Selasa 29 September 2020, 12:09 WIB

Dua Tahun Pascatsunami, Warga Palu Kini Berjuang Lawan Covid-19

Putri Rosmalia Octaviyani | Nusantara
Dua Tahun Pascatsunami, Warga Palu Kini Berjuang Lawan Covid-19

ANTARA/Basri Marzuki
Petugas medis berjalan menuju ruang perawatan di gedung LPMP yang dijadikan Rumah Sakit Darurat Covid-19 di Palu, Sulawesi Tengah.

 

DUA tahun setelah gempa, tsunami, dan likuifaksi, ribuan masyarakat Palu, Sulawesi Tengah, kini juga harus menghadapai menghadapi krisis sosial ekonomi yang parah akibat pandemi covid-19.

Gempa pada 28 September memicu tsunami setinggi tiga meter dan likuifaksi yang menyebabkan lebih dari 4.100 orang tewas dan sekitar 110 ribu rumah rusak atau hancur.

Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) yang berada di wilayah Sulawesi Tengah dan sekitarnya termasuk kelompok pertama yang melakukan respon kemanusiaan, disusul oleh para relawan, dan personel dari seluruh Indonesia yang langsung terlibat dalam upaya pemulihan setelahnya hingga selama dua tahun terakhir ini.

Baca juga: Muncul Klaster Perkantoran di Kudus

Operasi besar-besaran yang melibatkan pemerintah dan berbagai lembaga ini juga menghadapi tantangan. Sementara banyak masyarakat terdampak yang masih tinggal di Huntara atau tempat akhirnya tinggal bersama kerabatnya karena kerusakan luas di daerah pemukiman yang mereka alami karena bencana dua tahun lalu, kini juga menjadi kelompok rentan yang terpapar covid-19.

Kesempatan kerja yang terbatas di daerah tersebut karena sejumlah tempat berusaha juga mengalami kerusakan diperparah dengan pembatasan sosial di seluruh Indonesia karena makin meluasnya kasus covid-19, termasuk di Sulawesi Tengah.

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Sulawesi Tengah bahkan melaporkan dampak dari covid-19 ini lebih buruk bagi perekonomian lokal daripada bencana dua tahun lalu.

Sekretaris Jenderal Palang Merah Indonesia (PMI) Sudirman Said menjelaskan, selama dua tahun terakhir, PMI telah memberikan program respon tanggap darurat dan pemulihan kepada orang-orang terdampak di Sulawesi Tengah.

"Kini program kami juga harus menyesuaikan kondisi pandemi selama enam bulan terakhir untuk melindungi masyarakat terdampak ini dari covid-19," ujar Sudirman.

“Kita tahu, di Indonesia kini penyebaran kasus covid-19 semakin meluas dan tinggi, dan kini kasusnya juga menyentuh hingga ke tingkat keluarga. Mereka yang ditampung keluarga yang mempunyai rumah harus hidup dalam ruang sempit dan anggota keluarga yang kini bertambah. Kami sedang beradaptasi dalam memberikan pertolongan kebutuhan-kebutuhan dan tantangan baru tersebut," lanjutnya.

IFRC (The Internationl Federation Red Cross and Red Crescent Societies/ Federasi Internasional Masyarakat Palang Merah dan Bulan Sabit Merah) mendukung sepenuhnya kerja-kerja Palang Merah Indonesia. Berbagai bantuan program ini telah memberikan berbagai jenis bantuan seperti pelayanan Kesehatan darurat untuk 17.600 orang, hampir 22 juta liter air telah didistribusikan ke lebih dari 70.000 orang, kegiatan promosi kesehatan dan dukungan psikososial telah membantu untuk menjaga 14.000 orang aman dan baik.

Dalam fase pemulihan PMI dan IFRC bersiap untuk memberikan bantuan tunai kepada lebih dari 10.000 keluarga (40.000 orang) senilai sekitar CHF 4 juta dalam bentuk bantuan tunai langsung. (OL-1)

Baca Juga

DOK KRC-LIPI

Warga Agam Temukan Bunga Langka di Kebun

👤Yose Hendra 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 16:50 WIB
Ia bersama suaminya sedang membersihkan kebun miliknya dan mencium bau yang sangat menyengat seperti bau...
Antara

Riau Resmi Akhiri Status Siaga Darurat Karhutla

👤Rudi Kurniawansyah 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 16:48 WIB
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau secara resmi mengakhiri status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang sudah berlangsung...
Ist/Kementan

Genjot Pertanian, Kabupaten Kaur Maksimalkan Manfaat Alsintan

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 27 Oktober 2020, 16:26 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, alsintan saat ini sangat dibutuhkan untuk mendukung pembangunan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya