Rabu 30 September 2020, 23:55 WIB

Klaster Ponpes Butuh Penanganan Khusus

Haryanto | Nusantara
Klaster Ponpes Butuh Penanganan Khusus

DOK MI
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

 

MUNCULNYA klaster pondok pesantren (ponpes) dalam penyebaran Covid-19 memerlukan penanganan khusus. Untuk itu dibutuhkan kerja sama antara ulama, pengelola Ponpes serta pemerintah.

Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam Vidcon Rakor Penanganan COVID-19 di Pesantren dengan Menko Marinvest, Luhut Binsar Panjaitan. Ganjar mengatakan, kunci penanganan COVID-19 di Ponpes ada pada para kiai.

"Kuncinya ada di para kiai, nyai, sesepuh. Kemudian peran Kemenag menjadi penting, ulama bisa bertemu untuk sama-sama buat aturan protokol di pesantren," kata Ganjar, Rabu (30/9).

Selain itu, potensi penyebab penularan COVID-19 juga penting untuk diketahui. Untuk itu, dibutuhkan kader yang dilatih untuk memberi edukasi dan menambah literasi.

Nantinya, para kader tersebut didampingi oleh Dinas Kesehatan setempat. Bahkan, organisasi seperti RMI hingga Asosiasi Para Gus (Asparagus) juga bisa mendampingi.

"Kemudian protokolnya dibuat. Setelah itu nanti akan kita ketahui kekurangannya apa, pasti sarana dan prasarana. Nah seperti ini bagaimana? Pemerintah akan membantu. Maka butuh kerja sama, antara pengelola ponpes dengan pemerintah," jelas Ganjar.

Selain itu, lanjut Ganjar, munculnya ketakutan pada masyarakat pesantren karena stigmatisasi orang yang terpapar Covid-19 ini juga harus segera diubah. Maka penting keberadaan kader untuk menambah literasi tentang Covid-19.

Di Jateng, Ganjar mengatakan pengecekan penerapan protokol kesehatan hingga hari ini terus dilakukan. Secara khusus kata Ganjar, gerakan Jogo Santri terus digencarkan oleh Wakil Gubernur Taj Yasin. "Di Jateng sudah mulai namanya jogo santri, jogo kiai, pak Wagub Gus Yasin udah jalan meskipun belum semua," kata Ganjar.

Ganjar menegaskan, penanganan COVID-19 di Pesantren memang dilakukan dengan cepat. Musababnya, pihaknya tak memungkiri Ponpes jadi salah satu tempat yang berpotensi menjadi klaster. (R-1)

Baca Juga

MI/Palce Amalo

Mengatasi Stunting dan Gizi Buruk di NTT dengan Bernas

👤Palce Amalo 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 14:25 WIB
PULAU Semau sentra pertanian yang memasok Kota Kupang, NTT ternyata prevelensi balita stunting dan gizi buruk terbanyak dibandingkan...
ANTARA/David Muharmansyah

Pemilih Milenial Pengaruhi Pemilihan Gubernur Bengkulu

👤Marliansyah 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 14:10 WIB
Jumlah pemilih muda di Bengkulu mencapai sepertiga dari total pemilik hak...
Ist

Bersama Rusdy-Ma'mun, NasDem Bangkitkan Ekonomi Masyarakat Kecil

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 14:10 WIB
Kehadiran program itu mendapat beragam respons positif dari masyarakat. Terlebih, saat ini ekonomi masyarakat tengah mengalami kesulitan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya