Rabu 30 September 2020, 13:25 WIB

DPRD DKI Nilai Mini Lockdown Memudahkan Pengawasan

Hilda Julaika | Megapolitan
DPRD DKI Nilai Mini Lockdown Memudahkan Pengawasan

Antara/Nova Wahyudi
Penerapan karantina wilayah di kawasan Tambora, Jakarta, pada April lalu.

 

PRESIDEN Joko Widodo diketahui meminta pemimpin daerah untuk menerapkan karantina wilayah terbatas atau mini lockdown.

Wakil Ketua DPRD DKI M. Taufik sepakat dengan konsep mini lockdown. Menurutnya, DKI Jakarta bisa mengikuti instruksi Kepala Negara. Sebab, konsep ini berfokus pada wilayah zona merah, seperti tingkat RW.

“Ya ikutin saja. Mini Lockdown itu lebih fokus. Misalnya di RW mana yang merah, ya sudah lockdown saja,” ujar Taufik saat dikonfirmasi, Rabu (30/9).

Baca juga: Presiden: PSBB Merugikan Banyak Orang

Lebih lanjut, dia menyebut konsep yang diusulkan Kepala Negara sudah pernah diterapkan di wilayah Ibu Kota. Misalnya, saat ada RW dengan kasus covid-19 tinggi, kemudian dilakukan penutupan wilayah. Taufik berpendapat konsep mini lockdown akan mempermudah pengawasan.

“Sebenarnya secara faktual di DKI pernah ada penutupan RW. Artinya kalau mau mini lockdown, maka dipilah. RW mana yang merah. Ini kan jadi jauh lebih terkontrol. Dalam 14 hari bagaimana perkembangannya,” pungkasnya.

Baca juga: Pemprov DKI Berupaya Tekan Angka Kematian Covid-19

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memerintahkan pemimpin daerah untuk menerapkan mini lockdown, yang dinilai lebih efektif dibadingkan pembatasan keseluruhan. Dalam hal ini, terkait upaya menekan laju penyebaran kasus covid-19.

Usulan Kepala Negara dikemukakan dalam rapat terbatas secara virtual perihal penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional pada Senin (28/9) lalu.

“Mini lockdown berulang akan lebih efektif. Jangan sampai kita generalisir satu kota, satu kabupaten, apalagi satu provinsi. Ini akan merugikan banyak orang," tutur Jokowi, sapaan akrabnya.(OL-11)

 

Baca Juga

Dok: Pemprov DKI

Pemprov DKI Siapkan Pembangunan Pengolahan Air Limbah

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 13:05 WIB
Juaini mengatakan utamanya pembangunan SPALD-T ini dilakukan di lingkungan permukiman padat penduduk yang belum memiliki sanitasi yang...
MI/ANDRI WIDIYANTO

Kurangi Debit Kali Sunter, Pemkot Jaktim Normalisasi Sodetan Waduk

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 12:57 WIB
Wali Kota Jakarta Timur M Anwar mengungkapkan target pelebaran sodetan itu selesai dalam waktu satu sampai dua pekan ke...
MI/Bary Fathahilah

Antisipasi Pohon Tumbang, Pemkot Jakbar Pangkas 5.592 Pohon

👤Deden Muhamad Rojani 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 12:12 WIB
Pemangkasan dilakukan sebagai antisipasi pohon tumbang, sejak Januari hingga September...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya