Selasa 29 September 2020, 19:40 WIB

Warga Hadang Kendaraan Pengangkut Batubara di Lahat

Dwi Apriani | Nusantara
Warga Hadang Kendaraan Pengangkut Batubara di Lahat

MI/Dwi Apriani
Suasana saat warga yang menghadang mobil pengakut batubara di di Desa Gunung Kembang, Merapi Timur, Lahat, Sumsel.

 

KESAL dengan aktivitas angkutan batubara yang melintas, warga terutama emak-emak di Desa Gunung Kembang, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan melakukan penghadangan di jalan lintas Lahat-Muara Enim tersebut. Mereka menolak dengan tegas banyaknya angkutan batubara yang selalu melintas, apalagi akibat angkutan batubara tersebut kerap kali menimbulkan debu.

Akibat penghadangan dilakukan sejak Senin (28/9) itu, kemacetan lalu lintas pun tidak bisa dihindarkan. "Rumah kami dipinggir jalan sudah kena debu dari angkutan batubara yang melintas setiap malam, mulai pukul 18.00 WIB. Belum lagi kalau (muatan truk) sudah kosong, mereka selalu berjalan kencang," kata Dasimah, warga Desa Gunung Kembang, Selasa (29/9).

Diketahui, angkutan batubara masih bebas melintas saat ini, padahal Gubernur Sumsel Herman Deru sudah mengeluarkan Pergub No 74/2018 yang melarang mobil angkutan batubara melintas di jalan negara.

Camat Merapi Timur, Miharta mengatakan, aksi emak-emak menghadang angkutan batubara ini sudah kesekian kalinya, sebab angkutan batubara masih melintas dengan bebas. Akibat dari aksi ini, kemacetan pun terjadi di sepanjang jalan lintas tersebut.

"Masyarakat emosi karena truk batubara terus melintas. Masyarakat juga sudah diminta untuk tetap tenang, dan kita mediasi dengan Pemkab Lahat," terang dia.

Miharta mengatakan pihaknya akan mengawal hingga ada titik terang dan semua permintaan warga yang terdampak akibat melintasnya truk batubara ini semaksimal mungkin. "Kami juga meminta agar Bupati Lahat segera memanggil perusahaan batubara," kata dia.

Sedangkan Bupati Lahat, Cik ujang mengatakan permasalahan ini sedang dalam proses penyelesaian. Namun pihaknya meminta kepada masyarakat untuk tetap bersabar dan tidak kembali melakukan demo.

"Saya sudah meminta agar mereka (emak-emak) menyetop dulu aksi demo ini, karena kita juga harus tetap memikirkan para pengendara lain yang ikut terjebak dalam kemacetan akibat demo ini," jelasnya.

Menanggapi aksi emak-emak ini, Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan, pihaknya akan mengecek laporan terkait angkutan batubara yang masih melintas di jalan negara. "Nanti akan saya cek. Jadi memang dari Pergub yang sudah saya keluarkan, tidak ada toleransi bagi angkutan batubara jika melintas di jalan negara. Yang ditoleransi adalah jika angkutan batubara itu dari tambang batubara ke stokfile," tandasnya. (R-1)

Baca Juga

MI/Bagus Suryo

Buruh Minta UMP Naik 5%, Sulsel Tetap Ikut Aturan Menaker

👤Lina Herlina 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 11:33 WIB
Pemprov Sulawesi Selatan tetap berpegang pada surat edara Menaker untuk tidak menaikkan upah minimum provinsi 2021 meski buruh minta...
MI/Reza Sunarya

Jasa Marga Berlakukan Contraflow di Tol Arah Cikampek

👤Reza Sunarya, Hilda Julaika 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 11:19 WIB
Jasa Marga dan Kepolisian memberlakukan rekayasa lalu lintas contraflow mulai dari Km 47 hingga Km 61 arah Cikampek sejak pukul...
ANTARA FOTO/Wahyu Putro

Warga Sikka Hanya Disiplin Prokes Saat Ada Operasi Yustisi

👤Gabriel Langga 🕔Kamis 29 Oktober 2020, 10:52 WIB
Rendahnya disiplin protokol kesehatan covid-19 di Kabupaten Sikka masih rendah. Mereka hanya disiplin saat ada operasi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya