Rabu 30 September 2020, 07:48 WIB

Kasus Covid-19 di Dewasa Muda AS Meningkat 55% pada Agustus

Faustinus Nua | Internasional
Kasus Covid-19 di Dewasa Muda AS Meningkat 55% pada Agustus

AFP/Angela Weiss
Dua warga mengenakan masker melintas di depan tanda peringatan kewajiban mengenakan masker di stasiun subway New York, AS.

 

KASUS infeksi covid-19 di kalangan orang dewasa muda terus meningkat di seluruh Amerika Serikat (AS) dalam beberapa pekan terakhir setelah universitas dibuka kembali. Hal itu menunjukkan perlunya mengambil lebih banyak tindakan untuk mencegah penyebaran covid-19 pada kelompok usia muda.

Dalam laporan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), antara 2 Agustus dan 5 September, kasus mingguan covid-19 pada orang berusia 18 hingga 22 tahun naik 55,1%. Wilayah Timur Laut mencatat peningkatan 144% dalam kasus covid-19 sementara kasus covid-19 di wilayah Midwest naik 123,4%.

Baca juga: Mantan Presiden Ukraina Positif Covid-19

Peningkatan dalam kasus tidak hanya disebabkan peningkatan pengujian, tetapi dapat dikaitkan dengan beberapa universitas yang melanjutkan kegiatan secara langsung, kata para peneliti CDC.

Mereka juga mengatakan penularan juga bisa terjadi di antara orang dewasa muda yang tidak kuliah.

Para peneliti CDC mengatakan universitas yang ingin membuka kembali pembelajaran tatap muka perlu menerapkan langkah-langkah mitigasi. Harus diterapkan protokol kesehatan, seperti pemakaian masker dan jarak sosial untuk mengekang penyebaran virus di antara orang dewasa muda.

Laporan sebelumnya mengidentifikasi orang dewasa muda cenderung tidak mematuhi langkah-langkah pencegahan. Dalam studi terpisah yang diterbitkan Morbidity and Mortality Weekly Report (MMWR) CDC, Selasa (29/9), para peneliti melaporkan peningkatan pesat kasus covid-19 selama dua minggu setelah Universitas North Carolina membuka kampusnya untuk mahasiswa.

Studi tersebut menemukan bahwa antara 3 Agustus-25 Agustus, universitas melaporkan 670 kasus covid-19 yang dikonfirmasi laboratorium. Dengan penyelidikan awal menemukan bahwa pertemuan mahasiswa dan tempat tinggal yang berkumpul kemungkinan berkontribusi pada penyebaran.

Pada 19 Agustus, kelas dipindahkan secara virtual dan sekolah mulai mengurangi kepadatan dan kerumunan di dalam kampus.

Tidak ada pasien covid-19 dari universitas yang dirawat di rumah sakit atau meninggal. Namun, penulis kedua studi menyarankan perlunya langkah-langkah yang ditingkatkan untuk mengurangi penularan di antara orang dewasa muda dan di lembaga pendidikan tinggi. (CNA/OL-1)

Baca Juga

AP Photo/Thibault Camus

Menlu Iran Balas Ucapan Presiden Prancis Emmanuel Macron

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 04:30 WIB
Pernyataan tersebut menjadi petunjuk yang jelas terhadap ucapan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dianggap kritis terhadap...
AFP

Oposisi Minta PM Prayut Mundur

👤MI 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 03:50 WIB
PARTAI oposisi terbesar di Thailand menyerukan agar Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha mengundurkan...
AFP

Gencatan Senjata Karabakh Gagal

👤MI 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 03:30 WIB
UPAYA ketiga untuk menghentikan pertempuran selama berminggu-minggu di Nagorno Karabakh telah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya