Rabu 30 September 2020, 13:02 WIB

Kuasa Hukum Jelaskan Asal Usul Harta Pinangki

Tri Subarkah | Politik dan Hukum
Kuasa Hukum Jelaskan Asal Usul Harta Pinangki

ANTARA/Muhammad Adimaja
Terdakwa kasus suap pengurusan pengajuan fatwa Mahkamah Agung (MA) untuk membebaskan Djoko Tjandra, Pinangki Sirna Malasari.

 

KUASA hukum terdakwa kasus gratifikasi Pinangki Sirna Malasari, Jefri Moses, menjelaskan asal-usul kekayaan kliennya. Jefri mengungkapkan hal tersebut saat membacakan nota keberatan pada sidang lanjutan Pinangki di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

"Hal ini sengaja terdakwa sampaikan di persidangan ini sekaligus menjawab pertanyaan yang juga sering dilontarkan di media perihal gaya hidup yang dianggap berkelebihan dan tidak sesuai profile sebagai jaksa," kata Jefri, Rabu (30/9).

Jefri menjelaskan, pada 2006, Pinangki menikah secara resmi dengan seorang jaksa bernama Djoko Budiharjo. Djoko pernah bekerja sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat dan terakhir Sekretaris Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan.

Baca juga: Pinangki Mengaku tidak Pernah Sebut Nama Hatta Ali dan Burhanudin

Pernikahan tersebut berlangsung selama dua tahun sejak Djoko bercerai dengan istri pertamanya pada 2004. Sehingga, lanjut Jefri, saat menikah, Djoko berstatus duda. Pernikahan antara Pinangki dengan Djoko tersebut bertahan hingga Djoko meninggal dunia pada Februari 2014.

Setelah pensiun, Djoko diketahui berprofesi sebagai advokat. Saat itulah Pinangki mengetahui bahwa Djoko menyimpan uang dalam bentuk banknotes mata uang asing.

"Yang menurut almarhum adalah untuk kelangsungan hidup istrinya, karena almarhum menyadari tidak akan bisa mendampingi istrinya yang berbeda usia 41 tahun, sehingga almarhum pun menyiapkan banyak tabungan tersebut," papar Jefri.

Setelah Djoko meninggal, Jefri menjelaskan Pinangki menikah lagi dengan perwira polisi bernama Napitupulu Yogi Yusuf.

"Mengingat peninggalan almarhum suami terdakwa yang cukup banyak maka dalam pernikahan keduanya ini terdakwa membuat Perjanjian Pisah Harta dengan Napitupulu Yogi Yusuf," tandas Jefri.

Sebelumnya, dalam sidang dakwaan yang digelar Rabu (23/9) lalu, Jaksa Penuntut Umum menuding Pinangki melakukan tindak pidana pencucian uang dengan uang yang diterima dari Joko Tjandra.

Uang tersebut diduga digunakan untuk membeli mobil BMW X5, membayar sewa apartemen dan membayar dokter di Amerika Serikat (AS), membayar dokter home care untuk Pinangki dan keluarganya, membayar kartu kredit atas nama Pinangki, dan membayar sewa tempat tinggal Pinangki. (OL-1)

Baca Juga

MI/ M Irfan

Kunci Persatuan yaitu Hadirkan Rasa Keadilan

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 13:36 WIB
Sulit ada persatuan dalam ketimpangan. Persatuan dibangun dalam hadirnya rasa...
ANTARA

Presiden Resmikan TVRI Papua Barat

👤 Dhika Kusuma Winata 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 13:26 WIB
Presiden juga menyampaikan persatuan harus terus diperjuangkan dengan menghargai perbedaan, menjaga toleransi, serta menjaga keutuhan dan...
Istimewa

Agung Laksono Sebut UU Cipta Kerja Tak Ada yang Dirugikan

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 28 Oktober 2020, 11:50 WIB
ANGGOTA Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) H.R. Agung Laksono menilai, UU Cipta Kerja merupakan terobosan hukum yang diperlukan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya