Selasa 29 September 2020, 18:15 WIB

KPK Limpahkan Berkas Kasus Nurhadi dan Menantunya

Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum
KPK Limpahkan Berkas Kasus Nurhadi dan Menantunya

MI/Adam Dwi
Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) merampungkan penyidikan kasus dugaan suap dan gratifikasi yang menjerat mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi, serta menantunya Rezky Herbiyono. Penyidik KPK melimpahkan perkara ke jaksa penuntut umum (JPU) dan segera menyusun surat dakwaan untuk segera disidangkan.

"JPU KPK diberikan waktu selama 14 hari kerja untuk segera menyusun surat dakwaan dan melimpahkan berkas perkara para terdakwa ke pengadilan," kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri, di Jakarta, Selasa (29/9).

Ali Fikri mengatakan sidang Nurhadi dan Rezky rencananya akan digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. Tersangka dan barang bukti kini diserahkan ke JPU. Penahanan selanjutnya menjadi kewenangan JPU selama 20 hari terhitung sejak 29 September 2020 sampai 18 Oktober 2020.

Keduanya ditahan di rumah tahanan berbeda, di mana Nurhadi di Rutan KPK C1 (Gedung ACLC KPK) sedangkan Rezky di Rutan KPK K4 KPK (Gedung Merah Putih). Adapun selama tahapan penyidikan, KPK sudah memeriksa 167 saksi untuk kedua tersangka.

Baca juga: Wakil Ketua KPK Soroti Diskon Hukuman Koruptor

Nurhadi dan Rezky disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b subsider Pasal 5 ayat (2) lebih subsider Pasal 11 dan/atau Pasal 12B Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

KPK mengindentifikasi tiga dugaan penerimaan suap dan gratifikasi yang diterima Nurhadi yang berjumlah total Rp46 miliar. Salah satu dugaan sumber penerimaan ialah terkait perkara perdata PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) melawan PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) (Persero).

Dugaan sumber penerimaan suap kedua yakni pengurusan perkara perdata sengketa saham PT MIT. Ketiga, KPK juga menduga Nurhadi menerima gratifikasi terkait dengan penanganan perkara sengketa tanah untuk tingkat kasasi serta PK di MA dan permohonan perwalian.

Dalam kasus itu, KPK telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka yakni Nurhadi beserta menantunya Rezky Herbiyono, dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto.

Di saat yang sama, KPK juga terus menelisik aset-aset Nurhadi terkait dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU). KPK telah menyita aset berupa dua kebun kelapa sawit seluas 33.000 meter persegi dan 530,8 hektare di Kabupaten Padang Lawas, Sumatra Utara.

Komisi antirasuah juga sudah menyita vila milik Nurhadi di daerah Gadog, Kecamatan Megamendung, Bogor. Kemudian, juga disita belasan motor besar alias moge, mobil, dan sepeda. (P-5)

Baca Juga

ANTARA/PRASETIA FAUZANI

Indonesia sudah Miliki Sarana dan Prasarana Hukum yang Canggih

👤Tri Subarkah 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 04:39 WIB
Walau masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah, perbaikan hukum di Indonesia sudah lebih...
DOK: KEMENSOS

Anggaran Jumbo, Kinerja Juara

👤Ifa/S3-25 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 04:27 WIB
Mensos Juliari berkomitmen pihaknya terus bekerja keras memastikan distribusi bansos bisa sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Hal...
ANTARA/MUHAMMAD IQBAL

Menjaga Kredibilitas Pilkada di Tengah Pandemi

👤Indriyani Astuti 🕔Selasa 20 Oktober 2020, 04:14 WIB
Keputusan untuk melanjutkan pilkada bukan pilihan mudah. Belum ada kepastian kapan puncak pandemi akan terjadi. KPU pun terus mengikuti...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya