Rabu 30 September 2020, 05:15 WIB

Membunyikan Lonceng Darurat

Kristiadi | Nusantara
Membunyikan Lonceng Darurat

ANTARA/JOJO
Pekerja membersihkan bekas ruang belajar SMA Negeri 1 Ranomeeto yang dijadikan rumah sakit sementara pasien covid-19, di Konawe Selatan.

 

LONJAKAN korban terpapar covid-19 terjadi di berbagai belahan daerah sehingga pemerintah setempat harus menyiapkan bangunan alternatif untuk tempat isolasi maupun perawatan.

Seluruh ruang isolasi rumah sakit swasta maupun gedung baru pasien korona RSUD Soekardjo, Kota Tasikmalaya, Jabar, kemarin, dinyatakan telah overload. Pemerintah Kota Tasikmalaya mau tidak mau mengoperasikan salah satu bangunan rumah susun sewa milik Universitas Negeri Siliwangi sebagai tempat isolasi/perawatan pasien covid-19.

Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman menyebut pasien baru membeludak berasal dari klaster pesantren berjumlah 33 orang, plus berbagai klaster lainnya termasuk lingkungan keluarga dan tenaga kesehatan.

Ledakan kasus terkonfirmasi dianggap sudah sangat serius sehingga  Pemkot Tasikmalaya menarik lonceng darurat dengan memberlakukan pembatasan kegiatan warga/usaha hanya sampai pukul 20.00 WIB.

Kebijakan tersebut diterbitkan setelah menggelar rapat darurat. “Hasil rapat gugus tugas salah satunya mengambil kebijakan membatasi seluruh kegiatan warga sampai pukul 20.00 WIB. Jika ada yang melanggar akan ditindak tegas sesuai peraturan protokol kesehatan,” tandas Budi Budiman, Selasa (29/9).

Kota Cirebon, Jabar, setali tiga uang. Selain harus meningkatkan kapasitas ruang isolasi dan perawatan, Dinkes Kota Cirebon, membuka rekrutmen terbuka bagi tenaga paramedis.

Kepala Dinkes Kota Cirebon Edy Sugiarto mengungkapkan telah menerima dua dokter. Secara keseluruhan pihaknya membutuhkan 36 paramedis berikut 18 tenaga umum.

Dinkes akan menyewa 3 hotel dengan kapasitas 200 tempat tidur untuk dijadikan tempat isolasi covid-19. Tenaga medis rekrutan baru mulai bertugas di tiga hotel itu terhitung 1 Oktober.

Edy menambahkan, kasus terpapar covid-19 di Kota Cirebon terus meningkat membuat dokter-dokter di puskesmas sudah kelelahan. “Dalam sehari mereka bisa menangani 100-200 pasien. Belum termasuk merawat pasien covid-19 yang di Gedung Diklat BKKBN,” cetusnya.

Pinjam gedung

Sehubungan dengan merebaknya santri terpapar, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengaku sudah mengizinkan Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono meminjam gedung diklat sebagai cadangan ruang isolasi.

Sebenarnya, menurut Ganjar, ruang isolasi masih tersedia di Banyumas. “Ekstensinya masih banyak, tapi karena Pak Wakil Bupati kontak dan mau pinjam diklat kita yang ada di sana (Banyumas), ya kita pinjami,” imbuhnya, Selasa (29/9).

Sadewo Tri Lastiono mengaku meminjam gedung kepada Gubernur Jateng karena ruang perawatan untuk pasien covid-19 yang disediakan pemerintah sudah hampir penuh.

Pemprov Sulawesi Tengah juga membunyikan lonceng dengan membuka rumah sakit darurat untuk pasien positif virus korona. Plt Kadis Kesehatan Sulteng Jumriani mengatakan telah mengecek kesiapan Asrama Diklat BPSDM Sulteng sebagai rumah sakit darurat dengan kapasitas 200 tempat tidur.

Tragisnya, ketika jumlah korban terpapar semakin melonjak, kesadaran mematuhi protokol kesehatan di Jabar masih memprihatinkan. Terhitung sejak Juli hingga kemarin sudah 637.102 orang ditindak Satpol PP.

Sementara itu, masyarat Bali khususnya yang bermukim di Kota Denpasar, diminta pemkot setempat disiplin menerapkan protokol kesehatan sekalipun di rumah karena saat ini merebak klaster keluarga. (UL/HT/TB/BY/RS/N-1)

Baca Juga

MI/Gabriel Langga

Menkop Teten Luncurkan Digitalisasi UMKM Kopdit Obor Mas

👤Gabriel Langga 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 21:12 WIB
Teten juga mengakui ada tiga problem dasar yang dialami oleh pelaku UMKM yang ketika memasukan produknya di market...
MI/Widjajadi

Legislator Nasdem Eva Yuliana Pantau Program E-Policing di Solo

👤Widjajadi 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 21:01 WIB
Politisi dari Dapil V Jawa Tengah ini berharap program inovatif telah diterapkan dan...
Dok MI

Global Exposure Penting Bagi Pengembangan SDM

👤Yoseph Pencawan 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 20:53 WIB
Global Exposure, terang Muryanto Amin, merupakan pengembangan mental yang berupaya meningkatkan pembangunan manusia berdasarkan pemahaman...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya