasi

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 09:13 WIB
Indonesia bisa terbebas dari bayang-bayang impor jika semua anak muda memiliki pola pikir yang maju, khususnya dalam pembangunan pertanian...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya