Selasa 29 September 2020, 15:05 WIB

Mouly Surya dan Ifa Isfansyah Jadi Juri di Busan Film Festival

Fathurrozak | Weekend
Mouly Surya dan Ifa Isfansyah Jadi Juri di Busan Film Festival

Dok. Instagram @ifa_isfansyah/@moulysurya
Ifa Isfansyah (kiri) dan Mouly Surya didapuk menjadi juri di Busan International Film Festival 2020.

DUA sineas Indonesia, Mouly Surya dan Ifa Isfansyah menjadi sosok kehormatan di Busan International Film Festival (BIFF) 2020. Mouly Surya yang merupakan sutradara film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak akan menjadi juri dalam penghargaan Kim Jiseok di BIFF. Penghargaan ini hadir sejak 2017 sebagai penghormatan untuk mendiang programmer BIFF Kim Jiseok atas dedikasinya dalam menemukan talenta baru Asia.

Dalam penghargaan itu, Mouly akan menjadi juri bersama aktor dan produser Tiongkok Zhao Tao, dan sutradara serta kritikus film asal Korea Jung Sung-il.

“Tidak pernah bosan kembali ke Busan. Ini akan jadi yang kedelapan. Kali ini sebagai juri,” tulis Mouly dalam keterangan kirimannya di Instagram, sepekan lalu. Pengumuman juri untuk penghargaan Kim Jiseok dipublikasikan pada (23/9) di laman resmi BIFF.

Sementara itu, sutradara dan produser Ifa Isfansyah akan duduk di kursi juri untuk penghargaan Sonje. Ifa yang merupakan produser film Kucumbu Tubuh Indahku akan duduk bersama Kim Jiseok, presiden film and culture cooperative Cine Folk dan direktur Cinema & Transmedia Institute Dong-Eui University, dan sutradara asal Khazakstan Sharipa Urazbayeva. Sonje Award diberikan kepada film pendek terbaik Korea dan film pendek terbaik Asia.

“Setiap tahun saya selalu mencari-cari alasan untuk kembali ke Busan. Dan tahun ini alasan itu datang sepaket dengan tanggung jawab yang besar. ... Koper sudah disiapkan, eh rencana tinggal rencana. Ternyata PSBB juga sampai Busan. Online oh online, tanggung jawab berat itu akhirnya akan diselesaikan dengan online,” tulis Ifa dalam salah satu kirimannya di akun Instagramnya, Selasa, (29/9). Pengumuman dewan juri untuk Sonje Award baru dipublikasikan secara resmi di situs festival pada Senin, (28/9).

“Saat ini rasanya semua memang bisa diselesaikan dengan online, kecuali kekangenan saya pada kota Busan. Enggakpapa, kesehatan memang nomor satu. Paling enggak, ini akan jadi sejarah, saya menjadi juri di BIFF sambil rebahan di rumah," tambah Ifa. (M-1)

Baca Juga

Dok. Everyday is a Lullaby

Everyday is a Lullaby Tayang Perdana di Busan

👤Fathurrozak 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 21:06 WIB
Film karya Putrama Tuta itu jadi satu-satunya perwakilan Indonesia di ajang BIFF...
Unsplash/ Harshal S Hirve

Ini Cara Masak yang Tidak Merusak Antioksidan Jamur

👤Galih Agus Saputra 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 15:45 WIB
Memasak menggunakan microwave atau dengan dipanggang adalah paling...
Dok. Instagram @minikinofilmweek

Untung Rugi Festival Film Daring

👤Fathurrozak 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 14:45 WIB
Meski penyelanggara dapat menekan bujet, festival daring butuh sistem yang baik untuk menjaga keamanan hak siar...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya