Selasa 29 September 2020, 16:14 WIB

Tingkat Kemiskinan Ekstrem Indonesia Diperkirakan Meningkat

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Tingkat Kemiskinan Ekstrem Indonesia Diperkirakan Meningkat

Antara
Warga mencuci pakaian di bantaran Kali Sentiong, Jakarta, Kamis (3/9/2020).

 

BANK Dunia menyatakan hasil assesment-nya menunjukkan indikator kesejahteraan, utamanya angka kemiskinan ekstrem diperkirakan akan meningkat. Tingkat kemiskinan ekstrem di Tanah Air diperkirakan akan menjadi 3% di 2020 (berdasarkan garis kemiskinan US$1,9 per kapita per hari).

Adapun menurut rilis Badan Pusat Statistik (BPS), pandemi menyebabkan angka kemiskinan naik menjadi 9,8% di Maret 2020. Angka itu mengembalikan level tingkat kemiskinan Indonesia seperti pada 2017.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu dalam keterangan resmi, Selasa (29/9), mengatakan Bank Dunia dalam laporannya bertajuk East Asia and Pacific Economic Update bertema From Containment to Recovery juga menekankan pentingnya upaya mitigasi pemerintah mengatasi lonjakan angka kemiskinan itu.

Baca juga: Bank Dunia Revisi Proyeksi Ekonomi Indonesia

"Sebagai respons pemerintah, mayoritas masyarakat kelompok 40% pendapatan terendah telah mendapat dukungan pemerintah melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), baik dalam bentuk Jaring Pengaman Sosial, bantuan atau pembiayaan usaha, maupun subsidi listrik," imbuh Febrio.

"Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp203,9 triliun atau sekitar 0,9% terhadap PDB untuk Jaring Pengaman Sosial. Bantuan ini bahkan tidak hanya menyasar masyarakat 40% terbawah. Namun juga kelas menengah yang terdampak melalui berbagai program, seperti Kartu Prakerja dan Padat Karya," sambung dia.

Sebelumnya, Bank Dunia juga melakukan survei yang menunjukkan 90% dari 40% masyarakat terbawah telah mendapatkan setidaknya satu jenis bantuan pemerintah. Febrio bilang, pengambil kebijakan menyadari pentingnya optimalisasi program perlindungan sosial.

Optimalisasi itu berkaitan dengan ketepatan sasaran program dan cakupan yang memadai untuk melindungi masyarakat miskin dan rentan. Hal itu akan menjadi fokus evaluasi dan perbaikan demi peningkatan efektivitas program.

"Menanggapi publikasi Bank Dunia itu, pemerintah memandang hal ini sebagai catatan dan masukan penting dalam upaya mendorong efektivitas implementasi dan evaluasi program PEN, baik dalan penanganan pandemi, maupun implementasi program-program dukungan pemerintah terhadap masyarakat dan dunia usaha," pungkas Febrio. (E-3)

 

Baca Juga

Antara

Sistem Perbendaharaan Andal, Praktik Lancung Dapat Dicegah

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Senin 26 Oktober 2020, 10:49 WIB
Indonesia telah memiliki sistem pengelolaan keuangan dan perbendaharaan negara yang dapat diandalkan di tengah tekanan pandemi...
Ist/Sinar.Tani

Sektor Pertanian Menjanjikan Bagi Kaum Milenial

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 26 Oktober 2020, 09:44 WIB
Misalnya, Agus Ali Nurdin, petani milenial yang pernah ikut magang Kementan di Jepang, menceritakan bahwa penghasilnya dari usaha tani...
ANTARA/M Haris SA

Kementan: UU Ciptaker Miliki Tujuan dalam Sejahterakan Petani

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 26 Oktober 2020, 09:27 WIB
Subtansi umum dalam UU Cipta Kerja adalah mempermudah aturan lama menjadi aturan baru yang bisa diakses oleh semua pihak, termasuk...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya