Rabu 30 September 2020, 11:01 WIB

Anies Apresiasi Perusahaan dan Warga Taat PBB-P2

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Anies Apresiasi Perusahaan dan Warga Taat PBB-P2

DOK MI ROMMY P
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

 

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan penghargaan kepada 28 Wajib Pajak PBB-P2 (Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan) Panutan 2020 baik perorangan maupun perusahaan di Balai Kota Jakarta, Selasa (29/9).

Dalam sambutannya, Anies menyebut penghargaan ini sebagai bentuk terima kasih dan apresiasi kepada wajib pajak yang telah tertib dengan ikut bertanggung jawab berkontribusi atas masalah pandemi covid-19 yang dihadapi saat ini.

Dalam daftar nama individu dan perusahaan yang mendapat apresiasi itu ada nama pendiri Media Grup Surya Paloh, PT Food Station Tjipinang Jaya, PT MRT Jakarta, dan PT Pertamina (Persero).

Baca juga: PSBB: 709 Perusahaan Disidak, 123 Perusahaan Ditutup Sementara

"Kami menyadari persis bahwa proses pemerintahan ini hanya bisa berjalan dengan baik jika dua-duanya menjalankan perannya. Satu adalah pemerintah menjalankan perannya. Dua adalah masyarakat. Masyarakat ada yang bergerak di bidang komersial, ada yang bergerak di bidang nonkomersial. Bila pemerintah dan masyarakat memainkan peran masing-masing dengan baik, kewajiban dan haknya dijalankan, kemajuan untuk Republik ini akan terjadi, begitu juga dengan Jakarta. Jakarta akan merasakan kemajuan apabila pemerintah bisa menjalankan program-programnya. Dan program pemerintah harus ada pembiayaan dan pembiayaan itu didapatkan dari pajak. DKI Jakarta salah satu provinsi yang paling merasakan dampak dari konstraksi ekonomi karena pendapatan kita porsinya besar dari pajak. Jadi, saya ingin sampaikan terima kasih kepada Bapak/Ibu sekalian," papar Anies.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan secara virtual tersebut, eks Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menyampaikan harapannya agar lebih banyak wajib pajak terdaftar di DKI Jakarta yang mengikuti jejak Wajib Pajak PBB-P2 Panutan 2020.

Ia menyebut mereka yang selama ini taat membayar pajak boleh berbangga dengan turut serta meringankan beban kota Jakarta, karena semua program yang dikerjakan Pemprov DKI Jakarta apalagi di masa pandemi ini adalah untuk manfaat bagi begitu banyak orang.

"Kalau kita tengok dalam perjalanan perusahaan kita, perjalanan pribadi-pribadi kita. Betapa dalam tempo yang relatif singkat, kita mengalami peningkatan kesejahteraan yang luar biasa. Dan untuk itu, kita memberikan sebagian yang disebut sebagai tanggung jawab untuk membayar pajak kepada negara. Tetapi, sesungguhnya secara filosofis, kita tahu sebesar apapun yang kita berikan kepada negara ini belum sebanding dengan yang kita dapatkan, dari tanahnya, dari udaranya, dari kesempatannya. Karena itu, saya ingin sampaikan apresiasi sekali lagi karena Ibu/Bapak memilih menjadi bagian yang mengambil pandangan seperti itu dengan secara tertib menunaikan semua yang menjadi kewajiban," ujarnya.

Lebih lanjut, mantan rektor Universitas Paramadina itu menyatakan setiap wajib pajak dapat memanfaatkan kesempatan relaksasi pajak yang dilakukan pemerintah. Anies juga menyampaikan apresiasi atas lapangan pekerjaan yang mampu dipertahankan oleh perusahaan di wilayah DKI Jakarta selama pandemi covid-19.

"Di masa-masa krisis seperti ini, kita berterima kasih kepada semua institusi yang memilih menjaga pekerjanya bisa bekerja seperti sebelum kondisi pandemi. Tantangannya tidak sedikit, saya percaya itu. Menjaga pekerjaan ini bukan sekadar soal angka untuk dilaporkan secara regional, tetapi ini juga memastikan bahwa kondisi sosial politik itu berjalan dengan stabil karena masyarakat terjamin kondisi perekonomiannya. Dan Bapak/Ibu sekalian sebagai penyedia pekerjaan telah memberikan lapangan pekerjaan begitu banyak. Kami sampaikan terima kasih," pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi DKI Jakarta Mohammad Tsani Annafari menyampaikan bahwa hingga 29 September 2020, sekitar 680 ribu dari 1,1 juta wajib pajak yang terdaftar untuk PBB-P2 telah membayarkan kewajiban mereka.

Dari sekitar 680 ribu wajib pajak tersebut, total penerimaan PBB-P2 yang tercatat sebesar Rp5.946.617.502.281 atau 91% dari total target sejumlah Rp6,5 triliun setelah 'refocusing' anggaran akibat pandemi covid-19.

"Dari 680 ribu wajib pajak tadi, sampai sore tadi, kami pantau aplikasi kami, total penerimaan yang masuk sekitar Rp5,946 triliun. Jadi, Rp6 triliun kurang sedikit. Dan itu sudah cukup menggembirakan bagi kami karena target kami adalah Rp6,5 triliun setelah 'refocusing', sehingga total realisasi mencapai 91% untuk PBB-P2 saja. Tetapi, secara total akumulasi persentase (realisasi) penerimaan ini baru tercapai 75,2% dari nilai total (target) penerimaan yang sekitar Rp29,8 triliun," terang Tsani.

Mantan penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu menyebut, Wajib Pajak PBB-P2 Panutan 2020 telah menunjukkan komitmen dalam gotong royong membantu pemerintah menanggulangi covid-19 melalui kontribusi kewajiban mereka.

Tsani menyampaikan apresiasinya kepada seluruh wajib pajak yang bersedia meluangkan sumber daya yang dimilikinya untuk mendukung Pemda dalam mengentaskan permasalahan covid-19.

"Kami sudah menandatangani SK Kepala Badan untuk membantu para pelaku usaha yang menghadapi kesulitan di tengah pandemi ini, terutama dalam kaitan untuk memenuhi kewajiban pelunasan PBB-P2. Jadi, kami sudah menandatangani Surat Keputusan Kepala Badan Pendapatan Daerah Nomor 2251 Tahun 2020 yang isinya memberikan relaksasi, bukan pengurangan pokok pajak, tetapi hanya memberikan kesempatan untuk membayar secara bertahap kekurangan pajak yang belum bisa diselesaikan setelah masa jatuh tempo tanggal 31 September besok. Dan ini hanya kita berikan kepada mereka yang memenuhi ketentuan sebagaimana diatur di detail peraturan ini," jelas Tsani.

Tsani menegaskan, Bapenda Provinsi DKI Jakarta akan melakukan sosialisasi atas skema relaksasi yang dapat dimanfaatkan wajib pajak, khususnya pelaku usaha yang terdampak pandemi covid-19.

Tsani menyebut, aturan baru ini sesuai dengan semangat Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan pemulihan ekonomi dan mendukung suasana Jakarta yang kondusif sebagai kota bisnis.

Penghargaan Wajib Pajak PBB-P2 Panutan Tahun 2020 ini diberikan kepada wajib pajak yang dinilai layak menjadi teladan, baik dari kalangan wajib pajak pribadi maupun badan usaha. Adapun kriteria pemilihan wajib pajak yang menerima penghargaan ini adalah wajib pajak yang membayar PBB-P2 dengan jumlah pajak terutang di atas Rp10 Miliar.

Pemberian penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kepada para wajib pajak, juga ditujukan sebagai kampanye kepada masyarakat bahwa tidak ada alasan untuk tidak patuh pajak meskipun berada dalam kondisi sulit.

Jumlah wajib pajak yang diundang secara virtual dan diberikan apresiasi sebanyak 28 wajib pajak dari seluruh wilayah DKI Jakarta, dengan total ketetapan PBB-P2 yang dibayar sebesar Rp386.339.000.950. (OL-1)

Baca Juga

ANTARA/Rivan Awal Lingga

Hari Ini, Empat Bioskop CGV di Jakarta Dibuka Lagi

👤Fathurrozak 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 11:52 WIB
Pembukaan kembali bioskop CGV di Jakarta dimulai dengan empat lokasi, yaitu, CGV Grand Indonesia, Aeon Mall Jakarta Garden City, Green...
ANTARA FOTO/Reno Esnir

Video Viral Polisi Pukul Polisi, Polri: Itu Hoaks

👤Yakub Pryatama 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 10:54 WIB
"Terkait video viral di medsos yang mengatakan PA Brimob menyamar sebagai mahasiswa dan ditangkap oleh polisi lalu kena pukul personel...
ANTARA/Aditya Pradana Putra

Pemprov DKI Siapkan 550 Bengkel Penyelenggara Uji Emisi

👤Kautsar Bobi 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 09:36 WIB
Saat ini, baru ada 155 bengkel yang terseber di beberapa daerah di Ibu...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya