Rabu 30 September 2020, 16:35 WIB

Asosiasi: Program Inti Plasma Berdampak Positif Bagi Petani

M. Iqbal Al Machmudi | Ekonomi
Asosiasi: Program Inti Plasma Berdampak Positif Bagi Petani

Antara/Rony Muharrman
Pekerja membawa tandan buah segar kelapa sawit di kawasan perkebunan Pekanbaru, Riau.

 

ASOSIASI Petani Kelapa Sawit Perkebunan Inti Rakyat (Aspekpir) menyatakan program inti plasma dalam sektor perkebunan sawit berdampak positif bagi petani.

Dalam Pasal 22 (1) Undang-Undang (UU) Nomor 18 Tahun 2004 tentang Perkebunan, dijelaskan bahwa perusahaan perkebunan harus melakukan kemitraan yang saling menguntungkan, saling menghargai, saling bertanggung jawab dan saling memperkuat dengan perkebunan, karyawan dan masyarakat sekitar perkebunan.

"Sebetulnya, kalau lihat sejarah inti plasma sangat bagus sekali. Kita sangat merasakan kebaikan dan saya sudah merasakan manfaatnya," ujar Ketua Umum Aspekpir Setiyono dalam webinar yang diadakan Media Indonesia, Rabu (30/9).

Baca juga: Kelapa Sawit Semakin Berkelanjutan dengan Revolusi Industri 4.0

Menurutnya, program tersebut sudah dipertimbangkan dengan matang oleh pemerintah pusat, serta Bank Indonesia dan pimpinan daerah. "Bayangkan kalau program dipikirkan dengan begitu banyak menteri, pasti bagus sekali," pungkasnya.

Lebih lanjut, Setiyono mengatakan program inti plasma memiliki banyak manfaat. Seperti, tidak ada salah bibit dalam penanaman, berikut lahan disiapkan pemerintah. Apabila perusahaan inti mengalami keuntungan, akan berdampak positif terhadap kemitraan.

"Jadi memilih perusahaan juga perlu diperhatikan. Kalau memilih perusahaan yang kurang mampu, pasti terjadi masalah. Sampai sekarang perusahaan inti yang bagus, contohnya Sinarmas atau Astra," tutur Setiyono.

Baca juga: Kebijakan Biodiesel Dinilai Rugikan Petani Sawit

Kendati demikian, dirinya tidak menampik adanya persoalan dalam program inti plasma. Misalnya, seleksi petani yang dinilai kurang tepat. Petani inti plasma seharusnya sudah memiliki saham di pabrik inti, sesuai dengan aturan yang berlaku.

"UU Nomor 18 Tahun 2004 ini yang agak menyimpang. Kalau dulu inti plasma lebih besar 60% untuk petani dan 40% untuk perusahaan inti. Namun sekarang dibalik, itu lah yang kita protes. Seharusnya, kesejahteraan untuk petani,” ucapnya.(OL-11)

Baca Juga

ANTARA/Rivan Awal Lingga

Ini akibat Bank Syariah BUMN Digabungkan

👤Fetry Wuryasti 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 18:25 WIB
Struktur pemegang saham tersebut berdasarkan perhitungan valuasi dari masing-masing bank peserta...
Antara/Sigid Kurniawan

RUPS Bank Mandiri Tunjuk Darmawan Junaidi Jadi Direktur Utama

👤Fetry Wuryasti 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 18:16 WIB
RUPS LB juga menyetujui pengangkatan Rohan Hafas menjadi Direktur Hubungan Kelembagaan, dan Susana Indah Kris Indriati menjadi Direktur...
Dok. Polygon

Polygon Lengkapi Seri E-Bike Lewat Gili Velo

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 18:13 WIB
Polygon Bikes pun memiliki sejumlah lini sepeda yang masuk dalam e-bike, seperti Path E, Entiat E, dan Sage...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya