Selasa 29 September 2020, 20:16 WIB

Turun 50 Persen, Kopi Kawa juga Terimbas Pandemi

Mediaindonesia.com | Humaniora
Turun 50 Persen, Kopi Kawa juga Terimbas Pandemi

Antara
Kopi kawa

 

Permintaan daun kopi siap disangrai untuk pembuatan kopi kawa daun dikalangan petani kopi di Nagari Tabek Patah, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat berkurang hingga 50 persen akibat pandemi covid-19.

"Berkurangnya permintaan daun kopi kawa itu dikarenakan menurunnya daya beli masyarakat sehingga stok yang dimiliki pengusaha minuman masih ada," kata salah seorang petani kopi setempat Salfanizar (53) di Tabek Patah, Selasa (29/9).

Kopi kawa daun adalah minuman dari daun kopi yang diseduh seperti layaknya teh, tidak menggunakan biji kopi seperti kopi hitam lazimnya. Warnanya pun lebih mengarah ke bentuk teh. Untuk meminumnya tidak menggunakan gelas, tetapi menggunakan batok kelapa agar aroma lebih harum dan cita rasa kopi tetap terjaga.

Salfanizar mengatakan, sebelum pandemi atau dihari normal dalam satu minggu dia bisa memproduksi dan mengirimkan sebanyak sepuluh karung daun kopi kering kepada konsumen.

Sementara pada saat ini Salfanizar hanya memproduksi daun kopi kawa sebanyak empat sampai lima karung per minggunya. "Berarti terjadi pengurangan pembeli sebanyak 50 persen. Kalau sebelumnya sampai sepuluh karung sekarang hanya lima karung saja per minggu," tambahnya.

Berkurangnya jumlah produksi daun kopi kawa maka keuntungan yang didapatkannya juga berkurang hingga 50 persen.

Biasanya daerah-daerah yang memesan kawa daun ada dari Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi, Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh, hingga ke Kota Padang.

Ia berharap pemerintah daerah lebih memperhatikan petani kopi di daerah setempat dengan menjadikan Nagari Tabek Patah menjadi daerah sentra kopi kawa daun di Sumatra Barat.

Pemerintah daerah mesti melakukan peremajaan pokok kopi yang sudah ada semenjak zaman kolonial Belanda itu agar minuman tradisional tetap terjaga di masyarakat. "Pokok kopi saat ini masih peninggalan zaman Belanda, harapan kita dengan peremajaan pokok kopi benar-benar menjadikan Nagari Tabek Patah menjadi sentra kopi kawa di Sumatra Barat," harapnya. (Ant/OL-12)

Baca Juga

Ist

AKM Memacu Guru Perbaiki Mutu Pembelajaran di Kelas

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 21:24 WIB
Dengan Asesmen Kompetensi Minimal (AKM) dan Survei Karakter (SK), guru akan termotivasi untuk memperbaiki mutu proses...
Antara

Menag Ajak Ormas Menggerakan Wakaf Uang

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 20:46 WIB
Fachrul menjelaskan, wakaf uang juga memiliki prospek sebagai salah satu pilar mewujudkan visi Indonesia sebagai pusat pertumbuhan ekonomi...
ANTARA/Muhammad Iqbal

Kasus Covid-19 Hari ini Tambah 3.602

👤Suryani Wandari Putri Pertiwi 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 20:35 WIB
Kasus aktif merupakan pasien yang masih terinfeksi virus korona dan mengidap covid-19. Mereka bisa menjalani perawatan di rumah sakit atau...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya