Rabu 30 September 2020, 16:35 WIB

Kejari Depok Selidiki Turap Sungai Sugutamu yang Longsor

Kisar Rajagukguk | Megapolitan
Kejari Depok Selidiki Turap Sungai Sugutamu yang Longsor

MI/Kisar Rajagukgul
Kondisi turap Sungai Sugutamu, Kota Depok yang mengalami longsor, pembangunan turap tersebut diduga salahi bestek.

 

TURAP atau dingding beton penyangga sungai Sugutamu, anak Sungai Ciliwung di Kelurahan Bhakti Jaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok longsor. Longsornya dinding beton penyangga sungai tersebut karena tidak sesuai bestek.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Depok setelah menerima laporan langsung melakukan penyelidikan kejadian longsornya turap tersebut.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Depok Sri Kuncoro melalui Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Hary Palar usai melakukan penyelidikan mengungkapkan bahwa ada kerugian negara dari kasus robohnya dinding beton penyangga sungai Sugutamu yang berada persis dibawah Masjid Al-Mahajirin tersebut.

Hary tidak menjelaskan secara rinci kronologis robohnya dinding beton penyangga sungai tersebut. Ia juga tak bersedia menjelaskan angka kerugian, karena bukan tupoksi dia untuk menjelaskan.

"Kita ada humas, beliau yang berhak memberikan keterangan lebih banyak," ujar Hary saat dihubungi, Rabu (30/9).

Namun, Hary mengakui telah memeriksa sejumlah pejabat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dinas PUPR) Kota Depok. "Pejabat-Pejabat Dinas PUPR sudah kami periksa. Pemeriksaan pejabat Dinas PUPR terus running (berjalan) karena ada kerugian negara," ungkapnya.

Kepala Seksi Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air Dinas PUPR Kota Depok Bachtiar Ardiansyah dikonfirmasi terkait longsornya turap tersebut hanya menjawab singkat. "Sudah dibereskan. Kita (Dinas PUPR) sudah Cs-an dengan Kejaksaan. Tapi jangan di ekspos," pintanya.

Saat ditanya ditanya siapa-siapa pejabat Dinas PUPR Kota Depok yang diperiksa oleh kejaksaan, Bachtiar mengelak menjawab dan meminta menanyakan langsung ke kejaksaan.

Sumber terpercaya di Dinas PUPR Kota Depok menyebutkan,  pejabat Dinas PUPR yang dipanggil dan diperiksa kejaksaan antara lain Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Kota Depok Denny Setiawan, Kepala Seksi Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air Dinas PUPR Kota Depok dan staf Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Kota Depok Rohimat.

"Yang memeriksa tim gabungan intelijen dan pidana khusus kejaksaan," katanya.

Sebagaimana diketahui, nilai proyek turap penyangga sungai Sugutamu bersumber dari APBD tahun 2019 senilai Rp522 juta. Berdasarkan kontrak proyek tersebut disebut untuk pembangunan turap. Namun, dalam pelaksanaannya turap berupa bronjong yang bahan materialnya dari batu kali dan kawat. "Hal itulah yang membuat dingding beton tersebut roboh," tandasnya. (OL-13)

Baca Juga

Medcom.id

Tawuran Pelajar Renggut Satu Korban Jiwa

👤KG/J-2 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 05:17 WIB
Korban meninggal berinisial MS, 16, pelajar SMA kelas XI. Korban tewas di tempat perkara karena mengalami luka bacok cukup parah di bagian...
Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo

Humas Polri Terus Mengedukasi Masyarakat

👤Ykb/J-2 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 05:13 WIB
Idham juga meminta Humas Polri agar selalu mengambil peran, partisipatif dalam setiap momentum guna mendukung terpeliharanya keamanan dan...
Dok. XXI/Medcom.id

Bioskop XXI Batal Buka

👤Hld/Medcom/J-1 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 05:08 WIB
Pemprov DKI Jakarta mengizinkan CGV Indonesia, XXI, dan Cinepolis kembali beroperasi dengan protokol kesehatan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya