Selasa 29 September 2020, 12:49 WIB

Harga Baby Lobster Turun Drastis, Nelayan Cipatujah Merugi

Kristiadi | Nusantara
Harga Baby Lobster Turun Drastis, Nelayan Cipatujah Merugi

ANTARA FOTO/Adeng Bustom
Warga bersama kendaraan bermotor menyeberangi sungai menggunakan perahu di Sungai Muara Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat

 

NELAYAN di Pantai Pamayangsari, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya mengalami kerugian cukup tinggi karena menurunnya harga baby lobster yang sudah terjadi hampir dua pekan. Penurunan tersebut bervariatif dari Rp12 ribu hingga Rp3 ribu per ekor.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Dedi Mulyadi mengatakan, turunnya harga baby lobter berjenis pasir dan mutiara membuat nelayan merugi cukup tinggi. 

"Kelompok Nelayan Pamayangsari selama ini menangkap baby lobster dilakukannya secara legal sesuai Permen nomer 12 tahun 2020. Akan tetapi, dengan menurunnya harga membuat nelayan mengalami kerugian sangat besar. Apalagi kondisi sekarang hujan sudah turun dan dipastikan penghasilannya tersebut akan semakin sulit didapatkan," kata Dedi, Selasa (29/9).

Sehari-harinya nelaya mampu menangkap 1000 baby lobster. Namun harga jualnya saat ini sangat rendah sehingga tidak mampu menutupi biaya operasional. Menurut Dedi, musim panen biasanya September dan Desember. Para nelayan menjual baby lobster ke pengepul. Namun harga baby lobster tidak menentu. Dan saat ini harga jual baby lobster menurun.

"Pemerintah harus mengeluarkan regulasi terutama harga eceran tertinggi sebesar Rp7 ribu per ekor agar nelayan tidak merugi. Dan mereka masih bisa menghidupi keluarganya," lanjutnya.

Menurutnya, pemerintah harus mengeluarkan regulasi terutama harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp 7 ribu supaya perekonomian dan kesejahteraan nelayan meningkat. Karena, jika terus menerus harganya tidak sesuai dengan kebutuhan itu dipastikan nelayan akan tetap mencari ikan seperti biasa demi menghidupi keluaga tetapi kalau adanya penentuan harga dipastikan mereka memenuhi perekonomian.

"Baby lobster yang dijual nelayan kepada para pengepul harganya turun. Pengepul menjualnya lagi ke perusahaan untuk diekspor kembali ke luar negeri seperti ke Vietnam dan Filipina. Anjloknya harga membuat nelayan tidak bisa berbuat banyak. Jika terus menerus terjadi lebih baik kembali mencari ikan seperti biasa," paparnya.

baca juga: Budayakan Sadar Risiko, Inspektorat Daerah Babel Gelar Sosialisasi

Sementara Kepala Bidang Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Tasikmalaya Rita Setiawati membenarkan saat ini harga baby lobster turun sejak dua pekan lalu.
Para nelayan di Pantai Cipatujah tidak bersemangat mencari baby lobster karena harga anjlok.

"Harga jual sebelumnya Rp12 ribu kemudian turun menjadi Rp10 ribu, Rp8 ribu dan kini hanya Rp3 ribu. Kami juga tidak bisa mengendalikan harga itu, karena nelayan langsung berhubungan dengan para pengepul dan pengusaha. Jika ada regulasi dari pemerintah dipastikan mereka bisa meningkatkan perekonomian bagi para nelayan," pungkasnya. (OL-3)

Baca Juga

MI/Ignas Kunda

Lari Maraton Untuk Amal Akses Air Bersih

👤Ignas Kunda 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 07:52 WIB
Sebanyak 15 orang melakukan lari maraton malam hari di Nagekeo dalam rangka lari amal untuk membantu masyarakat Nagekeo yang kesulitan...
Humas Polresta Palangkaraya

Satgas Covid-19 Minta Pengunjung Wisata Patuhi Protokol Kesehatan

👤Surya Sriyanti 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 05:27 WIB
Dalam suasana libur panjang saat ini, Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya terus berjuang untuk mendisiplinkan protokol kesehatan guna...
anggoro

KITA Berkontribusi, bukan Berdemonstrasi

👤(BY/N-3) 🕔Sabtu 31 Oktober 2020, 04:55 WIB
BUKAN kursi dan posisi yang menjadi obsesi Kerapatan Indonesia Tanah Air (KITA). Politik bukan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya