Selasa 29 September 2020, 13:18 WIB

Proyek Trans-Papua Diyakini akan Pangkas Harga Kebutuhan Pokok

Insi Nantika Jelita | Nusantara
Proyek Trans-Papua Diyakini akan Pangkas Harga Kebutuhan Pokok

MI/Susanto
Kendaraan melintasi ruas jalan Trans-Papua Barat yang melintasi hutan lebat di Teluk Bintuni-Manokwari, Papua Barat.

 

ANGGOTA DPR RI dari Fraksi PDIP Jimmy Demianus Ijie menuturkan pembangunan jalan Trans-Papua secara ekonomi bernilai tinggi karena bisa memangkas waktu distribusi barang.

"Dengan adanya jalan Trans-Papua maka bisa menurunkan biaya logistik, sehingga harga-harga barang juga bisa ikut turun. Sehingga membuat harga bahan pokok lebih terjangkau," ungkap Jimmy dalam keterangan resmi, Selasa (29/9).

Selama ini, Jimmy menyebut, harga barang-barang kebutuhan pokok di Papua relatif lebih mahal karena harus diangkut melalui udara.

Jalan Trans-Papua memiliki panjang sekitar 4.330 kilometer. Jalan tersebut membentang dari Kota Sorong di Provinsi Papua Barat hingga Merauke di Provinsi Papua.

Baca juga: Dodi Reza Usul Pembangunan Jalan Provinsi Gunakan Aspal Karet Muba

Anggota DPR dari Dapil Papua Barat itu mengatakan adanya pembangunan infrastruktur di wilayah Papua dindikasikan pemahaman Presiden Joko Widodo bahwa dalam menghadapi persoalan Papua tidak harus selalu melalui pendekatan keamanan.

"Sejujurnya, kita masyarakat di Papua, selama pemerintahan Presiden Joko Widodo merasa bersyukur karena telah banyak kemajuan pembangunan infrastruktur di Provinsi Papua dan Papua Barat," kata Jimmy.

Jimmy mengatakan adanya pembangunan infrastruktur di wilayah Papua mengindikasikan Presiden Joko Widodo dalam menghadapi persoalan Papua, tidak harus selalu melalui pendekatan keamanan.

"Dengan adanya kehadiran negara untuk membangun infrastruktur, seperti jalan, jembatan, pelabuhan, dan bandara. Sehingga menerobos isolasi geografis yang secara multiplayer efek akan mendorong percepatan tercapainya kesejahteraan rakyat," sebut Anggota Komisi V DPR RI itu.

Namun, di samping itu, Jimmy meminta pembangunan jalan Trans-Papua jangan justru memfasilitasi eksploitasi Sumber Daya Alam di Papua.

"Mengingat, selama pembangunan, masih saja terjadi illegal loging di beberapa tempat, bahkan banyak kamp kayu hasil penebangan ke arah sekitar Taman Nasional Lorentz Papua, yang seharusnya termasuk kawasan dilindungi," jelas Jimmy.

Selain itu, ia juga meminta pemerintah untuk memperhatikan pembangunan jalan kampung. Jimmy menuturkan proyek jalan Trans-Papua hanya menghubungkan antarkabupaten atau kota.

"Sehingga manfaatnya kurang dirasakan secara langsung oleh warga, selama jalan penghubung antar kampung belum layak," pungkasnya. (OL-1)

Baca Juga

Humas Polresta Palangkaraya

Satgas Covid-19 Minta Pengunjung Wisata Patuhi Protokol Kesehatan

👤Surya Sriyanti 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 05:27 WIB
Dalam suasana libur panjang saat ini, Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya terus berjuang untuk mendisiplinkan protokol kesehatan guna...
MI

Mala Tiada Henti di Sigi

👤M. Taufan SP Bustan 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 01:25 WIB
POTENSI bencana alam di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, bisa dikatakan...
ANTARA

Dukung Relokasi Berharap Hidup Tenang

👤MI 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 01:05 WIB
“SUDAH kemari air. Pa lari, lari, lari Pa,” teriak Nur Baeti, memecah sore di Desa Rogo, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya