Rabu 30 September 2020, 02:10 WIB

Canggih, RSU Bunda Gunakan Robotik Tangani Kanker Prostat

MI | Humaniora
Canggih, RSU Bunda Gunakan Robotik Tangani Kanker Prostat

123RF

 

PROSTAT ialah kelenjar kecil berbentuk kenari pada pria yang menghasilkan cairan mani, yang berfungsi sebagai nutrisi dan transportasi sperma. 

Kanker prostat umumnya menyerang laki-laki lanjut usia dan sebagian besar pasien datang berobat dalam stadium empat atau lanjut. 

“Kondisi itu membuat angka harapan hidup pasien menjadi rendah. Hanya 29,8% yang bisa bertahan hidup dalam 5 tahun ke depan,” ungkap urolog Rumah Sakit Bunda Group, dr Agus Rizal Ardy Hariandy Hamid, SpU dalam webinar Deteksi Dini Kanker Prostat Tata Laksana dan Terapi Teknologi Mutakhir, Sabtu (26/9) lalu.

Hal itu, sambungnya, berbanding terbalik jika dilakukan pemeriksaan atau tindakan pada kanker pembengkakan di awal, maka angka harapan hidupnya bisa mencapai 100% dalam 5 tahun ke depan. 

“Karena itu, lakukan deteksi sejak awal sehingga pasien pun dapat memiliki peluang keberhasilan pengobatan yang lebih tinggi,” seru dokter Agus.

Sejumlah gejala yang patut diwaspadai ialah saat frekuensi ke kamar mandi menjadi lebih sering, pancaran kencing melemah, terdapat darah pada saat ejakulasi, kesulitan kencing, dan sering terbangununtuk kencing pada malam hari.

Dokter Agus menjelaskan penanganan kanker prostat disesuaikan dengan jenis tumornya, yakni lokal atau sudah menyebar (metastatis). Pada tumor lokal yang dilakukan ialah pembedahan dan radiasi, keuntungannya semua tumor bisa dibawa keluar dalam tubuh dan tidak tersisa. 

“Di RSU Bunda Jakarta, kami menggunakan teknologi robotik untuk membantu prosedur pembedahan pada kanker prostat,” ucap dokter Agus. Sementara itu, pada kasus metastatis dilakukan terapi menggunakan obat-obatan hormonal bahkan pemberian kemoterapi.

Meski menggunakan robot, ujar Agus, dokter atau ahli bedah tetap berperan dalam tindakan operasi untuk pengambilan keputusan, sementara lengan robot digerakkan oleh dokter bedah robotik sehingga mengurangi atau menghilangkan trauma pada jaringan 

“Sudah dilakukan 8 tahun lalu dan sekarang masih satu-satunya. Luka dari pembedahan ini lebih kecil dan presisi,” pungkasnya.

Pada 2014, RSU Bunda sudah melakukan 110 tindakan bedah robotik, angka ini terus naik hingga pada 2020 sudah ada 400 tindakan bedah robotik. Itu termasuk 70 tindakan biopsi prostat robotik pada tahun ini.

Menurut Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Prof Dr dr Aru W Sudoyo, kewaspadaan terhadap kanker prostat harus ditingkatkan. Sebab, kanker ini menempati empat besar kasus yang sering ditemukan di dunia setelah kanker paru-paru, dan payudara kolorektal. “Ini perlu diwaspadai. Apalagi, penduduk Indonesia usia lanjut terus bertambah setiap tahunnya,” ujarnya. (Wan/H-2)
 


 

Baca Juga

ANTARA/PUSPA PERWITASARI

Sinergi Perkuat Kapasitas Perempuan Pelaku Koperasi

👤Suryani Wandari Putri 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 17:50 WIB
Jika perempuan bersinergi untuk mengembangkan pengetahuan dan keahlian niscaya pasti bisa bersaing dan beradaptasi dengan perkembangan...
Ilustrasi

Percepat Penurunan Stunting, Perlu Kolaborasi Multisektoral

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 17:36 WIB
Untuk mewujudkan target penurunan angka stunting sebesar 14% seperti yang tertuang pada RPJMN 2020-2024, dibutuhkan kolaborasi multi...
ANTARA/Fakhri Hermansyah

Empat Jurus Pelindung Mata saat Pandemi

👤 Atikah Ishmah Winahyu 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 16:09 WIB
Setiap 20 menit alihkan pandangan dari layar komputer dengan memandang benda berjarak 20 kaki (6 meter) selama 20...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya