Rabu 30 September 2020, 12:00 WIB

Jerman Batasi Peserta Pesta untuk Tekan Angka Covid-19

Basuki Eka Purnama | Internasional
Jerman Batasi Peserta Pesta untuk Tekan Angka Covid-19

AFP/Tobias SCHWARZ
Paduan anak berlatih sembari menjaga jarak sosial di Stadion Olimpiade, Berlin, Jerman.

 

JERMAN membatasi jumlah orang yang bisa menghadiri pesta dan pertemuan keluarga di wilayah yang paling parah terhantam pandemi covid-19. Hal itu diungkapkan Kanselir Jerman Angela Merkel, Selasa (29/9), setelah bertemu pimpinan 16 negara bagian.

Dengan sejumlah klaster terlacak ke sejumlah pesta pernikahan dan acara keluarga, Merkel menyebut pembatas diperlukan untuk mencegah penyebaran covid-19.

Wilayah dengan angka infeksi sebesar 35 per 100 ribu diharuskan membatasi jumlah peserta pesta menjadi maksimal 50 orang.

Baca juga: Biden Tuding Trump Panik Hadapi Pandemi Covid-19

Jika angkanya naik menjadi 50 per 100 ribu orang, hanya 25 orang yang diizinkan hadir di pesta.

Pemerintahan negara bagian gagal menyepakati aturan untuk pesta di rumah namun Merkel merekomendasikan agar jumlah dibatasi menjadi hanya 10 di kawasan yang parah dihantam covid-19.

Merkel juga meminta warga Jerman tidak meninggalkan negara itu selama liburan sekolah mengingat kasus covid-19 meningkat di berbagai negara Eropa.

Jerman juga berencana memberlakukan denda sebesar minimal 50 euro (sekitar Rp876 ribu) jika warga tidak memberikan nomor kontak yang asli saat mereka makan di restoran untuk membantu pelacakan.

"Restoran harus memastikan pengunjung memberikan informasi yang asli. Jika mereka memberikan nama seperti Donald Duck, itu dipastikan palsu," kata Merkel. (AFP/OL-1)

Baca Juga

Kerem Yucel / AFP

Jumlah Kasus Covid-19 di AS Lampaui 9 Juta

👤 Nur Aivanni 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 08:09 WIB
AS kini telah mencatat 9.007.298 kasus. Pada Kamis, negara itu mencatat rekor infeksi harian baru, yakni lebih dari 91.000 dalam 24...
KADOBNOV / AFP

Moskow Siapkan Vaksinasi Saat Rusia Kekurangan Dokter

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 06:59 WIB
Ibu kota Rusia itu sedang menciptakan jaringan besar ruang vaksinasi khusus untuk 2.500 orang berisiko tinggi, terutama dokter dan guru...
AFP/ODD ANDERSEN

EU Desak WHO Lebih Transparan Dalam Penanganan Pandemi

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 06:43 WIB
Uni Eropa (EU) mendesak WHO segera dirombak, agar lebih kuat menangani pandemi dan membuka kekurangan negara-negara anggotanya dalam...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya