Selasa 29 September 2020, 22:42 WIB

Larangan Penggunaan Plastik Belum Efektif Atasi Masalah Sampah

Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora
Larangan Penggunaan Plastik Belum Efektif Atasi Masalah Sampah

MI/Andri Widiyanto
Peraturan Daerah di Jakarta untuk menggunakan kemasan ramah lingkungan

 

DIREKTUR Kemasan Grup Wahyudi Sulistya menilai, kebijakan pelarangan penggunaan plastik sekali pakai yang diterapkan di sejumlah daerah di Indonesia tidak efektf dalam menanggulangi masalah sampah di Tanah Air. Dia menuturkan, pelarangan plastik sekali pakai dapat berdampak pada berkurangnya lapangan pekerjaan.

Diperkirakan lebih dari 170 ribu orang yang bekerja di industri plastik akan terdampak jika kebijakan ini terus diterapkan. Selain itu, kemasan yang saat ini menjadi pengganti plastik sekali pakai seperti spunbound atau paper bag juga memiliki lapisan plastik dan dapat menimbulkan masalah lingkungan lainnya. Menurutnya, yang perlu diperbaiki saat ini adalah manajemen limbah di masyarakat.

"Pelarangan plastik ini tidak perlu dilakukan karena tidak menyelesaikan akar masalah. Saat ini masalah yang terjadi karena manajemen limbah yang kurang baik," kata Wahyudi dalam webinar Yok Yok Ayok Daur Ulang! (YYADU!), Selasa (29/9).

Dia menjelaskan, pengelolaan sampah sebenarnya telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008. Dalam regulasi tersebut tertulis bahwa setiap orang dalam pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis wajib mengurangi dan menangani sampah dengan cara yang berwawasan lingkungan.

Baca juga : Inilah Kebutuhan Vitamin untuk Mendukung Daya Tahan Tubuh

Selain itu, pada pasal 21 tertulis bahwa pemerintah memberikan insentif kepada setiap orang yang melakukan pengurangan sampah dan disinsentif kepada setiap orang yang tidak melakukan pengurangan sampah.

“Jadi harus ada insentif terhadap masyarakat yang melakukan pengelolaan pengurangan sampah. Nah ini kapan dilakukan insentif ini?” imbuhnya.

Menurut Wahyudi, jika regulasi tersebut dijalankan dengan baik, maka semestinya pengelolaan sampah di Indonesia juga bisa lebih tertata dan tidak akan ada masalah limbah seperti yang terjadi saat ini.

“Kalau regulasi ini dijalankan dengan baik, sebenarnya pengelolaan sampah di Indoesia itu sudah jalan. Kenapa Undang-Undang ini dibiarkan seperti macan ompong?” tandasnya. (OL-7)

Baca Juga

Dok kominfo

Palu, Mutiara di Pinggir Khatulistiwa

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 07:57 WIB
Pembangunan jaringan koneksi yang dilakukan Bakti Kominfo amat berarti dalam pemulihan wilayah pascabencana dua tahun lalu di...
ANTARA

6 Tontonan Animasi Anak & Keluarga untuk Temani Libur Panjang

👤Astri Novaria 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 06:00 WIB
Melalui tayangan ini anak dapat merasakan berbagai emosi mulai dari senang, sedih hingga haru dan memastikan anak dapat melihat diri mereka...
DOK ENESIS

OTG dapat Vitamin C 1000mg Gratis dari Amunizer

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 06:00 WIB
Gerakan 'Amunizer Bantu Indonesia Bangkit' ini dapat diikuti oleh seluruh masyarakat yang terkonfirmasi positif dan tanpa gejala di...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya