Selasa 29 September 2020, 15:30 WIB

Jahormat Tidak Hadir, Mediasi Kades Sibandang Buntu

Kisar Rajagukguk | Nusantara
Jahormat Tidak Hadir, Mediasi Kades Sibandang Buntu

MI/Kisar Rajagukguk
Jalampong menunjukkan tanah adat yang diserobot Jahormat, di Desa Sibandang, Kecamatan Muara, Tapanuli Utara.

 

UPAYA Kepala Desa Sibandang, Kecamatan Muara, Tapanuli Utara melakukan mediasi atas kasus penyerobotan tanah adat antara Jahormat Rajagukguk dengan Keluarga Besar Remin Boru Simbolon (Ompu/nenek Luhut Rajagukguk) buntu.

Mentoknya upaya mediasi itu, lantaran salah satu pihak menolak hadir ke Kantor Desa Sibandang untuk memenuhi panggilan mediasi tanpa alasan.

Kepala Desa (Kades) Sibandang Fakter T Sinaga sebenarnya sudah mengundang dua pihak ke Kantor Desa untuk melakukan mediasi. Termasuk mengundang  saksi-saksi. Sedianya mediasi dilangsungkan pada 23 September 2020 jam 10.00 WIB di Kantor Kades Sibandang.

Dalam surat kades nomor: 188/12.02.15.2009/IX /2020 itu, diundang Jahormat dan keluarga besarnya dan Remin Boru Simbolon (Ompu Luhut Rajagukguk) dan keluarga besarnya.

Dalam kasus ini sebagai pelapor Remin Boru Simbolon (Ompu Luhut Rajagukguk). Adapun terlapor Jahormat dan keluarga besarnya. Namun, pihak Jahormat dan keluarga besarnya tidak bersedia menghadiri mediasi tersebut.

Juru bicara pelapor, Jalampong Rajagukguk mengakui mediasi terpaksa urung dilaksanakan dan tak mencapai titik temu. "Tidak ada alasan dari (Jahormat) yang tidak hadir. Kami yang hadir memenuhi undangan Kades, Jahormat hanya orang untuk mengembalikan undangan kades, " kata Jalampong, Selasa (29/9).

Ia manyayangkan upaya mediasi untuk mencari kedamaian diabaikan salah satu pihak. Karena itu, pihaknya masih akan berupaya melakukan langkah lainnya. "Kami akan melaporkan Jahormat dan keluarga besarnya ke Polres Tapanuli Utara (Taput)," ungkapnya.

Pihaknya juga akan menggugat kembali tanah adat berikut pohon-pohon mangga yang kini dikuasai Jahormat dan keluarga besarnya, ke pengadilan.

Dikatakan Jalampong bahwa pembagian warisan dari Bapak mereka yaitu Almarhum Januari Rajagukguk pada 10 Juli 2004 diwarnai banyak tekanan dari pihak Jahormat. Sehingga Ibu Remin Boru Simbolon (Ompu Luhut Rajagukguk) hanya mendapatkan sebagian kecil dari warisan tersebut " Inilah yang akan kami gugat, " pungkasnya. (OL-13)

Baca Juga

 ANTARA FOTO/Arnas Padda

Kasus Covid-19 di Sulsel Mulai Tinggalkan Zona Merah

👤Lina Herlina 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 11:35 WIB
Kasus covid-19 di Sulawesi Selatan memang mulai membaik, karena telah meninggalkan zona merah  namun warga harus tetap mematuhi...
MI/Kristiadi

Tiga Alat Deteksi Dini Longsor Rusak, Warga Harus Siaga

👤Akhmad Safuan 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 11:12 WIB
Ada tiga alat peringatan dini untuk tanah bergerak dalam keadaan rusak, maka saat hujan datang diharapkan warga tinggal di perbukitan di...
MI/Denny Susanto

Bambu Produk HHBK yang Menjanjikan

👤Denny Susanto 🕔Jumat 30 Oktober 2020, 10:31 WIB
Dinas Kehutanan Kalsel telah mengembangkan sekitar 16 jenis Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) seperti berbagai jenis madu, olahan bambu (tusuk...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya